Luruskan Shafmu…!!!

Minggu,Nopember 16, 2008

Umat islam saat ini benar-benar berada dalam kehancuran dan telah dihadapkan pada banyak fitnah. Tapi sayang, kita selaku umat islam tidak pandai mengambil ibrah (pelajaran) dari ini semua. Salah satu penyebab umat ini diinjak-injak adalah tidak memperhatikan bagaimana ia sholat. Saya menulis ini karena saya tertarik dengan pengalaman saya saat melakukan sholat berjemaah. Ada dikalangan saudara kita yang belum paham tentang tatacara sholat. Ada sebagian dari mereka yang meremehkan masalah ini namun ada sebagian yang lain sangat tergantung pada kedangkalan ilmunya yang justru ia dapatkan dari nenek moyangnya yang kerap kali juga kurangnya pengetahuan dalam agama.

Saat melakukan sholat berjamaah, ada bapak di sebelah kanan saya yang tidak mau merapatkan shafnya. Justru ia malah menjauh tiap kali saya berusaha merapatkannya dari rakaat ke rakat berikutnya. Saya baru tahu ternyata si bapak itu adalah imam sholat tetap di masjid. Anehnya, tiap kali ia jadi imam selalu mengucapkan bacaan: “sawwuu shufuufakum fainna taswitas shufuufi SHAF min tamaamis sholaah (Luruskan dan rapatkan shaf kalian karena meluruskan shaf merupakan bagian dari kesempurnaan sholat).

Dari apa yang dia baca cukup membuat saya ingin ketawa sekaligus terheran-heran dengan apa yang dibacanya. Dia membaca karena pemahamannya atau karena sekedar ikut-ikutan saja. Lihat kata yang saya garis bawahi. kenapa? karena imam tersebut tidak membaca …fainna taswitas shufuufi… melainkan …fainna taswitas SHAF… dari segi ilmu bahasa arab artinya merapatkan dan meluruskan shaf sendirian. Bagaimana mungkin ini bisa dilakukan dalam sholat berjamaah???

Kejadian yang lebih aneh dan nyeleneh adalah berdasarkan pengalaman teman. Ketika teman saya berniat merapatkan dan meluruskan shafnya, kakinya malah diinjak oleh bapak disebelah kanannya. Sudah pasti kaget bukan main. Bagaimana tidak?? mau merapatkan shaf justru mendapatkan kesakitan karena kakinya diinjak. Saya tidak ingat kejadian itu saat sholat atau ketika mau sholat. Tapi yang jelas, ketika ditanya bapak itu mengatakan:geli kalau kakinya bersentuhan. Aneh bukan???suatu jawaban yang tidak memiliki ilmu. Bagaimana bisa dan berani kita mengatakan seperti itu padahal Rasulullah yang memerintahkannya??tidaklah mungkin agama islam akan membuat kesusahan dan keresahan bagi umat islam. Lantas bagaimana tanggung jawab ia sebagai makmum yang sudah menjawab bacaan imam dengan jawaban:”Sami’naa wa ‘atho’naa“. Saya coret jawaban tersebut karena dua hal: Pertama, saya tidak tahu apakah ada dalil yang shohih mengenai ucapan itu. karena beribadah tanpa ilmu tidaklah mendapatkan pahala dan konsekwensi kita sebagai orang yang mengakui Nabi-Nya adalah mempercayai dan mengikuti apa yang datang dari beliau meskipun secara akal atau kasat mata sangat merugikan kita. Kedua, arti sami’naa wa atho’naa adalah kami dengar dan kami ta’at. sedangkan konsekwensi bagi orang yang mengatakannya adalah mematuhi apa yang dikatakan imam yaitu lurus dan rapatkan shaf. Tapi kenyataannya???mungkin dapat saya katakan bahwa mereka belum paham dan tidak tahu bahasa arab sama sekali sehingga apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan perbuatannya.

Apa pelajaran berharga dari fenomena di atas???

Bagaimana umat islam bisa bersatu dan mengalahkan musuh-musuh islam sedangkan mereka telah berpecah belah dari dalam. Mereka telah menghancurkan barisan kaum muslimin secara umum dan kini terbukti. Meremehkan sholat sangat berpengaruh dalam persatuan kaum muslimin. Bagaimana hati-hati kaum muslimin bisa bersatu sedangkan mereka sendiri enggan untuk merapatkan barisan dalam sholat. TIANG AGAMA ISLAM. Bukankah kejadian ini sudah pernah dialami oleh para sahabat??? Tatkala para sahabat menghadapi perang. Di salah satu perangnya mereka dikalahkan oleh kaum muslimin yang pada saat itu dipimpin oleh Kholifah Umar bin Khottob. Mendengar berita itu, umar bin khottob mendatangi para sahabat dan ternyata beliau melihat para sahabat sholat dengan tidak merapatkan barisan dan mengatakan bahwa ini yang menyebabkan kekalahan terjadi dipihak umat islam. Kemudian beliau menyuruh untuk merapatkan barisan sholatnya. Perhatikan dan jangan meremehkan masalah ini yang pengaruhnya justru besar terhadap persatuan kaum muslimin.

Entry Filed under: Sholat. Tag: , , , , .

2 Comments Add your own

  • 1. Prasetyo Muchlas  |  Sabtu,Nopember 29, 2008 at 5:16 pm

    Assalamu’alaikum, iya akh memang perlu di beritakan mengenai syarat sempurnanya sholat berjama’ah yaitu dengan meluruskan shaf

    Tetapi memang kebanyakan mereka belum paham jadinya main kejar-kejaran kaki ya..

  • 2. abdul aziz  |  Sabtu,Nopember 29, 2008 at 10:50 pm

    wa’alaykumussalaam warohmatulloh..
    yupp benar sekali akh… jadi sebel juga sih..

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Countdown Ramadhan

Mutiara Hadits dan Hikmah

Hadits Terasing

Hadits Larangan Bid'ah

Mutiara Hikmah

Sunnah yang ditinggalkan

Kumpulan Situs Sunnah

Kumpulan Situs Sunnah

Download Kajian

Download e-Book

Arsip

Yang Suka

Komentar Terakhir

abdul aziz di Who Am I?
isyaratpena di Who Am I?
Miqdad A Dawwas di Hisablah Hari-harimu!!!
zahra di Aroma Kasturi Keluar Dari Hidu…
pika di Aku Tidak Pernah Melakuka…

Sahabat Terasing

Jumlah Pengunjung

Data Pengunjung/Informasi

Meta