Adab, Akhlak,dan Nasihat, An-Nisaa', Aqidah dan Manhaj, Berita, Iman, Jeritan Hati, Kisah, remaja

Taubatnya Wanita Pesolek


Wahai saudari-saudariku, perhatikan kisah berikut ini. Tentang seorang pemudi pesolek yang bertaubat kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Aku tumbuh di sebuah rumah mewah pada sebuah keluarga kaya. Ketika aku beranjak dewasa, aku mulai mengenakan hijab. Aku mengenakannya lebih karena tradisi bukan atas dasar kesadaran bahwa memakai hijab adalah tuntutan agama yang wajib dilaksanakan. Bagi yang melaksanakan akan mendapat pahala dan bagi yang meninggalkan akan mendapat dosa. Aku mengenakan hijab dengan cara sedemikian rupa sehingga aku terlihat semakin cantik. Aku banyak menghabiskan waktuku untuk mendengarkan omong kosong yang semakin menjauhkan diriku dari Allah. Ketika masa libur musim panas tiba, kami sekeluarga menghabiskannya di luar negeri. Di sana aku menyampirkan saja hijabku dan membiarkan
sebagaian auratku dalam keadaan terbuka. Aku menganggap bahwa Allah hanya melihatku di negeriku. Sedangkan di negeri ini kuanggap Dia tidak Memperhatikanku. Dalam salah satu perjalanan liburan kami ke luar negeri, kami mengalami kecelakaan yang menewaskan kakak sulungku, sebgaian kami juga ada yang patah tulang atau cedera, kami memutuskan untuk kembali. Peristiwa kecelakaan itu rupanya menjadi titik tolak kesadaranku. Setiap kali aku teringat peristiwa itu, aku selalu merasa ketakutan. Walaupun hal itu tidak mengubah tingkah lakuku. Aku tetap meremehkan hijab, mengenakan pakaian ketat dan masih suka mendengarkan omong kosong. Aku mulai kuliah. Di perguruan tinggi aku berkenalan dengan beberapa teman baru yang salehah. Mereka sering menasehatiku dan sangat ingin agar aku mendapat petunjuk. Pada suatu malam ketika aku sedang tidur-tiduran di ranjangku, aku kembali mengingat-ingat perjalan hidupku yang penuh dengan sendau gurau, kelalaian, malas mengenakan jilbab dan jauh dari Allah Swt. Aku berdoa kepada Allah memohon hidayah dan ampunan dari-Nya. Air mataku mengalir deras. Keesokan harinya, aku merasa seperti baru terlahir kembali. Aku berniat untuk menghadiri majelis-majelis dan pengajian yang diadakan di musholla kampus. Sungguh. Aku mulai hadir di musholla, sampai pada suatu kesempatan, seorang daiah menyampaikan topik pengajian tentang jilbab dan mengulangnya di lain hari. Bahasan itu megitu meresap ke dalam hatiku, akupun kemudian bertaubat kepada Allah. Kini aku selalu menutup auratku dengan baik. Batinku tenang.

Sumber : Dumu’ an-Nadimat Fi Qishash a-Taibat (Abdul Muthallib bin Hamid Utsman)

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: