Surat Untuk Istriku…
Jumat,November 13, 2009
Episode 1
(Ikhtiar Bercadar)
Dinda,
Engkau terpilih untuk mendampingi kanda,
Engkaulah yang Alloh ciptakan ‘tuk temani kanda
dalam menggapai ridho-Nya bersama..
Dinda,
Surat ini kanda tulis saat kegelisahan menyelimuti diri
Betapa tidak?!!! Keinginan dinda ‘tuk bercadar ditentang
namun engkau tetap sabar…
Setiap langkahmu, Engkau coba ‘tuk mendapat keridhoan orangtuamu
Demi menyampaikan tekadmu ‘tuk bercadar..
Maafkan kanda..
Kanda tidak bisa berbuat apa-apa..
Walaupun setelah kau nikah,
Semua berada dibawah tanggungjawab suami dan atas keridhoan Suami..
Makin miris hati kanda
saat kau sampaikan tekadmu itu…
Bagaikan petir di siang hari
Hujatan amarah menusuk telinga
perih di dada
Detak Jantung berdenyut kencang
Kulihat airmata berjatuhan dipelupuk matamu..
(to be continued)
Entry Filed under: An-Nisaa', Jeritan Hati, Keluarga Bahagia, pasutri. Tag: cadar, istri, suami, surat.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
















1.
agung.ridwan.sn | Selasa,November 24, 2009 at 1:22 pm
ehem jihem..
isi blognya udah beda sekarang..