Fiqih Ibadah, Tata cara wudhu' Rasululloh

Kesalahan dalam Wudhu’ Bag 1


“Para ulama memakruhkan perbuatan boros dalam berwudhu dan melebihi perbuatan Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Dan termasuk sikap boros adalah membuka kran besar-besar ketika berwudhu, membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali dan lain-lain

*****

1. Mengeraskan bacaan niat ketika berwudhu, hal ini menyelisihi sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diawal wudhunya mengucapkan, ‘Nawaitu Raf’al Hadatsi’ tidak pula, ‘(Nawaitu) Istibahaatas Shalati’ Bahkan tidak ada keterangan tentang hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, satu huruf pun (hadits), baik dengan sanad shahih maupun dhaif.

2. Berdoa ketika membasuh anggota wudhu, seperti perkataan sebagian orang ketika membasuh tangan kanannya, “Allahumma A’thinii Kitaabii bi Yamiinii (artinya : Ya Allah berikanlah kepadaku catatan amalku pada hari kiamat dengan tangan kanan)”. Dan ketika membasuh wajahnya berkata, “Allahumma Bayyidh Wajhii

Yauma Tabyadhdhu Wujuh (artinya : Ya Allah putihkanlah wajahku pada hari di mana wajah-wajah menjadi putih)” Sampai akhir, mereka berdalil dengan hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Anas, mendekatlah kepadaku, aku akan mengajarimu batasan-batasan wudhu, lalu aku mendekat kepada beliau. Maka ketika beliau mencuci tangannya beliau membaca:

للهاب لاإ ةوق لاو لوح لاو لله دمحلاو للها مسب

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah doa yang tidak ada asal-usulnya.” Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak dinukil dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau mengucapkan sesuatu dalam wudhunya selain bismillah…dan setiap hadits tentang dzikir ketika wudhu, maka itu adalah dusta dan sesuatu yang mengada-ada yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga beliau tidak pernah mengajarkannya kepada ummatnya. Dan tidak valid dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selain bacaan bismillah di awal wudhu dan doa di bawah ini di akhir wudhu,

هل كيرش لا هدحو للها لاإ هلإ لا نأ دهشأ .. هلوسرو هدبع ًادمحم نأ دهشأو.. نم ينلعجاو نيباوتلا نم ينلعجا مهللا نيرهطتملا

3. Boros dalam menggunakan air. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan satu sha’ (4-5 mud), dan berwudhu dengan satu mud (2 genggam telapak tangan ).” (HR. al-Bukhari). Imam al-Bukhari rahimahullah berkata di awal Kitab Wudhu dalam kitab Shahihnya, “Para ulama memakruhkan perbuatan boros dalam berwudhu dan melebihi perbuatan Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Dan termasuk sikap boros adalah membuka kran besar-besar ketika berwudhu, membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali dan lain-lain.

4. Tidak sempurna dalam membasuh anggota wudhu dan mengakibatkan ada sebagian anggota wudhu yang tidak terbasuh oleh air. Dari Muhammad bin Ziyad, dia berkata, “Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu saat itu beliau melewati kami, dan orang-orang sedang berwudhu berkata, “Sempurnakanlah wudhu kalian, sesungguhnya Abul Qasim (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh air ketika berwudhu) dari api neraka.” (HR. al-Bukhari).

Dan dari Khalid bin Mi’dan dari sebagian istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki yang shalat sedangkan di punggung kakinya terdapat bagian mengkilap karena tidak terbasuh oleh air wudhu seukuran uang dirham (uang logam), maka Nabi menyuruhnya untuk mengulang wudhunya.” (HR. Ahmad dengan sanad jayyid dan Abu Dawud menambahkan, “dan (mengulang) shalat” ).

Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata tentang hadits ini, “Hadits ini menunjukkan wajibnya mengulang wudhu dari awal, bagi orang yang yang meninggalkan membasuh anggota wudhunya sekalipun sekecil apa yang disebutkan dalam hadits.”

About these ads

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

2 thoughts on “Kesalahan dalam Wudhu’ Bag 1

  1. jadi ngerti nich sob…….. makasih infonya..

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    Posted by menone | Jumat, April 29, 2011, 1:48 pm
  2. Ok.semoga bermanfaat. syukron atas kunjungannya..

    Posted by Abu Sahlan | Jumat, April 29, 2011, 2:48 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: