About Islam, An-Nisaa', Berita, birrul walidain, Halal dan Haram, Iman, Jeritan Hati, Keluarga Bahagia, Kisah, Konsultasi, remaja

Ibu yang Suka Menghina Anaknya


Sampai-sampai, kalau pun ia memaksa Anda untuk berbuat maksiat dan menyekutukan Allah, kewajiban Anda untuk berbakti kepadanya tidak pernah berubah. Anda tetap wajib berbakti, walau Anda tidak boleh mematuhinya (dalam berbuat maksiat dan menyekutukan Allah)

****

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya ingin menanyakan: apakah seorang ibu boleh menghina atau menjelek-jelekkan anak perempuannya di muka umum? Bagaimana hukumnya seorang ibu yang telah menyia-nyiakan anak perempuannya, dan bagaimana sikap anak terhadap ibunya tersebut?

Karyo (tito***@*****.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah. Salawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.

Ibu adalah orang yang paling berjasa bagi Anda selama Anda hidup di dunia. Andai tidak ada ibu Anda, niscaya Anda tidak pernah menghirup udara segar di dunia ini. Karenanya, Islam menjadikan hak-hak ibu Anda di atas segala hak makhluk hidup di dunia ini. Hak ibu adalah hak yang wajib Anda penuhi setelah hak-hak Allah ta’ala. Sampai-sampai, kalau pun ia memaksa Anda untuk berbuat maksiat dan menyekutukan Allah, kewajiban Anda untuk berbakti kepadanya tidak pernah berubah. Anda tetap wajib berbakti, walau Anda tidak boleh mematuhinya (dalam berbuat maksiat dan menyekutukan Allah).

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anak untuk tidak berbakti walau si ibu telah berbuat durhaka kepada Allah, berbuat maksiat, dan lainnya. Apalagi, hanya sekadar ibu yang menghina anaknya dan tidak memberi nafkah yang cukup kepada anaknya tersebut.

Kesalahan ibu tidak bisa menjadi alasan bagi anak untuk berbuat salah atau membalas kesalahan dengan kesalahan. Bila dengan orang lain yang berbuat jahat saja, kita diperintahkan untuk membalasnya dengan yang baik, apalagi bila yang berbuat salah adalah ibu kita sendiri.

Baca dan renungkan ayat ke-34 surat Fushshilat. Bila Anda membalas sikap ibu Anda dengan yang lebih baik, niscaya dalam waktu dekat, sikapnya akan berubah. Hanya saja, bisa jadi, sikap ibu Anda ini didasari oleh rasa kesalnya dan kekecewaaannya kepada sikap Anda selama ini. Karenanya, mengoreksi diri adalah tindakan penting dalam masalah Anda ini.

Wassalamu ‘alaikum.

Dijawab oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A. dari Dewan Pembina Konsultasi Syariah.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

10 thoughts on “Ibu yang Suka Menghina Anaknya

  1. Assalamu ‘alaikum.saya ingin menanyakan pantaskah seorang ibu tiri menghina ank tirinya di depan umum….padahal anak perempuan yg sering dihina pengemis,pelacur ddpan umum itu menggapnya sebagai ibu kandungngya sendiri…ketika ia sakit anak itu itu merawatnya layaknya ibu kandungnya sendiri…tapi kenapa seorang ibu tiri selalu kejam….masih pantaskah dia di panggil ibu….

    Posted by anik | Selasa, September 13, 2011, 8:31 pm
    • tidaklah selamanya ibu tiri itu kejam. ketika kita memiliki ibu tiri yg menjaga, merawat kita dari kecil hingga dewasa. maka selayaknya kita menghormati, menyayangi layaknya ibu kandung. jika ibu anti menghina anti, maka sikap anti tetaplah sabar, tawakal, dan selalu mendoakan ibu anti. semoga diberi hidayah dan ampunan. untuk anti tetaplah sopan, tunjukkan bakti anti kepadanya, semoga dgn cara anti yg tetap menunjukkan anak yg sholehah, ibu anti sadar dgn sikapnya slama ini. wallahua’lam

      Posted by Admin | Rabu, September 14, 2011, 10:38 am
      • Itu tidak semudah itu, tidak ada manusia bisa berubah dengan mudah seperti membalikan telapak tangan
        Saya dalam keadaan yg lebih parah
        Saya pikir ibu saya bakal berubah lebih baik kelak ternyata tidak
        Beliau hanya menghargai saya kalau saya memberikan keuntungan atau mendatangkan uang bwt beliau
        Makin hari ke hari semakin banyak yg dia tuntut
        Saya dipandang rendah kalau tidak bisa memenuhi tuntutannya
        Dari kecil saya diperlakukan beda dr saudara yg lain selalu semua kesalahan ditumpahkan ke saya
        Ibu saya selalu membangga2kan saudara 3 orang laki2 n 1 orang saudara perempuan saya dan ibu mengajarkan mereka untuk membenci saya dan memperlakukan saya hanya seperti pembantu

        Tidak akan ada satupun orang yg percaya cerita saya hanya segelintir teman2
        Krn ibu pandai bersandiwara di depan umum dan menekan saya untuk bersandiwara seolah2 tidak ada apa2
        Sekarang permintaan ibu saya semakin aneh2 nuntut supaya saya beli rumah, tanah, cari suami kaya raya dll
        Padahal saya cuma wanita 24tahun, puji syukur allah swt tidak pernah tidur, saya dinikahi pria baik, alim n bertanggungjawab namun kesana2nya ibu saya makin menekan saya untuk meminta ini itu dan memaksa saya untuk memeras suami saya

        Saya tidak mau jadi anak durhaka, maka dari itu drpada saya jdi anak yg melawan ibu lebih baik saya pergi menjauh perlahan n saya tahu ibu saya tidak akan pernah berubah

        Posted by Malang | Kamis, November 5, 2015, 6:11 pm
  2. assalamu ‘alaikum..saya ingin sedikit bercerita & bertanya.
    saya tinggal bersama mertua dari setelah menikah,sampai saya punya anak,stelah saya melahirkan ibu kandung saya ikut d’rumah mertua saya karna membantu saya mejaga anak,dengan berjalan’y waktu,diam2 d’belakan saya,mertua saya sering menjelek2an saya dengan ibu saya,padahal saya g pernah bertetangga palagi sampai ngerumpi ngomongin mertua.
    dan suatu hari.da salah satu tetangga yg menyampaikan omongan mertua saya k’keluarga saya,suami saya marah dan mengajak saya keluar dari rumah,yang saya g terima ibu saya d’tunjuk2 tanpa alasan,mungkin karna dia malu atau gimana g ngerti.
    setelah saya keluar dari rumah,omongan’y makin parah sampei ngehina ibu saya lonte,perek,depan umum,dan ibu saya hanya bisa diam saja.sakiit sekali liat ibu saya d’hina oranga,dan kata saya g bergunalah sgala macam,pdahal saya belum lama mengenal kluarga suami tp sudah begini saya sempat kaget.
    pertanyaan saya..
    untuk orang seperti itu gimana menurut agama pa yang akan dia dapatkan dari tuhan,n saya sakit sekali pa saya salah sayah begitu membenci’y,soal’y saya g terima ibu kandung saya d’hina seperti itu.
    skian cerita n pertanyaan saya..

    Posted by meilia | Jumat, November 4, 2011, 10:52 am
  3. ass.wr.wb saya ingin bertanya dan bercerita sedikit tentang kehidupan saya. saya sejak kecil di asuh oleh nenek saya. kemudian waktu umur 7thn say . ketika sya diasuh dgn nenek sya . nenek saya baik dan penyayang sampai suatu hari saya pindah dgn ibu saya . nenek sya stres . dia mencari2 saya kemanapun namun tak kunjung menemui saya. dan akhirnya ajal menjemputnya. singkat certa , sya di sini (kota s) tidak betah . cacian ibuku yang mengiris hati sangat sakit . berbagai macam ejekan menimpa saya . saya orangnya gendut. dan ibu saya sangat membenci itu . ibu sya pernah bertanya kepada sya, apa kelebihanmu? sya sangat kaget mendengarnya. tapi saya hanya bisa menangis di kamar sendiri . apa yang harus sya lakukan ? sya tidak betah dgn semua ini

    Posted by aiz alexandria | Sabtu, Februari 23, 2013, 9:41 pm
  4. Ass.
    Ibu saya adalah org yg sangat baik, tp sifatnya mudah berubah2. Saat dia jahat, dia akan memukuli saya. Wajah dan kepala saya dipukuli dg sendal, fisik saya dihina, dia selalu mengungkit apa yg telah dia berikan, menyumpahi saya agar hidup saya sesusah dia atau saya hamil dluan, dan jg mengusir saya.
    Saat saya mengemasi barang2 saya, dia memarahi saya, mengatakan kalau saya tega pergi. Pdhal dia bahkan baru saja menyuruh saya pergi.
    Dan kalau saya membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dia selalu menganggap saya pemalas. Saya jg tidak boleh tidur siang, jika saya tidur dia pasti memarahi saya.
    Lalu saya harus bagaimana? Tolong jawab pertanyaan saya. Terimakasih 🙂

    Posted by Paramitha Bella | Minggu, April 20, 2014, 3:07 pm
  5. ass wrwb.
    apa yang harus dilakukan seorang anak jika dia dikatakan lonte oleh ibunya sendiri dan apa hukum nya?

    Posted by mentari flameysa adysti | Sabtu, Agustus 9, 2014, 8:13 am
  6. wahai saudara saudariku yg menderita krn orangtuanya sabar dan tetap hormatlah pada mereka, mereka menyakitimu pada dasarnya mereka menderita di masa lalu mereka, mereka tidak dapatkan yg kamu dapatkan saat ini, kamu adalah gambaran yg mereka inginkan ketika muda, semakin jauh ortu dr Allah semakin setan mendekati. bacalah alquran dan niatkan hadiah untuk ortu, allah bersama org2 yg sabar, patuhilah mereka kecuali bila mereka mengajak kepada keburukan maka nasihatilah mrk dgn lemah lembut.
    minta maaf pd mrk setiap hari, Allah akan selalu bersamamu Insya Allah Dia melembutkan hati ortumu aamiin

    Posted by believe | Kamis, November 6, 2014, 4:32 am
  7. Assalamualaikum. Saya sangat sayang ibu saya, tp saya gak tau kenapa ibu saya lebih syang dg kk sya, sya tdk iri asalakan ibu sya bhagia apa yg ibu sya minta sya sll berusaha memberikannya tp sya gak tau kenapa ibu sya bilang sya anak bpk sya dan ibu sya sll bilang dg org sya ank bpk dan bpk sll memenuhi permintaan sya pdahal sya gk pernah minta2 sya sll berusha sendiri. Ibu sya lebih dekat dg kk sya apa yg dikatakan kk sya beliau selalu setuju. Skrang sya jauh dri ibu bpk sya tp bpk sya sll menelfon sya ibu sya tdk. Sya sangat sedih sya rindu ibu sya tp stiap ingat kata2 itu “anak kmu cuma dy”, didepan sya” sya gk sanggup menelfon beliau. Dan ibu sya selalu bilang kk kamu dlu pernah susah sebelum kmu lahir. Sya jga tdk dekat dg kk sya krn ap sja yg sya lakuka sll slah sma dy. Mhon nasihatnya krn sya ingin ksihsyang ibu sya.

    Posted by Tian | Selasa, September 1, 2015, 9:52 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: