Aqidah dan Manhaj

Bila Kyai Dipertuhankan


(Disusun oleh: Abu Nu’man Al-Atsari)

Belum lekang dari ingatan bias kebencian dan kemarahan masyarakat NU kepada Muhammadiyah di awal berdirinya hinga sekarang, meskipun sekarang intensitasnya berkurang. Pemicunya adalah fanatisme golongan dan taklid yang dihadapkan pada dakwah tauhid, memberantaws syirik dan bid’ah yang dipelopori oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Tidak aneh bila ada seseorang yang mendakwahkan tauhid, berantas syirik dengan segala macamnya dan bid’ah dicap oleh warga Nahdhiyyin sebagai Wahhabi. Lantaran di awal kemunculannya Muhammadiyah mendakwahkan hal yang sama otomkatis menjadi dadaran mereka. Meskipun dakwah tauhid pada sarekat ini sudah semakin memudar seiring langkanya orang-orang alim di tengah mereka. Justru yang menonjol adalah para pemikir, akibatnya ada beberapa tokoh mereka ikut nimbrung mengkampanyekan liberalisasi islam.

Fanatisme mereka didasari sikap sami’na wa atha’na (kami dengar dan taat) kepada para ulama dan kyai mereka secara membabi buta. Contoh konkritbya, ketika tokoh mereka digoyang beberapa tahun berselang, mereka bangkit berjibaku dengan komentar pembelaan dan tindak anarkhis sehngga alampun dibabat habis. Perilaku ini memang sudah ditanamkan kepada pengikut mereka, baik yang awam ataupun santri. Contohnya, ada seorang santri di Madura dan di Tuban bila berpapasan dengan kyainya dia berdiri mematung, tidak bereani bergerak dengan menundukkan pandangan sampai kyai lewat. Dan anehnya sang kyai kelihatan menikmati kepatuhan sang santri. Masih ada sementara masyarakat yang berkeyakinan bahwa nasib mereka di akhirat nanti berada di tangan kyai.

Padahal manusia akan datang kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’aalaa sendiri-sendiri dan bertanggung jawab sendirian pula. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Alloh pada hari kliamat dengna sendiri-sendiri.(QS. Maryam:95). Serta dalam surat Al-Ahzab:66-68.

Tetapi nampaknya perilaku tadi tidak dimonopoli kalangan Nahdhiyyin. Akhir-akhir ini muncul JIL (Jaringan Islam Liberal), dibela habis-habisan oleh sebagian masyarakt dan para tokoh yang dikatakan cendekiawan terutama dari IAIN tanpa ilmu. Bahkan ditasbihkan sebagai bentuk tajdid ( pembaruan) Islam.

Yang ini lain lagi, ketika muncul si ratu ngebor dan dihujat banyak kalangan, maka tampillah sang wali membelanya mati-matian atas nama HAM. Karena ada kyai yang membela, berbondong-bondonglah orang mendukung dan semakin dalam ngebornya. Kemaksiatan yang sangat gamblang dianggap sebagai seni dan hak asasi, agama tidak boleh ikut campur.

Kalau kita tilik ke belakang, nampak bahwa perilaku ini sudah muncul bebrapa abad yang lalu karena dipicu oleh fanatisme dan taklid buta. Kita ambil beberapa contoh saja,Syaikh Al Albani mengkisahkan: ada seorang tokoh madzab Hanafiyah mengharamkan pria dari kalangan mereka menikah dengan wanita madzab Syafi’iyah, kecuali wanita yang diposisikan sebagai wanita ahlul kitab dianalogikan dengan wanita Yahudi dan Nashrani!!!Hal ini masih terjadi hingga sekarang. Ada seorang awam penganut madzab Hanafi takjub dengan seorang khatib masjid Bani Umayyah di Damaskus, Aku sendiri mendengar dia berkata:”Andaikan khatib tadi bukan bermadzab Syafi’I niscaya aku nikahkan dengan anak perempuanku!”. (Hayat Al Albani 1/387-388)

(Diambil dari Majalah Alfuqon Edisi 3 Tahun 4 Syawal 1425 H)

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: