Nilai Seorang Wanita

Jumat,Desember 19, 2008

Berbagai ungkapan dibuat untuk menunjukkan bahwa wanita itu dihormati. rantai wanitaWanita ibarat bumbu garam, tanpanya sayur terasa hambar. Wanita ibarat biola. Wanita ibarat….

Di saat yang sama hampir semua iklan produk selalu dihiasi sosok wanita. Dari iklan kembang gula sebesar telur cicak hingga mobil truk sebesar gunung, wanita tak lupa diikutsertakan. Bahkan iklan cat tembok saja harus ditemani seorang wanita. Muncul di baliho, di selebaran, koran,majalah, televisi, hingga internet. Semua memajang wanita!

Itulah model penghormatan orang sekarang terhadap wanita. Wanita adalah bahan baku industri keuangan. Keindahan yang dianugerahkan Allah khusus
kepada wanita untuk dipersembah-kan kepada suami yang dicintainya itu direnggut oleh rumah-rumah produksi. Tepatnya, mereka dieks-ploitasi!

Sejarah seakan berulang. Sikap kepada wanita kini seakan kembali menuju titik nazhir terendah. Wanita dibuat tidak berkutik saat jasadnya diperalat oleh pengusaha berjiwa ngeres. Bahkan wanita yang dikorbankan pun justru bangga secara psikologis.

Wanita di Panggung Sejarah

Sejarah hitam masa lalu telah mencatat perlakuan yang tidak adil kepada kaum wanita. Mereka dilecehkan, dianggap barang, dianggap makhluk kotor dan berbagai anggapan yang meren dahkan harkat martabat wanita.Hal ini merata terjadi di berbagai bangsa dan suku. Bangsa Yunani kuno melecehkan wanita. Bangsa Romawi pun begitu, bahkan bagi masyarakat ini wanita dianggap tidak punya ruh. Masyarakat Cina dan Persia tidak lebih baik dalam menghinakan wanita. Undang-undang Hamurabi di Babilonia pun menyebut klausul bahwa seorang yang membunuh anak perempuan orang lain harus menyerahkan  anak perempuannya untukdibunuh atau dimiliki orang yang anaknya dibunuh.

Masyarakat Hindu beranggapan hilangnya hak hidup seorang  wanita jika suaminya meninggal,untuk itu harus ikut membakar diri bersama suami! Lain lagi nasib dikalangan Yahudi, wanita dianggap sumber kesialan dan dosa karena telah menggelincirkan Nabi Adam. Orang-orang yang menjadi rahib(pendeta pertapa) di kalangan Nasrani memandang wanita sebagai sumber kejahatan. Tahun586 di Perancis diadakan konferensi, hasilnya menetapkan wanita termasuk manusia tetapi diciptakan untuk melayani kaum pria. Di masa Raja Henry VIII, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang wanita membaca Perjanjian Baru (Bible) karena dianggap najis. Hingga awal abad 20 di Inggris masih sering terjadi jual beli wanita.

Hingga Muhammad shallallaahu’alaihiwasallam lahir, ditanah Arab yang masyarakatnya jahiliyah menganggap wanita sebagai makhluk yang hina. Merah padam muka mereka betapa anaknya lahir perempuan. Banyak bahkan yang kemudian menguburnya hidup-hidup. Sejarah mencatat gelapnya perlakuan terhadap wanita. Akankah pelecehan kembali dihidupkan dengan format yang berbeda?

Entry Filed under: An-Nisaa'. Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Countdown Ramadhan

Mutiara Hadits dan Hikmah

Hadits Terasing

Hadits Larangan Bid'ah

Mutiara Hikmah

Sunnah yang ditinggalkan

Kumpulan Situs Sunnah

Kumpulan Situs Sunnah

Download Kajian

Download e-Book

Arsip

Yang Suka

Komentar Terakhir

abdul aziz di Who Am I?
isyaratpena di Who Am I?
Miqdad A Dawwas di Hisablah Hari-harimu!!!
zahra di Aroma Kasturi Keluar Dari Hidu…
pika di Aku Tidak Pernah Melakuka…

Sahabat Terasing

Jumlah Pengunjung

Data Pengunjung/Informasi

Meta