Kisah

Sepenggal Episode Kehidupan


Hamzah, seorang pemuda shalih, berniat menikah. Sungguh senang ibunya mendengar kabar itu. Sang ibu lantas menanyai para tetangga tentang seorang gadis yang pas dijadikan menantu. Pencarian berjalan panjang. Suatu saat ia menemui seorang gadis cantik dari keluarga terhormat. Ghadah namanya. Gadis itu memang penuh pesona, tak heran bila ibu Hamzah langsung tertarik dibuatnya.

Dalam perbincangan, ibu Hamzah bertanya tentang sholatnya. “Terkadang saya sholat, terkadang juga tidak,”jawab ghadah. Namun jawaban itu tak mampu meluluhkan ketertarikan sang ibu. Ia pun kembali ke rumah dengan hati berbunga-bunga. “Aku telah mendapatkan seorang gadis ayu untukmu. Kuharap dia akan menjadi istrimu,”kata ibu. Hamzah menanyakan agamanya. “Terkadang sholat, terkadang juga tidak,”ibu Hamzah menirukan jawaban ghadah. ”Saya tidak berminat. Saya ingin istri yang agamis, yang menjaga sholatnya,”Hamzah menampik.

“Anakku, kamu bisa mengarahkan dan membimbingnya sesuka hatimu,”ujar sang ibu yang hatinya sudah tertambat dengan kecantikan dan tutur kata gadis itu. Ayah hamzah rupanya terpengaruh dengan istri tercintanya dan mengancam hamzah bila tak menuruti permintaan ibunya. Hamzah akhirnya menyerah. Dia berusaha membahagiakan kedua orangtuanya.”Semoga dengan pengawasan dan pengarahan saya, gadis ini bisa menjaga sholatnya,”katanya.

Akhirnya pernikahan diselenggarakan. Hamzah dan Ghadah menyewa apartemen. Dia sengaja belum membicarakan masalah sholat karena di berpikir bahwa dengan melihatnya sholat, ghadah juga akan ikut sholat. Namun ternyata dugaannya salah. Dari hari kehari ghadah selalu disibukkan dengan dunia, dunia, dan dunia. Dia lupa bahwa Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya berupa kecantikan fisik dan dua anak kecil yang tampan. Si sulung berusia dua setengah tahun dan adiknya belum genap lima bulan. Hamzah selalu menasihatinya dan memperdengarkan kaset dan buku bacaan islami. Tapi dia hanya merespons sedikit saja. Sesekali sholat, namun beberapa saat kemudian meninggalkannya. “Aku salah telah menuruti orangtuaku dan menyelisihi hadits Nabi Shallallaahu’alaihi wasallam. ‘Nikahilah wanita yang baik agamanya, niscaya kau beruntung’,”Hamzah menyesali dirinya.

Suatu hari, ghadah ingin mencuci di dapur dan dua anaknya berada tak jauh di dekatnya. Saat ghadah mengambil cucian di kamarnya, setan mulai membisiki si sulung agar dimasukkan ke mesin cuci yang sudah menyala. Si anak ini menuruti pikirannya dan memasukkan adiknya ke air panas dalam mesin cuci. Melihat si bungsu tidak ada, ghadah menanyakannya pada si sulung. Dengan polos ia menuding ke tempat cucian. Terperanjatlah ghadah dan segera mematikan mesin cuci. Namun, si bungsu sudah tak bernyawa lagi. Ghadahpun emosi dan segera mencekik si sulung sampai akhirnya nafasnya benar-benar berhenti. Ghadah makin linglung lalu setan membisikinya,”Hidupmu telah menjadi neraka yang menyiksa. Kepedihannya tak terperikan. Adakah kenikmatan dunia setelah dua buah hati tercinta?” wanita yang tipis imannya ini, akhirnya nekat bunuh diri dengan meloncat dari atas apartemennya.

Polisi segera menghubungi Hamzah yang masih bekerja. Tiba di rumah, Hamzah menjerit dan pingsan melihat dua anaknya terbujur kaku. Setelah siuman, dia segera memuji dan berdo’a. Dia akhirnya merasa ridho dengan qadha’ dan qadar-Nya. Baginya, hidup adalah tempat ujian dan cobaan. Benar, Allah senantiasa bersama dengan hamba-Nya yang beriman. Beberapa minggu kemudian Allah mempertemukan Hamzah dengan istri yang cantik, baik fisik maupun akhlaknya. Ia hidup dalam kebahagiaan bersama istri dan anak-anaknya yang shalih dan shalihah. Sosok hamzah mengingatkan kita pada sabda Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam, “Aku heran dengan perkara orang mukmin. Semua perkaranya baik. Hal itu tidak terdapat melainkan pada orang mukmin. Jika mendapat nikmat dia bersyukur, dan itu adalah kebaikan bagi dirinya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar, dan itu adalah kebaikan baginya.”

About these ads

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

5 thoughts on “Sepenggal Episode Kehidupan

  1. subhanallah

    Posted by hani | Senin, November 17, 2008, 8:56 am
  2. Subhanallah.. ALLAHU AKBAR,ALLAH bnr2 mmbuktikn cinta&ksih sayng-Nya kpd hamba yg brsabar&snantiasa ingt kpd-Nya.

    Posted by Hanny | Selasa, November 18, 2008, 6:37 pm
  3. bersyukur atas nikmatNya…bersabar ketika ujian datang…
    kisah yang menyentuh akhi…
    segeralah mencari istri yang shalihah, yang menjaga shalatnya, menjaga dirinya, dan menjaga rumah dan kehormatan suaminya…hingga ia bisa masuk surga lewat pintu mana saja yg ia kehendaki…
    oh ya, postingan lama nih… moga bermanfaat… http://celotehbayu200687.wordpress.com/2008/02/19/ishbirii-ya-ukhti%e2%80%a6/

    Posted by bayu200687 | Kamis, November 20, 2008, 8:46 am
  4. asw.
    salaf-nya, salafussurur ya?
    mohn maaf, klo boleh tanya, mengapa hrus mengatasnamakan golongan2 seperti itu (misalnya juga HT, Wahhabi, pks, dll).? bukankah itu mengkotak-kotak umat?
    terus tidak cukupkah dengan memegang dsalah satu madzhab dari 4 imam fiqih menurut antum?
    lantas…maaf, karena saya tidak tahu, tolong dijawab, di pengajian salaf itu, yang pake celananya cingkang (maksudnya ngatung ) ya? teman saya yang pake celana begitu, bilangnya wajib, iyakah? bukankah yang sunnah tetaplah sunnah?terkecuali jika ada keadaan darurat, asal hukum memang bisa berubah.
    jazakumullaah khaira

    Posted by uli | Jumat, November 21, 2008, 8:17 am
  5. wa’alaykumussalaam warohmatulloh..
    afwan bt ukhti uli klo bisa jangan disingkat yaa..salamnya. nih tak kasih contoh ASSALAAMU’ALAYKUM WAROHMATULLOH.
    dulu islam hanyalah satu manhaj yaitu manhaj salaf (terdahulu dari sahabat,tabiin,tabiut tabiin), kemudian datang org2 bodoh yg tidak tahu akan alqur’an dan sunnah shg bnyk pemikirannya yg menyimpang. shg para ulama mau tidak mau hrs memilah agar kaum muslimin tidak terseret ke dalamnya. hingga saat ini bnyk golongan yg mengatasnamakan ahlussunnah wal jamaah tapi hny sebatas kerongkongan saja tidak pada perbuatannya. terbukti kan apa yg dikatan RaSulullah bahwa akan terbagi 73 gol dan 1 yg selamat yaitu gol. yg mengikuti para sahabat sampai hari kiamat. perlu mbak uli ketahui, imam yg 4 adalah 1 manhaj yaitu manhaj salaf dan yg harus kita ikuti bukan madzab melainkan Rasulullah karena 4 imam itu adalah manusia yg bisa salah bisa benar. benar karena sesuai dgn alqur’an dan sunnah.salah karena belum sampainya hadits kpd mereka. sedangkan perkataan Rasulullah adalah wahyu yg diwahyukan shg tdk akan terjadi kesalahan. ya…celana diatas mata kaki dinamakan ngatung. mbak uli hrs bisa membedakan sunnah dengan sunnat. dalil ttg hukuman orang yg isbal (memakai pakaian di bawah mata kaki) sangat jelas berikut ancamannya. sedangkan dalil yang berisi ancaman itu menunjukkan suatu kewajiban untuk dilaksanakan. hal ini juga termasuk dari konsekwensi dari rasa cinta kita pada Rasulullah. siapa lagi yg akan kita ikuti kalau bukan Beliau shallallaahu alahi wasallam. wallaahu a’laam bishowaab.

    Posted by abdul aziz | Jumat, November 21, 2008, 4:33 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: