Aqidah dan Manhaj

Seputar Shalawat Nariyah


Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.

Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai berikut,

“Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui.”

  1. Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo’a.Setiap muslim tidak boleh berdo’a dan memohon kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah).

    Al-Qur’an mengingkari berdo’a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau wali. Allah berfirman,

    “Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)

    Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdo’a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.

  2. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan,”Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Al-A’raaf: 188)

    “Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam lalu ia berkata kepada beliau, ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu.” Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, ‘Apakah engkau menjadikan aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, “Hanya atas kehendak Allah semata.” (HR. Nasaa’i, dengan sanad shahih)

    Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat pembatasan dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatu  kesalahan besar.

  3. Seandainya kita membuang kata “Bihi” (dengan Muhammad), lalu kita ganti dengan kata “BiHaa” (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
    “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad, yang dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan …”Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan segala kesedihan dan kesusahan.
  4. Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid’ah yang meru-pakan perkataan manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan ajaran AI-Ma’sum ?

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

40 thoughts on “Seputar Shalawat Nariyah

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saudaraku yg kumuliakan
    banyak orang tak faham makna shalawat nariyah, bila pun faham mereka sengaja mengaburkan maknanya demi memusyrikkan orang muslim.
    hati-hati dengan ucapan anda yg tidak berdasarkan keluasan ilmu.

    ribuan ulama dunia yg mengamalkan shalawat nariyah, dan satu dua personil mengingkarinya, dan yg mengingkari itu tak hafal 1 hadits pun dg sanad dan hukum matannya
    Semoga Allah memberi anda hidayah, amiin..

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a’lam

    Posted by ifjoel | Selasa, April 7, 2009, 9:38 am
  2. wa’alaykumussalaam warohmatulloh wabarokatuh..

    saudaraku yang juga ana muliakan..

    perlu antum ketahui bahwa ana menyampaikan apa2 yang sudah jelas dibahas ulama dari zaman dulu hingga sekarang..ilmu diambil bukan dari kalangan tertentu,ulama,kyai atau semisalnya.tapi ilmu diambil dari alqur’an dan sunnah yang shahih berdasarkan pemahaman salafusshalih. kebenaran bukan ditentukan oleh banyaknya kelompok. apakah itu ulama atau ustadz.selama apa yang disampaikannya sesuai dengan dalil shahih maka kita wajib membenarkan dan mengikutinya tapi sebaliknya jika tidak sesuai maka kita harus menolaknya.

    shalawat nariyah pertama kita lihat dari datangnya shalawat ini. apakah berasal dari rasulullah atau tidak.jelas ini bukan berasal dari nabi kita atau bisa disebut bid’ah..kenapa kita membuat2 shalawat baru yang tidak pernah dicontohkan oleh rasul kita??sedangkan wahyu terakhir menjelaskan bahwa:…islam telah sempurna. kata sempurna orang bodohpun akan tahu bahwa sempurna itu tidak ada tambhan dan pengurangan..

    antum mengatakan yang mengingkari satu dua personil dan mengatakan tidak hafal satu hadits???na’uudzubillah apakah antum lebih pintar dan menguasai ilmu hadits dari ulama hadits??darimana antum tahu bahwa yg mengingkarinya tdk hafal hadits dgn sanand dan matannya???sedangkan mereka adalalh ahlulhadits???

    justru antum yang lebih hati2 karena telah mencela para ulama hadits yang telah berjasa besar untuk memisahkan mana hadits shohih,maudhu’,lemah..

    sudah jelas dari maknanya bahwa shalawat nariyah terlalu diagungjkan sehingga menyamakannya dgn Allah.na’udzubillah…

    sykron atas do’a antum…semoga ana diberi hidayah untuk terus istiqomah menjalankan sunnah, menghidupkan sunnah,menjauhi bid’ah dan syubhat2 orang2 yang hanya mendahulukan akalnya meskipun dalil sudah jelas2 shohih dan orang2 yang hanya mengekor buta,taklid dan mengikuti kyai2,ustadz2 mereka meskipan ucapannya menyimpang dari alqur’an dan sunnah..

    sebaliknya ana juga berharap antum diberi hidayah untuk mengenal islam dengan benar,menghidupkan dan menjalanakn sunnah dan mendalami ilmu dan manhaj yang benar yaitu manhaj para sahabat..

    syujron atas kunjungannya….

    Posted by abdul aziz | Rabu, April 8, 2009, 1:38 pm
    • dibahas sampai kiamat pun ndak akan selesai yang namanya khilafiyah itu g perlu dibesar2kan atau diperdebatkan… anda yang tak suka bersholawat ga usah mengolok2 yang suka sholawat , anda yang suka sholawat g usah mengolok2 yg g suka…. lanaa a’maaluna walakum a’maalukum….
      inamal a’maalu binnniyat…

      Posted by ahmad | Selasa, November 6, 2012, 6:54 pm
  3. ALTERNATIF AMAN

    Apapun alasan Sholawat bertujuan baik, kurang bersholawat, bersholawat yg mencontoh nabi atau bahkan sholawat yg berlebihan

    1. Tingkatkan bersama manakala kurang bersholawat, karena banyak hadits shahih dan fadhilah yg menguatkan hujah

    2. Semoga pilihan tepat dan ini diikuti mayoritas ummat islam sedunia, pengamalan sholawat ma’tsurat (contoh berdalil shahih), baik dlm bentuk (dibaca) dlm sholat sunnah, dan segala kesempata lainnya, tidak kurang atau berlebihan, Insya Allah lebih selamat kebijakan ini,

    3. Karena terlalu cintanya pada Nabi SAW, sholawat berlebihan, dari hadits yg shahih, dho’if sampai palsu, karangan entah siapa, karena ego massa/politik organisasi, maknanya belebihan (ghuluw), sebagaimana keshalihan ulama penganut kristen sebelunya, yg kemudian karena cintanya atas keshalehan Nabi Isa, mereka berlebihan bahkan rohnya dijadikan washilah, perantara dlm do’a, Islam memperbaikinya kesyirikan ini, bukan kemudian mengulang sejarah, dg bentuk syirik model Islam setelah wafatnya Nabi SAW, justru oleh ulamanya

    Pilih Makanan :
    1. Makanan Kurang gizi/nutrisinya, berakibat gizi buruk
    2. Makanan Bergizi sesuai standar uji klinis, menyehatkan
    3. Makanan yg berlebihan gizinya, berakibat over dosis

    M. DARUL, SE WULED TIRTO – COPRAYAN BUARAN PEKALONGAN
    eMAIL: mdarulse@yahoo.co.id

    Posted by M. DARUL, SE | Senin, April 13, 2009, 8:22 am
  4. semua ahli bid’ah memang licik.berantas semua bid’ah

    Posted by ahmad | Senin, Mei 25, 2009, 1:11 pm
  5. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

    kita sering menilai apa yang dilakukan orang, tanpa bertanya kepada yang bersangkutan kenapa mereka melakukan itu. kita menilai prilaku orang dengan mata kita, yang pastinya belum tentu sama dengan apa yang mereka (pelaku) lihat. sesungguhnya akan lebih bijak apabila kita mempersilahkan mereka menjelaskan segala sesuatunya atas apa yang mereka lakukan.

    beragama adalah keimanan kepada Sang Pencipta, keyakinan atas harapan surga setelah kehidupan dunia dengan seluruh aqidah dan syhariah yg mnyertainya. dan itu berlaku hanyalah untuk pengikutnya. tidak semestinya diintervensi oleh siapapun. itulah hak yang azasi setelah hak hidup.

    selama aturannya tidak membuat kerusakan peradaban di dalam masyarakat maka seyogyanya kita bisa saling menghargai.

    mohon maaf bila apa yang saya sampaikan ini tidak berdasar pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist. saya hanyalah orang yang awam

    wassalamu’alaikum warahatullahi wabarakatuhu

    Posted by padang | Minggu, Mei 31, 2009, 2:54 pm
  6. Wa’alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuhu.

    yaa akhi…apa yang ana sampaikan bukan dengan perkataa ana,penilaian ana atau pemikiran ana tapi dengan ilmu yaitu dari alqur’an,Hadits berdasarkan pemahaman para sahabat bukan pemahama kita. Apakah antum tahu, wahyu terakhir? ana yakin antum tahu..(Q.S Almaidah:4). Islam telah SEMPURNA..Apa makna sempura???Jelas tidak ada penambahan atau pengurangan…Memang tidak ada kerusakan peradaban dalam masyarakat tapi kerusakan yang timbul dari sisi Agama kita, Aqidah kita dan ini adalah KERUSAKAN TERBESAR yang membuat islam ini dilecehkan dihinakan oleh Musuh2 islam. Silahkan atum baca lagi makna yang terkandung dalam SHALAWAT NARYAH…disitu jelas mengandung kesyirikan2 denga menyamakan kedudukan Rasulullah dengan Allah..Apakah ini bukan KERUSAKAN???!!!yaa…akhi…Justru apa yang antum katakan ke ana, ana balikkan lagi:bahwa sebenarnya antumlah yang menilai perbuatan seseorang berdsarkan pemahaman antum…apalagi ini menyangkut AGAMA bukan PERADABAN…Kita sebagai orang awam seharusnya banyak menuntut ilmu yang kita ambil dari alquran,Hadist bukan ilmu2 yang tidak ada dasarya sama sekali…Terakhir..yang harus antum ketahui: Diterimanya IBADAH ada 2 SYARAT: Ikhlas dan ITTIba'(Sesuai dengan tuntunan Rasulullah)…Semangat yaa..akhi…Carilah Ilmu yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadist yang shohih berdasarkan pemahaman para sahabat…
    Jazakumullah khoir atas kunjungan antum…

    Posted by abdul aziz | Minggu, Mei 31, 2009, 9:03 pm
  7. Orang Wahabi memang banyak yang suka sekali mensyirik-syirikkan. apalagi yang anyaran, masih semangat-semangatnya. Silakan saja tanya mereka yang suka baca selawat Nariyah, apakah mereka memohon kepada Nabi atau kepada Allah. Jangan tanyakan orang Wahabi.

    Bila ada orang sakit mengatakan aku mau ke dokter untuk mengobati sakit saya, biar sembuh. Tanyakan padanya, apa dia mohon kesembuhan kepada dokter. Jangan tanyakan kepada orang Wahabi, nanti dibilang syirik

    WAHABI itu selalu usil dengan umat muslim lainnya, dan paling suka dengan perdebatan…jangan terpengaruh kawan… HIDUPKAN SHALAWAT

    Posted by abizar | Senin, Agustus 10, 2009, 10:47 pm
  8. yaa akhi…ana tanya ke antum..apa arti wahabi??
    bertanya pada orang yang membaca shwalat nariyah, jelas mereka akan mengatakan spt itu karena mereka ga paham dien, terutama bahasa arab. dan kebanyakan mereka hanya sekedar ikut2an tanpa tahu asal-usulnya..

    yaa…akhi..siapa yang suka berdebat..lihatlah komentar antum..bukankah itu mengobarkan perdebatan dan provokasi..harusnya sebagai orang yang memiliki akal sehat, ia akan mencari kebenarannya..silahkan antum baca terjemahan dari sholawat itu..Jika antum mengaku mencintai Rasulullah, silahkan buka di kitab2 siroh adakah para shabat yang membacanya. Lebih tinggi mana kecintaan para sahabat dibandingkan antum?cukuplah shalawat yang diajarkan beliau yang kita baca..

    terakhir..antum harus tahu arti wahabi…jangan hanya mengekor kepada orang2 yang ikut meneriakkan wahabi sedangkan tidak tahu maksudnya..WAHABI adalah sifat dari Alloh..hati-hati menyebut wahabi..

    Posted by abdul aziz | Selasa, Agustus 11, 2009, 9:53 am
  9. Assalamu’alaikum wrwb.

    Berbeda pendapat dan tidak setuju dengan ulama lain adalah wajar.
    Yang tidak baik adalah bila sudah mengkafirkan salah satu muslim, atau menuduh musyrik dsb.

    Golongan Wahabi ataupun Golongan Non Wahabi adalah masih sama2 muslim. Tidak ada yang paling unggul.

    Orang2 Wahabi yang tidak memiliki rasa tasammuh pada non wahabi maka dapat kita tegaskan bahwa mereka adalah orang2 yang cetek ilmunya. Begitu juga sbaliknya, apabila ada pendapat wahabi yg benar masih juga ditentang maka dia adalah muslim yg cetek ilmunya.

    Hai orang2 muslim, untuk apa kalian berdebat kepada hal-hal yg kalian sendiri tidak tahu hakikat kebenaranya? Kesombongan kalian dengan menjadikan kalian merasa paling unggul adalah dosa besar.

    Hai orang2 yang mengaku menjalani perilaku salafushaleh, beperilakulah sebagai muslim yang mulia dengan menjaga hati, pikiran dan lidah kalian. Hai orang2 yang mengaku mengikuti ulama2 shaleh, jagalah hati dan pikiran untuk tetap bersabar.

    Diantara kita tidak ada yang lebih mulia jika saling menyombongkan diri dan mau menahan diri !!!

    Salam Anzya.

    Wassalamualaikum wrwb.

    Posted by Anzya | Rabu, September 2, 2009, 1:58 pm
  10. Astaghfirullahal ‘Adzim waatuubu ilaik. Ya Allah karuniakanlah kepada kami petunjuk-Mu. Jadikanlah perbedaan di antara kami sebagai alat pemersatu bagi umat Muhammad SAW. Kami yakin apapun yang kami lakukan selama bertujuan untuk mendapat ridha-Mu, akan Engkau terima Ya Allah.
    Selama tuhan kami sama, Allah SWT, dan Nabi kami juga sama (Muhammad SAW), maka kami mohon persatukanlah kami. Berikan kepada kami rasa saling menghargai atas adanya perbedaan. Aku berlindung kepadaMu dari segala macam bisikan Syetan yang selalu mengambil kesempatan untuk memecah umat Muhammad.
    Wahai Saudaraku, ingatlah bahwa perbedaan itu ada rahmat.

    Posted by DINUL ARIFIN | Senin, Januari 11, 2010, 7:09 pm
  11. ya Akhi….darimana antum mengatakan bahwa perbedaan itu Rahmat..dalil itu maudhu’..kalaulah PERBEDAAN ITU RAHMAT, maka PERSATUAN ADALAH BENCANA..bagaimana mungkin perbedaan bisa menyatukan umat ini..kalaulah perbedaan itu rahmat, maka JIL, SYIAH, LDII, NII adalah rahmat. sedangkan banyak penyimpangan2 yang mereka lakukan. apakah ini yang dimaksud rahmat???wal iyadzubillah..

    Posted by abdul aziz | Selasa, Januari 12, 2010, 1:47 pm
  12. Kita telah dicukupkan dengan kalimat sholawat yg shahih yg diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam pada para sahabat -ridhwanullahi ‘ajmain-. Cukupkanlah diri kita dengan sholawat ini ya saudara2ku sekalian. Jika saudara2ku tetap ingin mengamalkan sholawat nariyah, saya hanya menyarankan untuk meneliti riwayat dan sanad dari sholawat tersebut, apakah shahih berasal dari Rasulullah. Tanyakanlah ke ustadz yg mengajarkannya dan sering2lah mencari informasi dari ustadz2 yg mengerti mengenai ilmu hadits dan sanad2nya. Saya yg dho’if ini hanya menyarankan untuk selalu meneliti segala sesuatu sebelum mengamalkannya, karena beramal tanpa ilmu adalah suatu kebodohan. Terima kasih

    Posted by hamba yg dho'if | Senin, Januari 18, 2010, 1:51 pm
  13. kalau menurut saya yang mengajarkan shalawat itu adalah orang yang berilmu.
    apakah sholawat itu mesti harus dari rasulullah?
    apakah ungkapan cinta dan doa itu harus dibatasi cara mengungkapkannya? apakah rasulullah melarang orang yang memujinya, bersyair untuknya dengan bahasanya, apakah juga dengan sholawat?
    Mengapa harus meneliti riwayat dan sanadnya? adakah rasul melarang bersholawat dengan kata-kata dan ungkapan kita sendiri . apakah harus dari beliau SAW.

    kata-kata dengan beliau itukan maksudnya dengan perantara beliau atau hanya sebagai sebab saja. Tentulah semua itu ditentukan oleh tuhan. bahkan kalau kita artikan karena beliau juga tidak apa-apa. tapi semua itu hanyalah perantara Allah saja. Tidaklah seorang Muslim meyakini Rasul itu sebagai yang kuasa untuk itu semua. Hanya semata-mata perantara karena beliau memiliki kemuliaan dan syafaat yang diberikan oleh Allah.

    “Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-lsra’: 56-57)

    Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdo’a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.

    Hal ini berbeda karena kita memohon kepada Allah bukan kepada RAsul Allah. Kita juga tidak pernah menganggap Rasul sebagai Tuhan. Ataupun menganggapnya sebagai tuhan.

    Masalah tawasul ini sudah menjadi perbedaan pendapat. Jadi ini masalah khilafiah semata-mata, bukan masalah aqidah karena yang mengamalkan sholawat ini tidak pernah menganggap rasulullah sebagai Tuhan atau seperti Tuhan. Hanya redaksi kata-katanya saja yang perlu dimaknai lebih jauh. Bukan ditafsirkan secara langsung seolah-olah semua itu karena Rasulullah tanpa izin Allah.
    contoh : hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (surat Al fatihah), tetapi di ayat lain tuhan menyuruh kita untuk saling tolong menolong. Mohon bisa dibedakan mana yang menjadi Penyebab utama (TEmpat bergantung) dan mana yang dijadikan sarana oleh tuhan untuk terwujudnya KehendakNya.

    Salam

    Posted by dian th | Senin, Mei 10, 2010, 12:04 pm
  14. dari awal perkataan anda sudah salah..anda mengatakan menurut pendapat saya..
    padahal segala sesuatunya kita kembalikan kepada Rasululloh..
    Anda juga mengatakan masalah tawassul bukan masalah aqidah?dan masalah khilafiyah..?
    darimana dalilnya..?sebaiknya anda berikan dalil yang shohih jangan berdasarkan pendapat anda semata..wallaahul musta’an..

    Posted by abdul aziz | Senin, Mei 17, 2010, 6:17 pm
  15. Hidupkan sholawat !!!!,
    jangan terpengaruh oleh orang-orang yang tidak suka sholawat. Karena kelak nanti Kita megharap safa’at dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Semuanya ini penuh keyaqinan.

    “Allahumma Shalli `ala Sayyidina Muhammad wa `ala aali Sayyidina Muhammad”.

    Posted by Husein | Senin, Juni 28, 2010, 11:12 am
  16. Masih terlalu banyak persoalan yang harus diperhatikan. Soal kemiskinan, kebodohan, pelacuran dll. Sudahlah, kalau akhi tdk suka dngan shalawat nariyah, gk usah sampai berlebihan memusyrikan sesama saudara muslim. Yang baca shalawat Nariyah dan termasuk akhi yang tdk membaca toh berdalil sama-sama dari ulama, bukan langsung dri Rasul.

    Yang dipersoalkan ini, kan lagu lama. Akhi hafal quran Hadits, alhamdulillah. Tapi Insya Allah yang baca dan wirid shalawat nariyah juga tdk sedikit yang hafal quran dan hadits, bahkan karya ulama-ulama mereka juga ada yang bahkan menghafalnya. Jadi gak perlu slalu nantang-nantang dalil segala. Quran dan Sunnah/hadits itu kan sumber hukum. Ya wajar jika kemudian dalam menafsirkan ayat quran atau memahami teks hadits Rasul, para ulama dan bahkan di antara para sahabat juga terjadi perbedaan pandangan. Silahkan aja akhi berpendapat haram soal shalawat nariyah. Tapi alangkah eloknya jika akhi menghormati bagi para orang2 yang menyukai shalawat nariyah. Insya Allah yang gemar baca shalawat nariyah juga gak sekali-kali men-Tuhan-kan Rsllah. Afwan.

    Posted by Syarkowi | Sabtu, Juli 10, 2010, 8:40 pm
  17. Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

    Hadis riwayat Kaab bin Ujrah ra.:
    Dari Abdullah bin Abu Laila, dia berkata: Kaab bin Ujrah menemuiku dan berkata: Maukah engkau aku berikan hadiah? Rasulullah saw. pernah menemui kami, lalu kami berkata: Kami telah mengetahui cara membaca salam untuk Baginda, lalu bagaimana kami membaca selawat untuk Anda? Beliau bersabda: Bacalah: “Allahumma shalli `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad kamaa shallaita `alaa aali Ibrahim. Innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad kamaa baarakta `alaa aali Ibrahim Innaka hamiidum majiid”. (Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Muhammad dan keluarga nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi maha mulia). (Shahih Muslim No.614)

    Hadis riwayat Abu Humaid As-Saidi ra.:
    Bahwa para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami membaca selawat untuk Anda? Beliau bersabda: Bacalah: “Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa azwaajihi wa zurriyyatihi kamaa shallaita ‘alaa aali Ibrahim wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa azwaajihi wa zurriyyatihi kamaa baarakta ‘alaa aali Ibrahim. Innaka hamiidum majiid.” (Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Muhammad dan istri-istrinya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji dan mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan istri-istrinya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi maha mulia). (Shahih Muslim No.615)

    Posted by hamba Allah SWT | Kamis, November 25, 2010, 1:22 pm
  18. Assalamu alaikum wr.wb
    membaca tulisan-tulisan di atas, saya merasa senang dan sedih, senang karena mendapat ilmu-ilmu baru, sedih karena ternyata masih adanya rasa benci dan menjadikan muslim lain sebagai lawan. kalo menurut saya yang mau membaca sholawat ya silakan dan yang tidak ya sudah, tidak usah saling menyalahkan, merendahkan apalagi mengkafirkan.
    wassalamu alaikum wr.wb.

    Posted by udin | Rabu, Oktober 26, 2011, 7:47 am
    • akhifillah..coba antum perlahan membaca artikel di atas dan jangan membaca komentar2 dibawahnya. Apakah tersimpan rasa kebencian dan menganggap muslim lain lawan?

      bukankah kita sebagai muslim harus saling menasihati? Apakah penulis merendahkan atau bahkan mengkafirkan orang yg membaca sholawat nariyah??

      sebelum antum jawab, tolong jawab pertanyaan berikut:

      1. Sudah sempurnkah Islam?
      2. Kalo sudah sempurna, buat apa kita menambhakan perkara baru dalam agama? contohnya Sholawat Nariyah
      3. tolong antum atau pembaca lainnya berikan penjelasan darimana asal muasal sholawat Nariyah. Dari Nabikah? Apakah para sahabat mengamalkannya?
      4. kalaulah dalam agama kita boleh menambah perkara baru yg dianggap baik, maka agama kita akan hancur, rusak binasa. bukankah ana, antum atau bahkan tukang becak sekalipun bisa membuat sholawat2 lainnnya. kalaulah perkara baru baik kenapa kita tidak menambahkan adzan saat sholat tarawih. bukankah adzan itu baik?
      5. Coba antum renungi dan pahami arti sholawat Nariyah. ana yakin mereka yg membacanya tidak tahu maknanya. seperti ana dulu. ana sangat gemar membaca sholawat nariyah, hanya sekedar membaca tanpa tahu asalnya, maknanya apa,dll.
      6. tidak cukupkah sholawat ibrahim yg diajarkan Rasululloh dan sudah sering kita baca dalam sholat?
      7. penulis hanya menasihati, jika diterima maka alhamdulillah dan jika ditolak maka sesungguhnya hidayah hanya milik Alloh dan tidak ada pertanggungjawaban kembali bagi ana.
      8. Tidak ada pengkafiran atau bahkan ana sama sekali tidak mengkafirkan orang yg membaca sholawat nariyah karena hukum mengkafirkan adalah urusan para ulama.
      9. sesungguhnya jika kita mengaku mencintai Rasululloh maka cukup kita membaca apa yg beliau ajarkan.

      Syukron atas kunjungannya. semoga bermanfaat

      Posted by Admin | Rabu, Oktober 26, 2011, 12:43 pm
  19. @ Anzya : Kalo menurut anda Wahabi adalah seperti sangkaan anda, bgm dgn kenyataan yg ada, “Arab Saudi sbg pusat wahabi dalam kondisi aman dan makmur, sementara Negara-negara lain seperti yaman –yang pusatnya kaum sufi dan tempat belajarnya para habib (yg notabene adalah org. yg pasti masuk surga menurut aswaja) dalam kondisi kacau dan tidak aman, serta perekonomian terbelakang, bukankah ini adalah menunjukkan bahwa Allah mengajar umat Islam agar meneladani kerajaan Saudi pusat wahabi??”

    Posted by Bukanu | Rabu, Oktober 26, 2011, 1:55 pm
  20. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Sholawat kepada nabi adalah bentuk kecintaan kita kepada Nabi. Hal ini juga diperintahkan Allah di dalam Al-Qur’an.
    Dalam hal sholawat Nariyah memang ada beberapa pandangan. Ada yang meyakini dan ada yang menganggap bid’ah.

    Saya termasuk yang menganggap sholawat nariyah bukan bidah. Kalaupun ada yang berbeda pendapat itulah indahnya Islam.
    Kalau ingin mengetahui dasar adanya sholawat nariyah, bisa ditanyakan kepada para kiyai di berbagai pondok pesantren di Indonesia.
    Saat ini yang sebagai pengganti nabi adalah para ulama. Kalau ada perbedaan dari para ulama.
    Misal saat ini kita mengenal 4 madhab yang diakui di dunia. Dari ke empat imam madhab ini ada beberapa yang mempunyai guru yang sama tapi mempunyai pemikiran yang berbeda.
    Jadi perbedaan itu biasa karena yang tahu kebenaran adalah Allah
    Terima kasih

    Posted by baihaqy | Selasa, Februari 21, 2012, 7:06 pm
    • Setiap perbedaan yg muncul dikembalikan kepada Alqur’an dan sunnah bukan kepada kyai. Shalawat memang dianjurkan tapi yg perlu dikritisi adalah shalawat yg tidak ada tuntunannya dari Rasululloh. mengenai 4 mazhab, silahklan baca dan renungi perkataan mereka. Semua 4 mazhab sepakat: Jika terdapat dari perkataanku yang menyelisihi Rasululloh buanglah jauh2 perkataan saya.

      Sekarang saya tanya antum siapkah pembuat shalawat nariyah? Rasululloh? Baca kembali makna dari shalwat itu. Antum menjawab KALAU MENURUT SAYA SHALAWAT NARIYAH BUKAN BID’AH, Memangnya antum siapa? Kebenaran adalah mengikuti contoh. Adakah para sahabat yg membaca shalawat nariyah? Jika ada silahkan sebutkan.

      Posted by Admin | Selasa, Februari 21, 2012, 8:23 pm
  21. hahahahaha….ini udah takdir bila kalian bingung?karena kalian akan bingung oleh takdir?aku cuma pengembala kambing, tp aku seperti kambing yang di kembala,,melihat kalian berbicara seperti melihat diriku sendiri yang bingung?kalian orang trkemuka tp tidak mengemukakan hati?

    Posted by surojoyo | Jumat, Juni 1, 2012, 12:42 am
  22. seru bangeet …….debatx .. saya masih bingung niiiii,,,,

    Posted by _vhiika_ | Sabtu, Juni 16, 2012, 10:27 pm
  23. اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك

    Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka.

    Posted by uzumaki@yahoo.com | Jumat, Juli 20, 2012, 6:53 am
  24. bismillah, Pendapat saya, tidak baik mas admin sampai memberi ‘cap’ musyrik kpada muslim yang lain..
    Kalau memang mereka mengamalkan sholawat2, biarlah, yang ga mau menamalkan juga biarlah..
    Yang berhak menghakimi hanya Allah swt.
    Lebih baik koreksi diri pribadi masing2,,jangan menyalahkan apalagi menghakimi orang lain
    sebagai ‘musyrik’..
    Atau ms admin merasa diri lebih tau dari pada Allah swt.?? Na’udzubillah..
    Lebih baik qt koreksi diri qt sebelum menyalahkan orang lain..
    Apalagi Kayaknya tulisan diatas copas bukan murni pikiran dari adminnya?ckckck…

    Posted by reza_amrullah | Senin, Juli 23, 2012, 7:17 am
  25. BISMILLAH…
    ARRAHMAN..
    ARRAHIM..

    saya bukan siapa2,saya hamba ALLAH yang Daif.
    saya tiada lidah untuk memberi pendapat.

    tapi saya ada pertanyaan sedikit.tetapi sebelumnya saya memohon maaf kalau kata2 saya ini akan menyakitkan hati sesiapa pun.

    kalau Shalawat Nariyah Ini adalah bid’ah.mengapa boleh ada video klip lagu Shalawat Nariyah..?
    kalau saya tidak salah,kumpulan penyanyi Al-badar yang menyanyikan Shalawat itu.

    Apa Kerajaan Indonesia
    atau NU tidak menapis Klip Video?
    maaf sekali lagi.

    di sini saya menghormati sesama saudara islam.maaf,bukan hendak merendahkan sesiapa pun manusia itu.
    saya hanya memikirkan orang yang bodoh macam saya yang akan membaca komanter2 di sini.sebab orang2 macam saya hanya tahu mencintai ALLAH dan RASULULLAH.
    even orang macam saya ini tidak kuat hafalan Al-Quran dan Al-Hadis.
    Tapi orang macam saya Tidak Sama Sekali terfikir atau Hendak Ingin Untuk MEnyukutakan ALLAH.

    CUKUP BAGI KAMI ALLAH.
    DAN SHALAWAT UNTUK RASULULLAH DAN PARA AHLI KELUARGA BAGINDA DAN PARA SAHABAT BAGINDA..

    Posted by Nasri | Jumat, Agustus 10, 2012, 3:38 pm
  26. Kalau ada agama lain yang memohon kepada nabi mereka dan menganggap Tuhan, ini lain soal. mereka yakin dalam hati bahwa nabi mereka adalah Tuhan, itulah salahnya
    sedangkan menurut saya orang – orang yang membaca shalawat nariyah tidak bermaksud seperti itu, tidak bermaksud menyekutukan Allah dengan Rasulullah SAW
    bukankah yang penting adalah niat dan apa yang ada dalam hati kita
    Allah Maha Tau apa yang ada dalam hati hamba-hambaNya. dan Biarlah Allah yang menilai.
    Hal – hal seperti ini yang seringkali membuat islam diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh agama lain, karena kita selalu berdebat, masalah Idul Fitri lah apa lah
    Bershalawat tujuannya baik, selama tidak seperti ajaran sesat yang mengatasnamakan islam misalnya ajaran :”tidak perlu berwudu sebelum solat” menurut saya tidak perlu membuat kita terpecah belah
    sekalian coba dipertimbangkan web ini http://blog.its.ac.id/syafii/2008/05/20/teganya-mengatakan-sholawat-nariyah-sesat-syirik/
    barangkali menjadi pertimbangan
    Seringkali seni membuat orang salah tanggap

    Posted by Afri | Sabtu, Agustus 11, 2012, 7:48 pm
  27. blog yag luar biasa,,, teruskan perjuanganmu wahai kawan ku,,, monggo mampir ke lapak ana ya … http//fathursyariah.blogspot.com. jazakallah khair…

    Posted by fathurkangean | Kamis, Agustus 30, 2012, 11:58 am
  28. Assalamu`alaikum wr. wb
    dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati hany Allah yg tahu. kita tdk bisa mengatakan pisang it bagus n rasany manis atau pahit hany melihat kulitny saja. terkadang manusia memiliki kesulitan dlm menyampaikn pendpt, kdg yg diucap tak sesempurna dlm hatiny, kalo kita berfikiran kolot tanpa aqli, monoton meniru jaman rassulallah, yah simpel aj, jgn gunakan kendaraan, hp, komputer dsb yg mana d jmn dulu semua itu tdk ad.. masalah pemaknaan tergantung dr manusia it sendiri, satu kata saja banyak makna menurut manusia, tp hati kita tetap pada ketauhidan hanya Allah yg kita sembah, ar rohman ar rohim, yg Maha Pengasih, Maha Penyayang.. Allah mencintai kerukunan dan kedamaian.
    Wassalamu`alaikum wr.wb

    Posted by irawan | Rabu, Oktober 31, 2012, 12:09 pm
  29. bang admin monggo ngajinya lebih dalam dan lebih luas,
    saudara-saudara yang lain juga monggo sama-sama meningkatkan majelis ilmu.
    belajar ilmu roso/dzauq, belajar ilmu sastra arab, ilmu majaz, dan belajar memperluas wawasan,

    sudah gitu aja . . 🙂

    Posted by 13 | Kamis, Februari 21, 2013, 12:09 am
  30. astagfirullah. saya orang bodoh yang kadang berfikir ” jika setiap organisasi keagamaan mempunyai ciri2 husus dalam amalan2 yg dilakukan, mungkin nasib agama ini akan sama spt agama2 terdahulu .ajaran yg sesungguhnya hilang shg dipenuhi bid’ah dll” kita melihat orang 2 begitu bangga dan merasa hebat dgn apa yang ,maaf tuan gurunya ajarkan, bahkan ada selawat dr sebuah orgnsasi, itu setiap pagi diamalkan melalui pengeras suara,. lalu dimana letak rasulullah jika sudah demikian?

    Posted by muliawardi | Senin, Mei 27, 2013, 2:16 pm
  31. Say, you got a nice blog post. Really Cool. gebckggkgecd

    Posted by Johnb953 | Senin, Mei 12, 2014, 4:41 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: KISAH TAHAYUL DIBALIK MUNCULNYA SHALAWAT NARIYAH « Membongkar Hakikat Tenaga Dalam, Ilmu Metafisika dan Ilmu Hikmah - Minggu, Agustus 28, 2011

  2. Ping-balik: awal mula shalwat nariyah | catursugengh - Kamis, Februari 21, 2013

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: