Sebab dan Solusi Pemesahannya (2)
Senin,Oktober 27, 2008
Apa yang Harus Kita Kerahkan Untuk Mewujudkan Kemenangan dari Sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan Keutamaan-Nya?
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
[ ولينصرن الله من ينصره إن الله لقوي عزيز ] الحج: 40
Artinya:
“ Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama) –Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS; Al-Hajj: 40)
Dalam ayat yang lain Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
[ يا أيها الذين آمنوا إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم ] محمد: 7
Artinya:
“ Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS; Muhammad: 7)
Ayat yang mulia di atas menguatkan bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menolong siapa saja yang menolong-Nya. Bagaimana kita menolong Alloh Subhanahu wa Ta’ala? Padahal Dia adalah Maha Perkasa, Maha Kaya yang tidak butuh kepada segala sesuatu, Dzat yang Maha Mulia? Kita lihat apa yang dikatakan oleh syaikh Al-‘alaamah As-Sinqhiithie (semoga Alloh Ridho kepada-Nya) dalam tafsirnya mengenai ayat-ayat di atas dalam kitab Adhwaul Bayaan (Bab: 7 Hal: 422):
“ Alloh Jalla wa ‘Alaa menyebutkan dalam ayat yang mulia ini, bahwa jika kaum mu’minin menolong Rob mereka, maka Rob mereka akan menolongnya dari musuh-musuh mereka, dan meneguhkan langkah-langkah mereka yaitu menjaga mereka untuk tidak melarikan diri dan menjaga dari kekalahan” . dan makna ini telah diterangkan di berbagai ayat, dan dalam ayat yang lain dijelaskan karakteristik orang-orang yang mendapat janji dengan kemenangan ini. Seperti firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
[ الذين إن مكناهم في الأرض أقاموا الصلاة وآتوا الزكاة وأمروا بالمعروف ونهوا عن المنكر ولله عاقبة الأمور...] الحج: 41
Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan”.(QS; Al-Hajj: 41)
Ayat yang mulia di atas menunjukkan bahwa mereka yang tidak mendirikan sholat, tidak menunaikan zakat, tidak menyuruh kepada yang ma’ruf, dan tidak mencegah dari yang mungkar, mereka bukanlah yang dijanjikan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan kemenangan sama sekali. Adapun makna orang-orang mu’min menolong Alloh adalah: mereka menolong agama-Nya, menolong Kitab-Nya, usaha dan jihad mereka semata-mata untuk meninggikan kalimat Alloh, menegakkan hukum-hukum Alloh di atas muka bumi, melaksanakan perintah-perintah-Nya, meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan berhukum dengan yang diturunkan kepada Rosul-Nya Shollallohu alaihi was sallam. Nabi Shollallohu alaihi was sallam telah bersabda:
” إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر، ورضيتم بالزرع ، وتركتم الجهاد، سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم” ( رواه الإمام أحمد وأبو داود وغيرهما وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة رقم 11)
Artinya:
“ Jika kalian berdagang dengan sistem riba, kalian ridho dengan peternakan, kalian ridho dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad maka Alloh timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian” ( Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Abu Daud dan yang lainnya, dishohihkan oleh Al-Albanie dalam Silsilah Hadist Sohih No. 11)
Dan sebab kehinaan yang merupakan lawan dari kemuliaan bukanlah karena terbelakang dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti yang disangka oleh sebagian besar manusia, akan tetapi sebab kehinaan itu adalah seperti yang telah disebutkan oleh Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam dalam hadist di atas, yaitu jauhnya kaum muslimin dari agamanya. Maka tidak ada jalan bagi kita kaum muslimin untuk mencabut kehinaan ini dari di kita, kecuali kita kembali kepada agama kita seperti yang telah disebutkan oleh hadist di atas: “ Alloh timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian” . Dan kami ingatkan Anda dengan ucapan Imam Malik rohimahulloh: “ Tidak akan baik umat terakhir ini kecuali dengan kebaikan yang ada pada umat pertama” . Dan generasi pertama umat ini tidaklah baik dengan teknologi akan tetapi mereka baik dengan keteguhan mereka dalam memegang agama Islam.
Sebelum terjadi salah paham terhadap apa yang telah kami utarakan di atas, perlu kami jelaskan poin terpenting dalam tulisan ini, yaitu kita tidak mengatakan bahwa terbelakang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi lebih itu lebih baik, dan kita juga tidak mengatakan bahwa kita harus meninggalkan ilmu-ilmu dunia dan tidak mempelajarinya. Akan tetapi yang kita maksud adalah, telah salah orang yang mengatakan sebab kelemahan dan kekalahan kaum muslimin dikarenakan keterbelakangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kita katakan bahwa ilmu-ilmu yang berkaitan dengan teknologi itu kita perlukan dan kita butuhkan, akan tetapi lemahnya teknologi bukanlah penyebab kekalahan kita. Kebutuhan kita untuk kembali kepada agama Islam lebih besar dari pada kebutuhan kita kepada ilmu-ilmu dunia ini. Karena kembali kepada agama kita merupakan sebab utama yang dapat menghantarkan kita meraih kemenangan bifadlillah insyaa Alloh Ta’ala, seperti yang telah difirmankan oleh Alloh:
[ ...وما النصر إلا من عند الله....] الأنفال: 10
“ ….dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Alloh….” (QS; Al-Anfaal:10)
Entry Filed under: Aqidah dan Manhaj. Tag: daulah islam.
















Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed