An-Nisaa', Keluarga Bahagia, pasutri, rumah tangga, Taman Orang Jatuh Cinta

Mengayuh Biduk Bag 3 (Contoh Kesabaran Istri)


Istri Abdullah memImage and video hosting by TinyPicilih untuk tetap menjadi istrinya. Abdullah atau yang lebih sering disebut dengan Ibnul Qasim kemudian menempuh perjalanan untuk bertemu dengan Al-Imam Malik dan tinggal di Madinah untuk mulazamah dengan Al-Imam Malik selama 17 tahun. Ia tidak tersibukkan dengan jual beli/perdagangan, tapi semata-mata perhatiannya ditujukan untuk menimba ilmu. Dalam masa tersebut, istrinya telah melahirkan seorang anak laki-laki dan jelas telah tumbuh besar. Namun Ibnul Qasim tidak mengetahui berita kelahiran putranya ini, karena hubungan/komunikasinya dengan istrinya telah terputus sejak ia pergi.

*****

Contoh Kesabaran Seorang Istri Berpisah dengan Suaminya

Kami ingin membawakan sebuah contoh dari kisah orang terdahulu berkaitan dengan kesabaran seorang istri ditinggal pergi dalam waktu lama oleh suaminya. Perpisahan itu terjadi karena si suami hendak menuntut ilmu agama ke negeri lain, untuk duduk di hadapan seorang alim yang besar dan terdepan di masa itu.

Dikisahkan, Abdullah bin Al-Qasim Al-’Ataki Al-Mishri hendak safar meninggalkan Kairo menuju ke Madinah guna menuntut ilmu di sisi Al-Imam Malik t. Istri Abdullah ketika itu sedang hamil maka ia berkata kepada istrinya, “Aku telah berketetapan hati untuk melakukan perjalanan guna menuntut ilmu dan aku tidak melihat akan kembali ke negeri Mesir ini kecuali setelah berlalu masa yang panjang. Bila engkau ingin agar aku menceraikanmu, aku akan ceraikan sehingga engkau bisa menikah dengan siapapun yang engkau inginkan. Namun bila engkau tetap ingin menjadi istriku, aku pun akan melakukannya akan tetapi aku tak tahu kapan aku dapat kembali kepadamu.”

Istri Abdullah memilih untuk tetap menjadi istrinya. Abdullah atau yang lebih sering disebut dengan Ibnul Qasim kemudian menempuh perjalanan untuk bertemu dengan Al-Imam Malik dan tinggal di Madinah untuk mulazamah dengan Al-Imam Malik selama 17 tahun. Ia tidak tersibukkan dengan jual beli/perdagangan, tapi semata-mata perhatiannya ditujukan untuk menimba ilmu. Dalam masa tersebut, istrinya telah melahirkan seorang anak laki-laki dan jelas telah tumbuh besar. Namun Ibnul Qasim tidak mengetahui berita kelahiran putranya ini, karena hubungan/komunikasinya dengan istrinya telah terputus sejak ia pergi.

Ibnul Qasim berkisah sendiri, “Ketika suatu hari aku sedang berada di sisi Al-Imam Malik dalam majelis beliau, tiba-tiba datang menemui kami seorang pemuda dari Mesir dalam keadaan menutup wajahnya. Ia mengucapkan salam kepada Al-Imam Malik kemudian bertanya, “Apakah di antara kalian ada Ibnul Qasim?” Orang-orang yang hadir pun menunjuk Ibnul Qasim yang ditanya si pemuda. Pemuda itu menghadap kepadaku, merangkulku, dan mengecup di antara dua mataku. Aku mendapati perasaan bahwa ia adalah anakku. Ternyata ia memang anakku yang dulunya aku tinggalkan masih dalam kandungan istriku. Sekarang ia telah besar dan menjadi seorang pemuda.” (Waratsatul Anbiya`, hal. 41)

Lihatlah kesabaran yang mencengangkan dari istri Ibnul Qasim. Dalam keadaan mengandung ditinggal oleh sang suami, hingga ia melahirkan dan membesarkan anaknya, sampai si anak dapat menyusul sang ayah di negeri penuntutan ilmunya, di sisi alim besar di masanya, imam Darul Hijrah.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)

majalah asy-syariah

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: