Adab, Akhlak,dan Nasihat, An-Nisaa', Halal dan Haram, Kisah, remaja, Seputar Wanita, Tazkiyatun Nufus

Wanita Centil atau Bintang Porno


Topik ini saya angkat berdasarkan pengalaman yang saya lihat di lingkungan. Mungkin judul di atas agak ekstrim karena pilihannya hanya 2 yaitu: Wanita Centil atau Bintang porno.  Sekilas sifat atau ucapan di atas terlintas bagi sebagian orang bahwa keduanya disematkan kepada wanita yang memiliki perangai buruk, suka memamerkan aurat, tidak berjilbab. Tapi, kejadian ini justru sebaliknya..

Hampir sebagian ikhwan sering berhadapan dengan wanita semacam ini. Entah di lingkungan kampus, tetangga, mall, atau bahkan di lingkungan kerja. Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di lingkungan kerja. Ada seorang akhwat yang berjilbab walaupun bukan jilbab yang lebar, bertingkah layaknya wanita tanpa memiliki rasa malu. Bukan hanya itu saja, ia sering menggoda ikhwan satu kerjanya. Tak ada bedanya, apakah ikhwan tersebut beristri atau masih bujang. Sesumbar ia mencandai ikhwan-ikhwan tersebut. Entah ia seirus ataukah bercanda. Namun, saya menganggapnya bercanda. Kenapa??? Karena pada zaman sekarang ini, hampir sebagian akhwat anti poligami. Terlepas dari itu semua, benarlah apa yang disabdakan Rasulullloh Shallallaahu’alaihi wasallam:

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah aku tinggalkan setelah kematianku kelak sebuah fitnah kekacauan yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki dari pada fitnah (yang disebabkan) wanita.” Shahih: Ash-Shahihah (2701). Muttafaq ‘Alaih.

Ada kejadian yang membuatku tersentak. Tak kusangka  teman kerja pria menyematkan wanita tersebut dengan ucapan: seperti Bintang Porno Jepang. Setelah mendengar ucapan laki-laki itu, wanita ini pun menangis. Pertanyaannya adalah kenapa pria itu menyematkan kata Porno kepada wanita tersebut?

Jawabannya adalah kembali kepada si wanitanya. Saya berharap dengan kejadian itu, wnaita tersebut merenungi semua perangainya, pergaulannya terhadap lawan jenis. Tapi kenyataannya….

Kejadian itu dianggapnya sebuah angin lalu, yang datang kemudian pergi dengan sendirinya. Padahal, kalau seandainya wanita itu memiliki rasa malu, memahami kodratnya sebagai wanita, maka ia akan berusaha memperbaiki akhlaknya, menjaga kehormatannya, dan menundukkan pandangannya.

Allah berfirman :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].

Ibnu Katsir berkata : «Ini adalah perintah dari Allah ’azza wa jalla kepada hamba-hamba-Nya mukminin untuk menundukkan pandangan-pandangan mereka dari perkara-perkara yang diharamkan bagi mereka. Mereka tidak memandang kecuali pada apa yang diperbolehkan bagi mereka dan untuk menundukkan pandangan dari yang diharamkan, apabila kebetulan memandang kepada yang haram tanpa disengaja maka langsung memalingkan pandangannya secepat mungkin”

Wahai ukhti belumlah jelas apa yang Alloh firmankan. Tidakkah engkau takut kepada Alloh. Waliyaadzubillaah..

Waktu terus berlalu, hari berganti hari,bulan berganti bulan. Tak ada perubahan darinya. Bahkan ia semakin menjadi-jadi. Tertawa berlebihan, merayu, bahkan menyentuh kaum pria. Ia pun mendapatkan julukan baru Wanita Centil. Julukan ini mungkin sedikit lebih ringan daripada julukan yang pertama ”Bintang Porno”. Bahkan terkadang dari teman prianya muncul kata-kata yang seharusnya membuatnya ia malu. Tapi kenyataannya ia ketawa dan seolah-olah bangga dengan julukan itu. Na’uudzubillaah.

Inilah sebuah fenomena singkat namun memiliki bahaya besar bagi dirinya, agamanya, dan para pria. Inilah sekelumit kejadian yang mungkin bagi sebagian orang dianggap biasa.

Wahai saudariku..jadikanlah rasa malu sebagai sifatmu, dimana malu adalah fitrah bagimu. Malu adalah sebuah sifat yang sangat lekat ketika kita berbicara tentang wanita. Maka beruntunglah engkau saudariku ketika Allah menciptakanmu dengan sifat malu yang ada pada dirimu! Karena apa? Hal ini tidak lain karena malu adalah bagian dari iman.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang Anshar yang sedang menasehati saudaranya karena sangat pemalu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu adalah bagian dari Iman.” (HR. Bukhari Muslim).

Saudariku, ketahuilah bahwa sesungguhnya rasa malu akan membentengi dirimu dari perbuatan tercela dan maksiat. Malu ketika engkau dilihat, malu ketika kaum pria mencandaimu, dan malu ketika engkau melanggar batas-batas hokum Alloh dan fitrahmu sebagai wanita. Serta malu ketika engkau disifati Wanita Penggoda, Centil, dan Bintang Porno.

Semoga tulisan ini memberikan ibroh bagi kaum wanita untuk senantiasa menjaga kehormatannya, tidak ikhtilat dan berkhalwat dengan lawan jenis, dan memperhatikan adab-adab ketika bekerja di luar rumah (Baca: Hukum Wanita Bekerja di luar Rumah), serta untuk kaum pria semoga senantiasa menjaga dirinya untuk tidak berkhalwat,ikhtilath dan bercanda dengan lawan jenisnya.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: