About Islam, Aqidah dan Manhaj, Berita, Halal dan Haram, Iman, Jeritan Hati, Keluarga Bahagia, Kisah, pasutri

Wanita Pencemburu


Ketika suamiku memutuskan untuk menikah lagi dengan seseorang setelah beberapa tahun aku mengarungi bahtera rumah tangga dengan kebahagiaan bersamanya dan beberapa buah hati kami, aku berusaha membujuknya untuk mengurungkan niatnya, namun rupanya suamiku tetap teguh pada pendiriannya dengan alasan bahwa dirinya sanggup berpoligami dan agama membolehkan  seorang suami untuk berpoligami dengan empat orang istri.

Ketika aku kehabisan cara untuk mencegah suamiku berpoligami, salah seorang saudariku menganjurkan padaku untuk mendatangi orang pintar untuk menyelesaikan masalah ini. Aku menuruti anjuran tersebut dan mendatangi si orang pintar. Di sana kuceritakan masalah yang kuhadapi. “Itu perkara mudah. Aku akan menjadikan suamimu tunduk kepadamu dan melupakan istri mudanya.” kata dukun itu.

“Bagaimana caranya?” Tanyaku.

“Tunggu, datanglah kepadaku dua hari lagi.” Katanya.

Setelah dua hari aku mendatanginya lagi. sesampainya di sana, dukun itu memberiku sebuah jimat seraya berkata, “Simpan benda ini di tempat tersembunyi yang jauh dari air, karena khasiatnya terletak pada tulisannya, jika tulisannya terhapus, maka khasiatnya akan hilang.” Aku meletakkan pemberian dukun itu di tempat tersembunyi. Setelah itu aku terus menunggu hasil yang dijanjikan. Kalau saja aku tak pernah mendatangi dukun itu, pasti aku tidak menunggu-nunggu seperti ini. Aku hampir tidak bisa berbuat apa-apa disebabkan perbuatanku ini! Selang beberapa hari, suamiku pulang. Keadaannya berubah, ia menjadi seperti orang linglung yang tak tahu harus berbuat apa. Dia menghabiskan malamnya bersamaku. Esok harinya dia pergi menemui istri mudanya.

Setelah dua hari berlalu, suamiku kembali. Setelah kami masuk ke peraduan, tiba-tiba dia berdiri dan  mengambil pisau. Dengan tangan menggenggam pisau dia berkata padaku, “Jika kau tidak berterus terang kepadaku, maka aku akan membunuhmu.”

“Tenang. Ada apa ini?” Tanyaku.

“Aku cuma ingin tahu alasan kau melakukan itu?” Katanya.

“Alasan? Alasan apa?” Tanyaku.

“Mengapa jika aku bersamamu, aku dapat berbuat apa saja sesukaku. Namun ketika aku bersama istri mudaku, aku tak dapat menyetubuhinya?”

Tanyanya. “Masya Allah! Apa salahku?” Tanyaku.

“Aku tahu pasti ada apa-apa, tampaknya ada perempuan yang berbuat jahat. Katakan padaku apa yang kau lakukan. Lebih baik kau berterus terang kepadaku.” Suamiku mendesakku. Dia berdiri dan meletakkan pisau di leherku. Aku menangis dan berteriak, namun dia tak bergeming.

“Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk tidak membeberkannya kepada orang lain, karena api cemburu telah membutakanku.” Kataku.

“Baik” katanya.

Aku kemudian mengambil jimat dari  si dukun lalu kukatakan kepada suamiku, “Cucilah jimat ini, kemudian pergilah ke istri mudamu.” Suamiku pergi selama dua hari. Sekembalinya dia berkata kepadaku, “Kau harus memberitahuku orang yang berbuat seperti ini.” “Mengapa?” Tanyaku. “Dia tidak boleh tinggal di tengah masyarakat, karena dia adalah seorang penyihir. Dan kau harus segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhaanahu waTa’alaa, karena kau telah mendatangi seorang penyihir.” Katanya. “Tapi kaulah penyebabnya.” Kataku. “Lantas mengapa kau menikahiku, padahal kau tahu aku orang yang lemah.” Katanya.

Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, namun sulit. Suamiku terus menasehatiku. Setelah pertengkaran kami reda, aku memberitahu padanya nama dukun yang pernah kutemui. Suamiku langsung pergi untuk mendatangi dukun itu. Selang beberapa saat, suamiku kembali. “Dukun itu langsung kabur begitu melihatku. Namun aku telah berkata kepada para penduduk dan menerangkan kepada mereka bahwa orang tua itu adalah seorang penyihir kafir yang harus dipenggal lehernya, begitu pula bagi siapa saja yang mendatangi dan mempercayainya hendaklah segera bertaubat karena ia juga telah kafir.”

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: