Tazkiyatun Nufus

Kawan…Izinkan Aku Menangis!!!


Sekian lama aku mengembara. Detik-demi detik, bulan berganti tahun mencari jati diriku yang hilang. Kuberjalan tanpa tujuan, tanpa bekal hanya untuk mencari satu jawaban dari pertanyaan yang menggangu tidurku, menyesakkan dadaku yaitu Siapakah Aku??!!

Aku seperti pengemis tapi bukan untuk mencari sesuap nasi melainkan mencari kesejatian diri. Sudah lama aku mengenal hidup, berkelana dari satu waktu ke waktu yang lain. Dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa lelah, tanpa mengeluh, dan tanpa putus asa. Lalu kutemukan jawaban tentang diriku. Ternyata aku hanyalah makhluk lemah, hina yang hanya terbuat dari air yang hina. Namun, setelah aku tahu bahwa betapa hinanya diriku, aku lebih menghinakan diriku kepada seonggok kemaksiatan. Yaahh… hanya seonggok kemaksiatan. Kemaksiatan yang telah aku lebur menjadi satu antara keta’atan, kesedihan, frustasi. Kemaksiatan yang telah menjadi makanan sehari-hariku. Kemaksiatan yang membuatku tidak selalu puas. Kemaksiatan yang telah merubah jalan hidupku. Bermula dari kehinaan, berjalan dalam kehinaan, dan berdiam dikubangan kehinaan. Aku terjebak dalam kubangan Lumpur kehinaan. Aku tenggelam hanya kepalaku yang masih kuselamatkan. Tapi tetap saja aku tidak bisa menyelamatan diriku karena aku tidak bisa berenang. Akulah si manusia hina dan kotor.

Kemudian..datanglah si pengembara yang berwajah sejuk. Datang menghampiriku lalu menarikku ketepi. Hingga aku bias selamat. Selamat dari maksiat yang aku kerjakan. Dia…sang pengembara telah menyelamatkanku. Dia membersihkan tubuhku dari Lumpur dengan air yang bening, bersih dan menyejukkan jiwa dan menentramkan hatiku. Akupun seperti terlahir ke dunia beberapa detik yang lalu. Kujalani hidup ini dengan lebih bermakna. Kutemukan begitu banyak pengembara sepertiku. Kami berjalan bersama laksana saudara senasib seperjuangan. Terus….kami melangkah walau panas, gersang padang pasir menghantam kami. Kami tidak menyerah, kami tidak mundur karena tujuan kami satu yaitu kembali ke kampung halaman masing-masing.

Di tengah perjalanan…aku terseret ke dalam jurang yang dalam. Dalam..sekali, gelap dan gelap. Sesame pengembara berusaha menolongku tapi sia-sia karena jurangnya terlalu dalam. Terakhir kata yang aku dengar dari mereka, “jangan takut…jangan menyerah..kami yakin kamu bisa!!!. Aku berusaha menyelamatkan diriku dari ketakutan, dinginnya malam. Tapi baru beberapa meter dari jurang aku terjebak oleh Lumpur pekat yang membuatku tidak bias bergerak. Anehnya, aku tidak merasakan bahwa diriku akan tenggelam. Justru yang aku rasakan Lumpur itu seperti adonan donat yang lembut, harum baunya, nikmat. Akupun lupa akan semuanya. Kulalui hari-hariku dalam adonan donat yang sebetulnya adalah Lumpur kematian. Lambat laun aku sadar bahwa itu hanyalah sebuah Lumpur yang suatu saat akan menenggelamkan diriku. Membuatku tidak akan bernafas selama-lamanya. Dikala malam aku lupa bahwa itu Lumpur, tapi di kala siang dan dengan mata telanjang, aku sadar bahwa itu Lumpur.

Kini, aku berada di dua sisi…..antara adonan donat dan ganasnya Lumpur. Aku hanya bisa menangis memikirkan hidup dan kehidupanku yang seperti ini. Aku lelah hidup dalam dua sisi. Aku ingin….bebas dan tinggal di salah satu sisi. Ganasnya Lumpur atau Adonan Donat. Aku ingat dengan teman-teman pengembara. Mereka pasti memikirkanku tapi aku malah senang dalam bayangan donat ini. Kawan…maafkan aku karena aku tidak memiliki keteguhan. Izinkan aku menangis karena ini yang bisa aku lakukan. Yaa…Aku hanya bisa menangis di sepanjang hidupku. Aku hanya bisa mengeluh dan mengakui bahwa itu Lumpur bukan adonan donat sambil menunggu keputusan akhir dari hidupku. Mati dalam Ganasnya Lumpur atau Mati dalam Adonan Donat yang Lezat.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: