Tazkiyatun Nufus

Saat Dosa Sedalam Samudera


Lakon-lakon serupa dari kalangan manusia pun banyak. Tersebutlah seorang ulama dari Bani Isråil. Doa orang ini selalu terkabul, permintaannya samudra dosadipenuhi oleh Allåh Azza wajalla. Dikenal dengan nama Bal’am bin Baurå. Karena suatu maksiat akhirnya iapun terjungkal dalam lembah kegelapan. Demikian mengenaskan episode akhir orang-orang yang terjatuh kedalam maksiat. Dari semula yangbegitu tinggi dan mulia kedudukannnya kemudian terhempas ke dalam jurang kehinaan yang begitu dalam lagi curam. Kelak, pada hari kiamat, semuanya akan dihempaskan ke dalam jurang neraka yang penuh dengan siksa dan lara. Na’udzubillahimin dzalik.

“Sekali-kali tidak (demikian), sebbenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”(Al-Muthaffifin:14)

Ayat ini berisi penjelasan tentang keengganan orang-orang kafir untuk mengimani al-Quran. Bukan karena al-Quran yang tidak bermutu, tetapi dikarenakan dosa mereka yang sedemikian banyak. Kondisi demikian menyebabkan hati mereka tertutup dan kemudian terkunci mati. Mereka tidak mau menerima kebenaran. Mujahid berkata “Para sahabat berpendapat bahwa hati itu seperti ini (telapak tangan). Apabila salah seorang melakukan suatu dosa,maka salah satu jari hatinya mengatup. [Mujahid memperagakan dengan jari kelingkingnya] Apabila melakukan dosa lagi satu jari lainnya mengatup lagi. Begitu melakukan dosa lagi jari yang lain lagi akan mengatup. Begitu seterusnya hingga semua jari mengatup rapat, lalu diatasnya ditutup dengan sebuah tutup. Mereka berpendapat inilah yang disebut rån.”

FAEDAH
Ayat di atas walaupun diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir, namun hukumnya berlaku menyeluruh. Hati siapa pun akan menjadi gelap akibat perbuatan maksiat, dan jika tidak segera bertobat hati pun akan tertutup hingga akhirnya terkunci. Hal ini juga ditunjukkan oleh sebuah Hadits,
“Sesungguhnnya seorang mukmin jika berbuat dosa muncullah noda hitam dalam hatinya. Jika dia kemmudian bertobat, meninggalkannya, dan memohon ampunan hatinya kembali putih mengkilap. Sebaliknya bila bertambah perbuatan dosanya bertambah pula noda tersebut hingga tertutuplah seluruh permukaan hatinya. Itulah rån. Allåh Azza wajalla telah menyebutkannya dalam al-Quran: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya
apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”
dosa dan maksiatAbdullah ibnu Abbas berkata, “Amal kebaikan akan menyebabkan wajah terlihat putih berseri, hati bercahaya, rezeki menjadi luas, badan kuat, dan menumbuhkan kecintaan di hati makhluk. Sementara amal yang buruk menumbuhkan hitam di wajah, gelap di hati, lemahnya badan, berkurangnya rezeki, dan menimbulkan kebencian di hati makhluk.”

AKIBAT GELAPNYA HATI
Hati yang gelap berselubung noda dosa dan maksiat tidak hanya merusak hati. Ada akibat lanjut dari kerusakan hati, sebagaimana disebutkan bahwa hati ibarat raja. Kalau hati baik baiklah yang lain, sementara kalau hati rusak buruk pula yang lain. Di antara akibat gelapnya hati adalah:
1. Bersemangat melakukan maks siat sementara untuk beramal shalih menjadi malas.
Allah menjelaskan dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau)…” (Ali Imran:155)
Al-Syaikh al-Sa’di berkomentar tentang ayat ini, “Allåh mengabarkan tentang orang-orang yang lari ketika perang Uhud. Penyebabnya adalah menuruti rayuan setan, dan setan berhasil menguasai mereka disebabkan dosa yang pernah mereka lakukan. Merekalah yang telah mengundang setan mendekati mereka. Mereka menguatkan setan dengan perbuatan dosa yang dilakukannya. Maksiat merupakan keadaan dan sarana bagi masuknya setan.”
2. Dijauhkan dari ilmu din yang bermanfaat.
Al-Imam Ibnul Qåyyim berkata,“Di antara hukuman maksiat adalah diharamkannya dari ilmu, karena ilmu merupakan cahaya yang dikaruniakan Allåh di dalam hati hamba. Sedangkan maksiat memadamkan cahaya tersebut. Ketika Imam Malik membacakan ilmu di hadapan majelis yang dihadiri oleh Imam Syafi’i, Imam Malik kagum dengan kecerdasannya dan pemahamannya yang sempurna. Lalu beliau berkata, ‘Kusaksikan di dalam hatimu telah dikaruniakan cahaya oleh Allåh, maka jangan engkau padamkan dengan gelapnya maksiat.”
Al-Imam al-Syafi’i berkata, Aku mengadu kepada Waki’ (salah satu gurunya) tentang hafalanku yang lemah. Beliau menyarankan kepadaku agar meninggalkan maksiat.
Ketahuilah! Ilmu itu merupakan sebuah karunia. Sementara itu karunia Allåh tidak akan diberikan kepada tukang maksiat.
3. Terbaliknya hati.
Disebutkan dalam sebuah Hadits Dari Hudzaifah bin Yaman, “Aku mendengar Råsulullåh shallallaahu ‘alaihiwasallam bersabda, ‘Berbagai fitnah dibentangkan dalam hati sebagaimana halnya tikar, helai demi helai. Akan muncul titik hitam dalam hati yang menikmati fitnah-fitnah tersebut. Sementara hati yang mengingkarinya akan mempunyai titik putih. Hati pun terpilah menjadi dua macam. [Pertama] Hati yang putih yang jernih, yang tidak akan termakan fitnah selama-lamanya. [Kedua] Hati yang hitam terbalik bagaikan cangkir terbalik, sehingga tidak mengenal kebaikan dan tidak mampu membedakan kemungkaran kecuali berdasar hawa nafsu yang dinikmatinya.”
Al-Imam Ibnul Qåyyim berkata, “Apabila hati telah menghitam dan terbalik, maka akan timbul dua penyakit berbahaya yang berujung pada kebinasaan. Pertama, kerancuan dalam memandang antara yang ma’ruf dan mungkar. Akibatnya dia tidak bisa membedakan antara yang baik dan mungkar. Jika penyakit itu menguat maka yang ma’ruf dirasakan sebagai kemungkaran dan
sebaliknya yang mungkar dianggap sebagai sebuah kebaikan, yang sunnah dianggap bid’ah, yang bid’ah justru dianggap sebagai sunnah. [Penyakit kedua] adalah berhukumdengan hawa nafsu sehingga selalu menuruti dan mengikutinya.”
4. Terancam adzab dan kehinaan.
Allåh  menggambarkan hal ini dalam sebuah firman-Nya,
“…Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikkan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.”(Al-Maidah:41)
Al-Imam Ibnul Qåyyim berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang lautan-dosahatinya tidak disucikan oleh Allåh pasti akan mendapatkan kehinaan di dunia dan adzab di akhirat, tergantung kadar najis dan kekotoran hatinya. Oleh karena itu Allåh mengharamkan surga bagi orang yang di hatinya ada najis dan kotoran. Seseorang tidak bisa masuk surga kecuali setelah hatinya disucikan dan dibersihkan, karena surga merupakan tempat orang-orang yang suci.”
MENCEGAH HATI YANG GELAP
Ada beberapa kiat agar hati kita tidak termasuk dalam jenis hati yang gelap penuh noda. Di antaranya:
Pertama, banyak berdoa kepada Allåh agar hati selalu dicondongkan pada kebaikan dan dipalingkan dari berbagai keburukan. Karena hati ibarat kapas yang akan terbang seiring dengan hembusan angin.
“…ketahuilah bahwa sesungguhnya Allåh membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Al-Anfal:24)
Al-Sudi berkata, “Tidaklah seseorang menjadi kafir atau mukmin kecuali dengan izin Allåh.”Karena Allåh adalah Dzat yang menguasai hati kita kepadanyalah kita meminta hati yang baik. Karena itu Råsulullåh  memberikan tuntunan bagaimana berdoa mengelola hati, sebagaimana diceritakan oleh Malik bin Anas , “Råsulullåh  seringkali melafalkan doa,
‘Wahai Dzat yang membolak-balikkkan hati-hati, tetapkan hatiku pada agama-Mu!’ Maka kami bertanya, ‘Wahai Råsulullåh, kami telah beriman denganmu dan syariat yang engkau bawa. Apakah engkau mengkpkhawatirkan keimanan kami?’ Råsullullåh berkata, ‘Ya, sesungguhnya hati-hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari Allåh. Dia membolak-balikkan hati sebagaimana dikehendaki-Nya.”
Kedua, berusaha menjauhi maksiat, dan apabila tergelincir ke dalam maksiat segera berusaha memohon ampunannya dan bertobat. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allåh,“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allåh, niscaya ia mendapati Allåh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

One thought on “Saat Dosa Sedalam Samudera

  1. Syukron akh, bermanfa’at sekali tulisannya

    Posted by Prasetyo Muchlas | Selasa, Desember 30, 2008, 10:28 am

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: