Adab, Akhlak,dan Nasihat

Medan Keteguhan 1


1. Teguh saat menghadapi ujian

Goyahnya pendirian yang sering menimpa hati. Diantara sebabnya adalah karena mendapatkan ujian, hati yang menghadapi cobaan kesenangan atau kesulitan akan mudah goyah kecuali orang-orang yang memiliki bashirah yang telah menyiram hatinya dengan keimanan.

Diantara ujian-ujian tersebut adalah:

Fitnah Harta:

“Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh l Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) “ (At-Taubah : 75-76)

Fitnah Kedudukan.

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaann-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi : 28)

Dan tentang kedua fitnah yang telah disebutkan di muka, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam Bersabda:

“Dua srigala kelaparan yang dilepas ditengah domba tidak lebih membahayakan dari orang yang mengejar-ngejar harta dan kemuliaan atas agamanya“ [Riwayat Imam Ahmad dalam Musnad 3/460, dan terdapat dalam Shahih Al-Jami’ 5496]

Maksudnya adalah bahwa orang yang rakus mengejar harta dan kedudukan lebih besar bahayanya terhadap agamanya ketimbang (bahaya) dua ekor serigala kelaparan yang dilepas di hadapan domba.

Fitnah Istri:

“Sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka “ (At-Taghabun ; 14)

Fitnah Anak :

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Anak merupakan (sebab yang mendatangkan) ketakutan, kebakhilan dan kesedihan” [Riwayat Abu Ya’la 2/305, dan terdapat riwayat-riwayat lain yang serupa, terdapat dalam Shahih Al-Jami’ 7037]

Fitnah Intimadasi, Tekanan dan Kezholiman.

Contoh yang paling bagus untuk hal ini adalah sebagaimana yang terdapat dalam Firman Allah Ta’ala:

“Binasalah dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar ketika mereka duduk di sekitarnya Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orann mu’min itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu” (Al-Buruj : 4-9)

Imam Bukhori meriwayatkan dari Khabbab Radhiallahu’anhu, dia berkata : “Kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam saat dia sedang bersandar dengan burdahnya disisi Ka’bah, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Orang-orang sebelum kalian ada yang dibawa dan dibuatkan galian untuknya kemudian dikuburkan didalamnya, ada juga yang dibawakan gergaji kemudian diletakkan diatas kepalanya hingga dirinya terbelah dua, ada juga yang disisir dengan sisir besi hingga daging dan tulangnya, semua itu tidak menghalangi mereka dari agama mereka “ [Riwayat Bukhori, Lihat Fathul Bari 12/215]

Fitnah Dajjal.

Ini merupakan fitnah terbesar dalam kehidupan:

“Wahai manusia, tidak ada fitnah yang lebih besar diatas muka bumi ini sejak diciptakannya Adam selain dari fitnah Dajjal……Wahai hamba Allah, wahai manusia : Teguhkanlah diri kalian, sungguh aku akan menyebutkan ciri-cirinya dan belum ada seorang Nabipun yang menyebutkan ciri-cirinya “ [Riwayat Ibnu Majah 2/1359, lihat Shahih Al-Jami’ 7752]

Berkaitan dengan fase keteguhan hati dan penyimpangannya dihadapan fitnah ini, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Fitnah itu mempengaruhi hati sebagaimana tikar (memberikan bekas kepada orang yang tidur) selembar demi selembar, hati yang menerima (fitnah) akan diberikan titik hitam, sedangkan hati yang menolaknya akan diberi titik putih, hingga terdapat dua hati, yang satu putih bersih tidak akan terpengaruh fitnah selamanya, sedangkan yang lainnya hitam pekat, bagaikan wajan yang terbalik, tidak mengetahui yang ma’ruf dan mecegah yang munkar kecuali apa yang diperturutkan hawa nafsunya “ [Riwayat Ibnu Majah 2/1359, lihat Shahih Jami’ 7752]

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: