Adab, Akhlak,dan Nasihat

Pesan-Pesan Abu Darda’


Abu  Darda` menulis  nasehat kepada Maslamah  bin Makhlad, di antara isinya: ”Semoga keselamatan tercurah  kepadamu,  sesungguhnya seorang hamba apabila bermaksiat kepada Allåh maka Allåh akan murka kepadanya, dan apabila Allåh telah murka kepadanya, Allåh akan menjadikan manusia benci kepadanya.”

“Aku  lihat  orang-orang  alim  di antara  kalian  tidak  bermadzhab, dan orang-orang  jahil di antara kalian tidak belajar! Hendaklah kalian belajar, karena sesungguhnya orang yang mengajar dan belajar berserikat dalam pahala!”

“Tidaklah  seseorang  itu  dikatakan  alim  hingga  dia mengajarkan ilmunya,  dan  tidak  dikatakan  dia mengajarkan  ilmunya  hingga  dia mengamalkan  apa  yang  dia  ilmui, sesungguhnya  yang  paling  aku takutkan adalah apabila aku berdiri untuk dihisab, lalu ditanya, mengapa engkau tidak mengamalkan apa yang telah kamu ilmui?”

“Celakalah  orang-orang  yang tidak berilmu!” (1X) “Dan celakalah orang yang berilmu tapi tidak mengamalkannya (7X)!”

“Aku berlindung kepada Allåh dari terpecahnya hati.’ Beliau ditanya apa yang dimaksud dengan terpecahnya hati. Yaitu dijadikan  setiap  lembah harta bagiku.”

“Kalaulah bukan karena tiga perkara yang aku sukai dalam bermajelis tentulah aku tidak senang bermajelis, sesaat  lapar  (shiyam)  pada  siang hari, sujud pada waktu malam hari dan bermajelis bersama kaum yang berbicara dengan pilihan kata yang baik sebagaimana pemilihan kurma yang paling baik.”

“Tiga perkara yang saya senangi akan tetapi manusia membencinya, yaitu kemiskinan, sakit, dan kematian. Saya senang dengan kemiskinan sebagai  bentuk  tawadhu`  kepada Rabbku,  saya  senang  kematian karena saya  rindu bertemu dengan Rabbku,  dan  saya  senang  sakit karena sebagai penghapus atas dosa-dosaku.”

“Dahulu,  sebelum masuk  Islam, saya  adalah  seorang  pedagang. Tatkala Islam datang saya berusaha untuk menggabungkan  antara  kegiatanku berdagang dan beribadah kepada Allåh ,  akan  tetapi  aku tidak mampu menggabungkannya. Karena  itulah  aku  tinggalkan  perdagangan  dan  aku  tekuni  ibadah kepada Råbbku.”

“Berdzikirlah mengingat  Allåh pada waktu  lapang,  niscaya Allåh akan mengingatmu pada waktu susah, dan apabila engkau mengingat kematian,  jadikanlah dirimu seperti salah seorang di antara mereka, dan apabila dirimu menghendaki kemulian dari dunia maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu.”

“Beribadahlah  kepada  Al låh seakan-akan  engkau melihat-Nya, dan  persiapkanlah  dirimu  untuk kematian,  dan  jauhilah  doanya orang-orang  yang  terzhålimi,  dan ketahuilah  sedikit  tapi mencukupi bagimu  itu  lebih  baik  dari  pada banyak tapi bisa membinasakanmu, dan sesungguhnya kebaikan itu tidak akan sirna dan dosa atau kejahatan itu tidak akan terlupakan.”

“Orang-orang  kaya makan,  kita juga makan; orang-orang  kaya minum, kita juga minum; orang-orang kaya berpakaian, kita juga berpakaian; orang-orang kaya berkendaraan, kita juga berkendaraan; orang-orang kaya memiliki kelebihan harta yang dia biasa memandanginya dan kita bisa memandangi bersama mereka, dan  tatkala mereka dihisab dengan harta-harta mereka, kita berlepas diri darinya.”“

Segala pujian yang disertai dengan pengagungan dan kecintaan itu hanya milik Allåh, yang  telah menjadikan orang-orang kaya berangan-angan  seperti  kita  tatkala  hendak mati, dan kita tidak berangan-angan ketika mati seperti mereka.”

Ummu Darda`  bercerita  bahwa suaminya memiliki 360 sahabat  fillah (karena Allåh). Abu Darda`  senantiasa mendoakan dalam  shalatnya. Ketika  ditanyakan  tentang  hal  itu, Abu Darda` menjawab,  ’Tidaklah seorang  pun  yang  mendoakan saudaranya yang berada di  tempat jauh melainkan Allåh  akan mengirim  dua malaikat  kepadanya  yang berkata, ’Kamu pun seperti dirinya…’ Bagaimana aku tidak suka jika para malaikat mendoakanku?’.

”Yazid  bin Mazid menuturkan, “Diceritakan  tentang  dajjal  pada kami,  saat  itu  ada  Abu Darda`.’ Berkatalah Nauf al-Bakkali,  ’Bukan Dajjal  yang  paling  aku  takutkan.’ Abu Darda` menimpali,  ’Lalu  apa yang kau takutkan?’ Lelaki tersebut menjawab,  ’Saya  lebih  takut  jika keimananku berkurang atau hilang, sementara  aku  tidak mengetahuinya!’  ’Demi Allåh yang  jiwaku ada di  tangan-Nya,  tidaklah  keimanan itu melainkan seperti baju, terkadang engkau memakainya dan terkadang engkau menanggalkannya.’.”

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

One thought on “Pesan-Pesan Abu Darda’

  1. Nasehat yang indah dan tegas

    Posted by haidir | Selasa, Agustus 25, 2009, 2:22 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: