About Islam, Berita, da'wah dan tsaqofah, Kisah

Renungan Pak Haji dan Bu Haji Bag 1


Suatu fenomena telah terjadi di kalangan jamaah haji khususnya dari negara kita, ketika telah selesai bertahalul maka ada sedikit perubahan dalam panggilan nama mereka yakni penambahan gelar Haji di depannya dan Hajjah bagi para wanita. Demikian pula setelah kepulangan mereka ke tanah air gelar kehormatan tersebut masih terus melekat dengan namanya, sehingga rasanya tidak afdhal jika kita memanggilnya tanpa mendahului dengan gelar itu.

Hal ini dikarenakan mulianya perjalanan ibadah tersebut yang merupakan paripurnanya rukun Islam yang lima, di samping memang membutuhkan pengorbanan yang besar baik tenaga, biaya maupun waktu sehingga tidak semua orang Islam mampu menunaikannya. Panggilan itu boleh jadi adalah sebagai penghormatan karena telah sukses melakukan acara ritual yang agung, atau mungkin juga bermula dari panggilan yang biasa digunakan oleh penduduk asli Arab ketika memanggil jamaah haji dengan “Ya Hajj” karena memang tidak tahu siapa namanya.

Bagi mereka yang memiliki latar belakang ilmu syar’i insya Allah gelar atau panggilan haji tersebut bukanlah masalah besar yang harus dipersoalkan. Artinya dia tidak akan peduli apakah orang lain nantinya akan memanggilnya dengan pak haji, bu haji atau tetap sebagaimana panggilan semula sebelum ia menjalankan ibadah haji, toh tujuan dan niatnya adalah semata-mata beribadah menuju keridhaan Allah. Dan memang demikianlah hendaknya setiap jamaah haji berniat dalam perjalanan hajinya, sebab jika niatnya lain, misalnya agar disebut sebagai bapak atau ibu haji maka ia tidak akan memperoleh apa-apa kecuali gelar dan panggilan tersebut, sedang di sisi Allah ia tak memperoleh bagian apa-apa.

Hal ini dikarenakan Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang dilakukan secara ikhlash semata-mata karenaNya di samping dilakukan menurut tuntunan yang disyari’atkan Allah dan diajarkan oleh NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam. Firman Allah Subhanahu Wata’ala, artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim). Dalam hadits lain, khusus berkenaan dengan haji beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kalian mengambil dariku manasik (cara-cara) kalian dalam berhaji.” (HR. Muslim).
Namun jika kita berbicara soal realita, maka teori di atas tidak sepenuhnya terpraktekkan, sebab tidak semua orang faham dan mengetahui apa tujuan haji yang sebenarnya. Bahkan orang yang sudah tahupun terkadang masih terkalahkan oleh hawa nafsunya sehingga ketika ada orang lain menyebut namanya tanpa menambahkan gelar haji di depannya, maka dadanya agak terasa sempit dan telinga sedikit merah karena kurang suka, lebih-lebih jika itu di depan khalayak ramai. Bahkan di antara mereka ada yang ketika dipanggil namanya tidak menjawab sebagaimana mestinya tapi malah berujar, “Saya sudah dua kali pergi haji lho!” Yakni menghendaki agar orang lain memanggilnya dengan gelar haji.

Dalam kasus ini perlu digaris bawahi bahwa kita bukannya bermaksud melarang orang menghormati orang lain dengan memberi gelar haji. Yang perlu diluruskan adalah bahwa perjalanan haji adalah perjalanan ibadah untuk menuju Allah Subhanahu Wata’ala dan mengharap keridhaanNya, bukan untuk mendapatkan embel-embel tersebut. Adapun setelah itu ada orang yang memanggil dengan bapak atau ibu haji, maka itu adalah persoalan lain dan bukan tujuan, hanya saja jika kebiasaan tersebut tidak dibudayakan bisa jadi itu akan memperbaiki niat orang yang akan melakukan rukun Islam kelima ini.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: