Tazkiyatun Nufus

Prahara Setelah Kematian (Bag 1)


Semua umat sepakat Bahwa tuBuh ini, terdiri dari dua unsur. unsur kasat mata yaitu jasad dan unsur ghåiB yang dinamakan roh. semua percaya Bahwa roh pasti akan Berpisah dengan jasad, namun Banyak yang tidak tahu Bagaimanakah kondisi roh pada saat kematian? dan Bagaimana pula kondisinya pasca kematian?

Berbicara  tentang  kondisi roh,  tentunya  yang mengetahui  hanyalah  Sang Pencipta Roh  itu  sendiri, dialah Allåh Subhaanaahu wata’ala. Terdapat  penjelasan  dari  nash-nash sahih bahwa di balik tenangnya permukaan kuburan, terdapat hiruk-pikuk dahsyat luar biasa. Para jasad yang  tampak  diam  terbujur,  bisa jadi sedang menyaksikan keindahan dan merasakan  nikmat  tiada  tara, namun  bisa  jadi  pula  dia  sedang menyaksikan prahara menyeramkan, dan merasakan  derita  tak  terperihkan.  Semuanya  dihijabi  oleh  tabir keghåiban,  yang  tentunya  terdapat hikmah-hikmah besar. Setelah  roh  terlepas  dari  raga, dengan kawalan para malaikat, akan melayang menuju  kepada  Allåh di  atas  langit  ketujuh. Akan  tetapi
kondisi roh tidaklah sama. Roh orang saleh disambut dengan penuh penghormatan dan sanjungan bak tamu agung. Sementara orang kafir atau fajir rohnya disambut dengan celaan kehinaan. Pintu-pintu langit tertutup bagi mereka hingga kemudian terusir ke bumi dengan hina. Sebagaimana firman Allåh Ta’ala:

“Sesungguhnya  orang-orang  yang mendustakan  ayat-ayat Kami  dan menyombongkan  diri  terhadapnya,
sekali-kali  tidak  akan  dibukakan bagi mereka  pintu-pintu  langit  dan tidak (pula) mereka masuk surga…”
(Al-A’råf:40)
Tentang tafsir ayat ini, alhDhåhhak berkata, ”Ibnu Abbas berkata, ’Yakni pintu-pintu  langit  tidak  dibukakan untuk roh-roh mereka.’.”
Tafsir di atas diperjelas oleh hadits panjang berikut:

Dari  alhBarrå’  bin  Azzib  dia berkata,  ”Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda, ’Maka  lalu  rohnya  (roh orang  fajir) keluar  dengan menebarkan  bau bangkai  paling  busuk  yang  pernah ada  di muka  bumi,  lalu  para malaikat membawanya naik. Tidaklah melewati  sekelompok malaikat, melainkan mereka  akan  bertanya, siapakah  pemilik  roh  yang  sangat busuk  ini? Malaikat  pembawa  roh berkata,  “Fulan  bin  Fulan  dengan menyebutkan  nama  terburuk  yang pernah disandang di dunia, hingga kemudian sampai pada pintu langit pertama,  kemudian  roh  tersebut minta dibukakan pintu, akan  tetapi pintu  langit  tidak  dibukakan  lagi bagi mereka. Kemudian Råsulullåh shallallaahu’alaihi wasallam membaca ayat, …lalu Allåh Ta’ala berfirman, “Tulislah tempat kembalinya di dalam Sijjin lalu  rohnya  dilemparkan  dengan keras…” Sedangkan  hamba  yang  saleh, setelah rohnya keluar, para malaikat meletakkannya di dalam kafan dari surga yang menebar semerbak wangi melebihi  aroma  yang paling wangi yang pernah ada di muka bumi. Lalu para malaikat membawanya naik ke langit. Mereka meminta  agar  pintu langit dibukakan untuk roh tersebut, malaikat penghuni langit pertama turut mengantarkannya menuju langit kedua begitu seterusnya hingga sampai pada  langit ketujuh yang di atasnya terdapat Allåh Ta’ala.

Fitnah Kubur
Setelah  roh menghadap  Allåh Ta’ala,  kemudian  Dia memerintahkan  kepada  para malaikat  agar mengembalikan  roh  tersebut  ke dalam jasad. Di saat itulah manusia akan menghadapi  fitnah atau ujian
besar, berupa pertanyaan-pertanyaan keras dan kasar yang dilontarkan oleh malaikat Munkar  dan Nakir, yang  datang  dalam  bentuk  yang sangat menyeramkan. Hanya orang-orang  yang  beriman  yang  selamat mampu menjawab  ujian. Allåh Ta’ala berfirman,

“Allah meneguhkan  (iman)  orang-orang yang beriman dengan ucapan yang  teguh  itu  dalam  kehidupan di  dunia  dan  di  akhirat;…” (Ibråhim:27)

Ikrimah, maula  Ibnu  Abbas, berkata tentang tafsir ayat ini, “Yakni mereka  akan  ditanya  tentang  keimanan kepada Muhammad shallallaahu’alaihi wasallam dan perkara  tauhid, maka mereka akan menjawab  sesuai dengan keadaan, yang mereka mati di atasnya, berupa keimanan, kekafiran, atau kemunafikan.”Di  antara  sifat malaikat Munkar  dan  Nakir  adalah: Matanya laksana  periuk  tembaga,  taringnya seperti  tanduk  sapi,  dan  suaranya bagaikan  halilintar.  Sebagaimana hadits Thåbråni  dari Abi Huråiråh dikatakan hasan oleh Imam Haitsami di dalam kitab Majmu’ Zawa’id, dia memegang  pukul  dari  besi  yang bila  dipukulkan  ke  gunung  akan menjadikan gunung tersebut menjadi debu.

Fitnah  kubur merupakan  fase yang  paling menentukan.  Seseorang  yang  diberikan  kemudahan dalam melaluinya, maka  fase-fase berikutnya akan semakin mudah dan apabila kesulitan ditemuinya, maka fase-fase  berikutnya  akan  semakin sulit. Hal  ini  berdasarkan  hadits hasan  yang  diriwayatkan  Tirmidzi dari Utsman bin Affan. Semoga Allåh Ta’ala memberikan  kemudahan kepada kita untuk bisa melaluinya. Amin.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: