pasutri, remaja, syair, Taman Orang Jatuh Cinta, Tazkiyatun Nufus

Kecemburuan yang Mengakibatkan Buruk Sangka


ini adalah cemburu yang tercela, yaitu cemburu yang menimbulkan buruk sangka, sehingga orang yang sedang jatuh cinta tega menyakiti kekasihnya dan memanasi hatinya dengan kemarahan. Cemburu seperti ini dibenci Alloh, terlebih lagi jika cemburu itu tanpa disertai keragu-raguan.

Ada pula cemburu yang mendorongnya menghukum sang kekasih melebihi kewajaran, sampai-sampai ada orang yang tega membunuh kekasih yang dicintainya, hanya karena cemburu. Ada seorang penyair yang mempunya dua pembantu, seorang pemuda dan gadis. Yang satu tampan dan satunya lagi cantik. Penyair ini sangat mencintai keduanya. Suaut hari tatkala masuk rumah, dia melihat keduanya saling berpelukan. Maka dia mengikat keduanya lalu membunuh mereka. Akhirnya dia duduk termenung di dekat kepala pembantu wanitanya, sambil menangis sesenggukan entah berapa lama, kemudian dia berkata,

Wahai yang mengintip kematiannya

buah kematian yang bergetar di tangannya

kuguyurkan lelehan darahnya ke butir-butir embun pagi

seperti cinta yang terguyur sat pertemuan bibir kami

kukalungkan pedang di batang lehernya yang jenjang

dan air mataku menetes di pipinya yang kemerahan

sandalnya lembut menginjak butir-butir embun basah

tiada yang lebih indah daripada sandal kekasih

apapun yang terjadi dia telah meninggal dunia

aku tak kan menangis jika tanah menimbunnya

aku tak rela jika orang lain menikmati keelokannya

aku tak rela jika pemuda itu selalu memandangnya

Kemudian dia duduk di samping jasad pembantu laki-lakinya, lalu melantunkan syair lainnya.

Adapula orang yang jatuh cinta cemburu terhadap kekasihnya karena dirinya. Ini termasuk cemburu yang aneh. Sebabnya dia khawatir dirinya akan menjadi kunci bagi orang lain. Dikisahkan bahwa Al-Hasan bin Hani’ dan Ali bin Abdullah Al-Ja’fary sedang bercengkerama berdua, lalu mereka saling melantunkan syair. Al-Hasan terlebih dahulu,

Tatkala kutahu dia tiada menaruh hati padaku

cintanya tiada pula tertuju pada diriku

kuharap dia menjatuhkan cintanya kepada selainku

demi kehangatan cinta dan berbalik lagi kepadaku

Lalu Ali menimpali,

Boleh jadi aku senang kau menghalangiku

karena engkau ingin mendapatkan pencarianmu

karena khawatir aku menjadi kunci bagi orang lain

kalau pun tidak menyendiri aku pun menyukai harapan

Sebagian orang ada yang tidak mau menyebutkan ciri-ciri kekasihnya dan keindahan dirinya, karena hal ini bisa memancing orang lain juga mencintainya, sebagaimana yang dikatakan Ali bin Isa Ar-Rafi’y,

Aku takkan menyebut-nyebut diri kekasihku

agar tiada memancing hasrat orang yang punya mau

aku takkan mengusik hati laki-laki lain

menyembunyikan diri wanita bisa memutus hubungan

Banyak orang-orang bodoh yang menyebutkan ciri-ciri istrinya dan kecantikannya kepada laki-laki lain, yang justru mengakibatkan perceraiannya dan laki-laki lain itu justru menjalin hubungan dengan istrinya.

karena rasa cemburu yang berlebih-lebihan, ada pula seseorang yang menganggap dirinya seperti orang lain, sehingga dia mencemburui kekasihnya terhadap diri sendiri. Memang banyak hal-hal yang aneh dalam masalah cinta. Seorang penyair berkata,

Wahai yang namanya disebut dalam suatu pertemuan

kecantikan wajahnya mempesona di hati semua orang

karena pandanganku aku menjadi cemburu

begitupula terhadap semua orang selainku

jiwaku sebagai tebusanmu meski aku kebingungan

air mataku basah seraya mengetuk pernapasan

kau tahu karena cintaku padamu aku tersiksa

terhadap hidup dan harapannya aku pun putus asa

Ada pula orang yang ingin menyesuaikan dirinya dengan sang kekasih, sementara kekasihnya tidak ingin dia mengait-ngaitkan cintanya kepada dirinya atau menyebut-nyebut cintanya. Karena itu dia mencemburui kekasih terhadap dirinya sendiri, seperti kesenangannya menghindari kekasih jika dia menyadari ada sesuatu yang diinginkannya dari yang kekasih. Seorang penyair berkata,

Aku suka menjauh dari dirimu

jika kutahu di dalam hatiku ada sesuatu

andaikan bukan karena kesenanganmu aku pun begitu

suatu saat aku tak yakin terhadap kesabaranku

Tingkatan cemburu yang tertinggi ada tiga macam:

  1. Kecemburuan hamba karena Rabb-nya jika hal-hal yang diharamkan-Nya dilanggar dan hukum-hukum-Nya disia-siakan.
  2. Kecemburuan hamba terhadap hatinya sendiri jika ia menyenangi hal-hal selain Alloh dan condong kepada selain-Nya.
  3. Kecemburuan hamba terhadap kehormatan dirinya, jika ada orang lain yang mengintipnya.

Jika ada yang bertanya: Lalu termasuk jenis cemburu macam apakah kecemburuan Fathimah, putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhdap Ali tatkala hendak menikahi putri Abu Jahl, dan kecemburuan beliau demi Fathimah ini? Bisa dijawab sebagai berikut: Diantara jenis cemburu itu ada yang disukai Alloh dan Rasul-Nya. Beliau telah mengisyaratkan bahwa Fathimah adalah bagian dari dirinya. Apa yang menyakiti Fathimah juga menyakiti beliau, apa yang menggelisahkan Fathimah juga akan menggelisahkan beliau. Kedua wanita itu tidak baik jika berkumpul menjadi satu. Putri Rasulullah Shallallahu Alaihi waSallam tidak baik jika berkumpul dengan putri musuh beliau, sama-sama menjadi istri seorang laki-laki.

ini merupakan bentuk pengingkaran yag tidak bisa dianggap main-main. Di samping itu, tatkala beliau menyebut nama besarnya yang dikabari lalu membenarkan beliau, diberi peringatan lalu memperhatikan beliau, merupakan bukti bahwa Ali diberi syarat seperti itu tatkala melaksanakan akad nikah, entah lewat perkataan, entah secara tradisi, entah menurut keadaan yang terjadi saat itu. Syarat itu ialah, dia tidak boleh membuat Fathimah menjadi risau dan menyakitinya, tetapi harus menggaulinya dengan cara yang ma’ruf. Maka sudah barang tentu bukan sesuatu yang ma’ruf jika Ali menikahi putri musuh beliau dan memancing kebencian Fathimah. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi waSallam bersabda, “Kecuali jika Ali bin Abi Thalib ingin menceraikan putriku dan menikahi putri Abu Jahl.” (Kisah ini diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim, At-Tirmidzy dan lain-lainnya).

Syarat menurut tradisi yang berlaku, seperti syarat yang diucapkan lewat kata-kata menurut pendapat sebagian besar fuqaha, fuqaha madinah, Ahmad bin Hanbal dan rekan-rekannya, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi waSallam khawatir akan menimbulkan cobaan terhadap agama Fathimah, karena dia harus berkumpul dengan putri musuh Alloh. Kecemburuan beliau tidak hanya karena ketidaksukaan karena keduanya harus berkumpul. Tetapi yang mendorong kecemburuan beliau ini ialah kehormatan agama. Beliau telah mengisyaratkan hal ini dengan bersabda, “Sesungguhnya aku khawatir akan mendatangkan cobaan bagi agamanya,”Allohlah yang lebih tahu mana yang benar.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: