An-Nisaa', Berita, Coretan, Keluarga Bahagia, pasutri, remaja, syair, Tazkiyatun Nufus

Problematika Menikah Saat Kuliah…!!!


Mata yang beradu mata dalam pandangan
adalah jalan kerusakan ke dalam hati
beberapa saat terjadi peperangan
hingga berlumuran darah dan mati.


Wahai kedua mata, kau nikmati pandangan
lalu kau susupkan kepahitan ke dalam hati
jangan lagi kau ganggu hati ini
berbuat lalim dengan sekali tebasan

syair di atas menunjukkan bahwa permulaan zina berasal dari pandangan. Nabi Shallallaahu Alahi wa Sallam telah menegaskan bahwa dua mata itu bisa berzina. Keduanya merupakan permulaan zina kemaluan, penuntun dan pendorongnya. Beliau pernah ditanya tentang pandangan secara tiba-tiba. Maka beliau memerintahkan orang yang bertanya itu untuk mengalihkan pandangannya. Beliau juga bersabda kepada Ali bin Abu Thalib, “Janganlah engkau susuli pandangan dengan pandangan lagi.”

Oleh karena itulah, para pemuda-pemudi dianjurkan menikah jika ia telah mampu baik lahir maupun batin. Namun, jika belum mampu, maka berpuasalah. Problematika yang ada saat ini, banyak saudara kita yang belum mau menikah dengan alasan belum cukup uang atau belum punya pekerjaan tetap. Sedangkan tidak sedikit dari saudara kita yang justru menertawakan sebagian saudara-saudaranya yang ingin menikah walaupun masih kuliah.

Menikah? Kamu kan masih kuliah?” Pertanyaan yang pertama kali terlontar dari orang tua, teman-teman saat saya memutuskan untuk menikah ketika masih kuliah. Mungkin pertanyaan senada juga banyak ditanyakan oleh para orang tua ketika melihat anaknya yang masih kuliah memutuskan untuk menikah. Umumnya karena khawatir anaknya tidak lulus kuliah sehingga tidak punya masa depan. Padahal hal ini tidak usah ditakutkan secara berlebihan, karena insyaAlloh jika niatan menikah itu karena Alloh semata, maka kuliah pun tidak akan berantakan.

Pernikahan adalah anugerah dan nikmat yang sangat besar yang telah Alloh berikan bagi manusia, sebuah ikatan hati yang sangat erat, sampai-sampai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Kami belum pernah menyaksikan dua insan yang saling berkasih sayang melebihi cinta kasih suami istri dalam ikatan pernikahan.” (Hadits shohih riwayat Ibnu Majah)

Menikah dan kuliah sebenarnya tidak perlu ditakutkan jika kita bisa menyikapinya secara bijak. Kesiapanlah yang diperlukan bagi seseorang yang memutuskan untuk mengambil langkah ini. Namun perlu diingat, kesiapan di sini bukanlah berarti harus siap pesta pernikahan yang mewah, materi berlimpah, punya gaji yang super, rumah yang megah beserta perabotannya atau lainnya. Tapi kesiapan untuk menjadi seorang istri dan ibu, menjadi seorang suami dan ayah, kesiapan memanajemen waktunya untuk keluarga dan juga kuliah, sehingga pernikahan sukses dan kuliah juga sukses.

Jangan pernah takut menikah karena alasan kita belum punya penghasilan yang besar atau karena belum ada biaya untuk pernikahan. Ingatlah janji Alloh untuk menolong hamba-Nya seperti sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada tiga golongan manusia yang berhak Alloh tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.” (Hadits Riwayat Ahmad 2:251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No.2518, dan Hakim 2:160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).

Begitu pula dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang artinya, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An-Nuur: 32). Para Salafus-Shalih juga sangat menganjurkan untuk menikah dan mereka anti membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.

Janji Alloh adalah benar. Saya dan suami pun menikah saat kami masih kuliah. Kami merasakan telah diberi kemudahan pada pernikahan kami. Semula keluarga mempertanyakan keputusan kami untuk menikah, namun kemudian keluargalah yang membantu semua persiapan pernikahan, tak ketinggalan pula teman-teman kuliah, semuanya turut membantu kami. Sekarang hampir setengah tahun pernikahan kami dan Alhamdulillah saya telah menyelesaikan kuliah beberapa bulan yang lalu. Menjadi seorang istri memberikan motivasi positif buat saya menyelesaikan kuliah. Begitu pula pengalaman beberapa teman saya yang juga menikah saat masih kuliah. Alhamdulillah mereka mampu menyelesaikan kuliah pada waktunya. Bukankah dengan adanya seseorang yang kita cintai mendampingi kita semakin bersemangat untuk menyelesaikan kuliah?

Jadi, jangan takut untuk menikah saat masih kuliah. Luruskanlah niat karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menikah untuk membentengi akhlak yang luhur dari perbuatan maksiat seperti pacaran dan zina, menegakkan rumah tangga yang Islami, untuk meningkatkan ibadah kepada Alloh, juga untuk mencetak keturunan yang sholih, insyaAllah. (Ummu Zuhrah)

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

4 thoughts on “Problematika Menikah Saat Kuliah…!!!

  1. Assalamu’alaykum.
    Jazakillahu khoiron, tulisannya bagus.

    Posted by Rizka F | Senin, Desember 20, 2010, 6:39 pm
  2. like…….

    Posted by syarifa | Selasa, Februari 1, 2011, 7:50 am
  3. alhamdulillh ini mnjadikan motivasi untuk saya…….. terima kasih…. ^.^

    Posted by ayu | Selasa, September 13, 2011, 3:18 pm
  4. asslamualaikum, jazakillah ukh hehe..
    mau tanya ka.
    kata kaka kan jangan takut menikah sambil kuliyah,
    tapi kalau nikah sebagai suami kan harus punya penghasilann dan beban yg memangg lebih berat ketika kuliah.. itu bagai mana ya kak menyikapinya? karena sy juga mau cepet nih ka hehehhe

    Posted by daud | Jumat, Februari 26, 2016, 7:21 am

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: