Kisah

Larangan yg Kulanggar


previously on Malam Itu….bag 3

“ngapain pulang!!!tinggal aja sama istri barumu!!!”umpatku dengan penuh kemarahan. “pyaarrrr!!!”sebuah tamparan ayah layangkan ke pipiku. Aku hanya diam dan tidak melawan karena aku masih kecil kala itu. Sedangkan ibuku memilih untuk pisah ranjang dan tidak melayani semua kebutuhan ayah termasuk penyediaan sarapan buat ayah. Setelah mendengar ayah menikah lagi untuk yang ketiga kalinya, sikap ibu tidak sekeras pertama. Ibu hanya menyindir tindakan yang ayah lakukan dan tetap tidak menyediakan makanan buat ayah. Menurutku itu adalah sesuatu yang wajar bagiku karena setelah ayah menikah untuk yang ketiga kalinya, ibu tidak pernah diberi uang belanja meski hanya untuk sekedar makan. Tidak tahan ayah diperlakukan seperti itu, ayah memilih pergi dari rumah. Pergi lama untuk yang kedua kalinya.

*****

Larangan yg kulanggar

Tanpa terasa aku menginjak masa baligh. Masa dimana seorang cowok memiliki rasa suka terhadap wanita. Masa dimana cowok menjaga penampilannya dan tampil lebih rapi di depan umum. Meski aku memiliki latar belakang keluarga yang suram, aku juga melakukan hal-hal seperti anak cowok pada umumnya. Aku mulai berpacaran dengan adik kelasku. Tidak tanggung-tanggung aku melewati masa pacaran bersama dua orang cewek. (red:Tidaklah pantas bagi seorang yang mengaku dirinya muslim melakukan kemaksiatan dan perbuatan zina ini. Islam telah melarang keras dan baginya siksaan yang pedih). Entah apa yang mereka suka dariku mungkinkah karena kepandaianku? Aku terpilih untuk masuk di kelas unggulan dan satu-satunya cowok yang terpilih sebagai peserta lomba olimpiade SMP.

Semula aku tidak berniat untuk pacaran bukan karena hukum pacaran itu sendiri melainkan aku ingin fokus pada pelajaran. “Lagipula siapa yang mau dengan orang miskin dan jelek seperti saya. Sungguh bodoh cewek yang mau sama saya”.pikirku. Kebetulan aku aktif di pramuka dan menyandang gelar senior.

Suatu hari diadakan lomba kemah pramuka selama tiga hari. Memang teman-teman se-angkatanku senag menggodaku sampai-sampai urusan cewek sekalipun. Banyak dari mereka menyuruhku pacaran.”to, kamu ga mau pacaran?tuh ada cewek cakep kayaknya suka ma kamu deh?”. Teman cewekku yang lain ikut menimpali:”kamu jangan terlalu study oriented,santai dikit kek?!!”. Aku hanya tersenyum melihat cara mereka menggodaku…

Pada hari yang ketiga diadakan lomba baris-berbaris. Kebetulan aku satu baris sama adik kelas cewek. Muncul aksi dari teman-temanku untuk menggodaku. Banyak cara yang mereka lakukan mulai melakukan pendekatan (baca:PDKT) sampai tarik-tarikan. Bagiku tidak masalah karena aku sudah kebal dengan godaan mereka. Namun, ada perubahan dengan perilaku adik kelasku. Aku merasakan tanda-tanda ia suka padaku.

Keesokan harinya aku ceritakan pada teman akrabku. Anehnya, ia malah menyuruhku untuk menembaknya (red: istilah anak pacaran). Tanpa meminta persetujuan dariku, dia mengirim surat pada adik kelasku. Singkat cerita kami mulai pacaran. Semenjak pacaran nilaiku semakin meningkat akan tetapi ibadahku mulai berkurang bahkan bisa dikatakn hampir mendekati di bawah garis sumbu 0. Namun aku tetap saja melakukan perbuatan maksiat meskipun hanya sebatas pegangan tangan tidak lebih dari itu. Aku banyak meninggalkan sholat fardhu. Terkadang aku sholat hanya ketika dilihat ibu. Selebihnya hanya berdiri mematung di tempat sholat. Ketika ibu masuk, aku pura-pura sujud atau duduk iftirosy. Sungguh banyak kemaksiatan yang aku lakukan waktu itu. Aku mulai berpikir tindakanku dan sifatku gonta-ganti pacaran apakah akibat dari tindakan dan prilaku ayah sehingga menurun pada anaknya?atau pertengkaran hebat yang dilihatku sedangkan itu tidak pantas bagiku yang masih kecil?aku merasa ayahlah penyebab semua ini.

Di lingkungan sekolah itu yang selalu kukerjakan. Baik ketika istirahat ataupun saat jam-jam tidak ada pelajaran. Teman-teman banyak memujiku karena aku pacaran dengannya. Sejujurnya aku akui adik kelasku bisa dikatakan paling cantik dan banyak disukai hampir dari semua kelas. Tapi dia lebih memilihku. Aneh…aku mau ketawa sekaligus sedih mengenang masa itu. Ibu tidak pernah tahu apa yang aku lakukan begitu juga wati karena aku dan wati sedang masa pertengkaran. Kalaupun wati tahu dan menceritakannya pada ibu, ibu lebih percaya padaku. Maklumlah…di rumah aku ikut membantu ibu mencari kerja. Ketika itu aku bekerja sebagai penjaga toko baju di pasar malam. Biasanya tiap tahun di daerahku ada semacam pasar malam. Aku bekerja bersama ibu di sana selama dua bulan. Selain itu, ibu juga bekerja sebagai pengasuh anak. Tapi, ibu memilih berhenti karena fitnah tetangga yang membenci kami. Entah aku sendiri bingung kebencian apa yang mereka tanam untuk ibuku. Ibuku tidak pernah menyakiti siapapun. Apa karena masalah rumah tangga?bukankah kerusakan rumah tangga ibuku tidak berpengaruh kepada lainnya?apa karena harta yang berlimpah??ibu tidak punya kekayaan, makan aja susah.

Ibu mengasuh bayi tersebut sampai usia taman kanak-kanak. Kebetulan orang tuanya bekerja sebagai guru. Jadi mereka menitipkan bayinya untuk diasuh ibu. Maka tak jarang mereka memberi ibu beras, duit, atau lainnya. “Apakah mungkin karena pemberian ini!!!apalah artinya semua ini toh beras hanya berapa kilo saja sedangkan kalian punya harta berlebih”. Batinku berbicara kala itu. Karena ketekunan ibu mengasuh anak, untuk kedua kalinya ibu diberi kepercayaan mengasuh anak perempuannya yang baru lahir. Fitnah itu muncul saat mengasuh anak perempuannya ini Tetangga itu mengobarkan kayu bakar, menyulutkan api fitnah baik kepada tetangga yang lain terutama kepada orang tua si bayi itu. “anakmu selalu dimarahi dan dipukuli”. Ini yang ia lontarkan demi meraih apa yang diinginkannya. Akhirnya si orang tua anak itu lebih percaya pada si pengobar fitnah dan secara halus memberhentikan ibu dengan mengatakan biar saya asuh sendiri. Anehnya, setelah beberapa hari ternyata anak ini diasuh si pengobar fitnah ini. Tercapailah apa yang diinginkannya. Ibu lebih memilih diam dan tetap saja menganggap anak itu sebagai anaknya karena si anak itu sering ke rumah dan lebih memilih tinggal bersama ibu, tidur bersama ibu daripada si pengobar fitnah tadi.

Sungguh aku telah berbuat dosa kepada ibuku karena telah menyalahgunakan kepercayaannya. Akupun memutuskan untuk tidak berpacaran dengannya bukan karena rasa bersalahku pada ibu atau karena hokum pacaran itu sendiri melainkann karena pacarku mulai berubah. Ia bersikap sombong karena merasa paling cantik dan banyak disukai cowok. Aku tidak menyukai karakter cewek seperti itu. Sedangkan reaksi teman-temanku menyalahkanku memutuskannya. Belum berapa lama aku putus dengannya, wati teman akrab dan satu tetangga memperkenalkanku dengan teman kelasnya. Dan ternyata dia adalah teman yang pernah aku sukai waktu kelas satu. Dulu aku pernah ditolaknya karena ia belum ingin pacaran. Sekarang setelah sama-sama kelas tiga, dia menyukaiku namun sebaliknya aku sudah tidak menyukainya. Wati tetap saja menyuruhku untuk menembaknya. Sampai akhirnya aku terpaksa menerimanya. Karena keterpaksaanku, belum genap satu bulan ia memutuskanku. Suatu kemenangan bagiku. Akupun berniat untuk tidak pacaran lagi.

*****

To be continue…

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

2 thoughts on “Larangan yg Kulanggar

  1. kok gak ada lanjutannya,,

    bagus tuh ceritanya. klo blh tw tuh cerita pribadi atw cerita sp?CeritanyA anak muda bgt,, baguzs,,bzguzs

    Knp gak dkumpulin dlm satu novel aja,,?

    oia ini yg nulis sp ya?Da fs gak?jadi Penasaran,, sp sih org yg nulis cerita ini,,

    Posted by albaze | Kamis, November 6, 2008, 2:06 pm
  2. lanjutannya ada di judul bagaimana mungkin… baca judul Kisah serial perjalanan hidupku. masalah ceritanya sp saya rahasiakan yang penting ini kisah nyata dari seorang anak muda. yang nulis itu saya sendiri yang punya blog ini. fs-nya di ibnu.jafar@gmail.com. Insyaalloh saya akan buat dlm bentuk novel. do’akan saja.

    Posted by abdul aziz | Jumat, November 7, 2008, 12:54 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: