Adab, Akhlak,dan Nasihat, An-Nisaa', Berita, Keluarga Bahagia, Kisah, remaja, Tazkiyatun Nufus

Percayakah Kau?


Alkisah, ada seorang perempuan salehah yang suka berbuat baik dan tidak pernah berhenti berzikir. Tak pernah sekalipun mulutnya  mengeluarkan kata-kata kotor. Jika disebutkan neraka, dia akan takut dan  gelisah, dan langsung berdoa memohon perlindungan Allah dari adzab neraka. Dan jika disebutkan surga, dia begitu merindukannya dan mengangkat kedua tangannya untuk meminta kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga. Ia sangat mencintai orang-orang di sekelilingnya, dan merekapun sangat menyukainya. Dia berlaku lembut kepada mereka dan merekapun berlaku lembut kepadanya.

Suatu hari, perempuan salehah ini merasakan sakit yang luar biasa pada pahanya. Ia berusaha menghilangkan rasa sakit itu dengan menggosokkan balsem, namun rasa sakit di pahanya justru semakin menjadi. Setelah dia mengunjungi beberapa rumah sakit dan beberapa dokter, akhirnya suaminya memutuskan untuk membawanya berobat ke London. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di sebuah rumah sakit terkemuka di London, tim dokter menemukan ada sesuatu yang mengotori darah perempuan saleh ini. Mereka mencari sumber penyakit dan menemukan bahwa kotornya darah bersumber dari tempat dimana si perempuan merasakan sakit.

Dari hasil diagnosa, tim dokter memutuskan bahwa di paha perempuan salehah ini terdapat kanker. Kanker itulah yang menjadi sumber rasa sakit. Tim dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki perempuan salehah ini mulai dari pangkal pahanya agar penyakitnya tidak menyebar. Memasuki kamar operasi, perempuan salehah ini hanya pasrah pada ketetapan Allah atas dirinya, sementara lidahnya tak henti-hentinya berzikir dan berdoa kepada Allah. Seluruh anggota tim dokter tampak hadir. Amputasi memang bukan pekerjaan mudah. Pisau untuk mengamputasi disiapkan. Batas amputasi di kaki si perempuan salehah telah dibuat dengan cermat. Suasana mencekam dengan kekhawatiran yang menghentak seperti arus listrik. Entah bagaimana, pisau yang telah disiapkan untuk mengamputasi tiba-tiba patah. Semua yang ada di dalam ruang operasi terkejut. Pisau pengganti segera disiapkan, tetapi lagi-lagi pisau itu patah untuk kedua kalinya. Pisau ketiga pun disiapkan, tetapi ajaib, pisau ketiga ini pun patah!

Tim dokter yang hadir hanya diam  karena terkejut menyaksikan apa yang terjadi. Sepanjang karir mereka,  peristiwa seperti ini baru kali ini  terjadi. Dengan wajah penuh keheranan, tim dokter membatalkan keputusan mereka untuk mengamputasi kaki si perempuan saleh. Pimpinan tim dokter saling bertukar pikiran dan akhirnya diputuskan untuk mengoperasi paha si perempuan saleh yang nyaris diamputasi.

Ketika paha perempuan itu dibedah, tim dokter kembali terkejut ketika mereka melihat segumpal kapas yang telah membusuk di dalam pahanya. Setelah mengangkat kapas itu dan membersihkan pahanya, tim dokter menutup luka sayatan bekas operasi. Si perempuan kembali sehat dan rasa sakit di pahanya telah hilang.

Ketika ia siuman, ia melihat kedua kakinya tidak kurang suatu apa. Saat itu ia melihat suaminya sedang berbincang-bincang dengan tim dokter yang masih diliputi rasa takjub.

Para dokter itu bertanya kepada suaminya, “Apakah paha istrimu pernah dioperasi?” Dokterpun mengetahui dari perempuan saleh itu dan suaminya bahwa dulu ia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga kakinya harus dioperasi pada tempat yang sama dengan tempat ditemukannya kapas yang telah membusuk. Tim dokter mengatakan bahwa yang baru terjadi adalah pertolongan Tuhan.

Betapa bahagia perempuan saleh itu  ketika mengetahui dirinya telah luput dari bahaya besar. Dia sempat  berpikir tidak akan dapat berjalan dengan dua kaki lagi. tak henti-henti dia memuji Allah yang telah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang-Nya.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

4 thoughts on “Percayakah Kau?

  1. Subhanallah……….Memang ALLAH itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang

    Posted by e_Land | Selasa, Januari 5, 2010, 5:59 pm
  2. subhanaulloh alloh mha besar mha pnyayang amin

    Posted by shifaa | Kamis, Januari 21, 2010, 10:02 am
  3. Allahu Akbar…memang tiada kuasa manusia jika Allah berkehendak

    Posted by mahla | Jumat, Februari 5, 2010, 11:36 am
  4. Allohuakbar, Alloh Maha berkehendak dengan qudror irodatnya apapun bisa terjadi…kun fayakun…

    Posted by Muhammad Idris Al-Bandany | Selasa, November 29, 2011, 11:25 am

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: