An-Nisaa', Keluarga Bahagia, pasutri, rumah tangga, Taman Orang Jatuh Cinta

Istri yang Membahagiakan Bag 1


Kebahagiaan  rumah  tangga  yang  menjadi  tujuan  setiap  keluarga  terbentuk  di  atas  beberapa faktor, yang terpenting adalah faktor anggota keluarga. Mereka inilah faktor dan aktor  pencipta kebahagiaan dalam rumah tangga, atau sebaliknya, kesengsaraan rumah tangga juga bisa tercipta oleh mereka. Dari anggota rumah tangga, faktor yang paling berperan besar dalam perkara ini adalah istri, karena dia adalah ratu dan ikon utama sebuah rumah tangga, ia adalah rujukan suami dan tempat kembali anak-anak, maka dalam bahasa Arab dia disebut dengan ‘Um’ yang berarti induk tempat kembali.

Sebagai pemeran utama dalam panggung rumah tangga, karena perannya yang cukup signifikan  di  dalamnya,  maka  istri  harus  membekali  diri  dengan  sifat-sifat  dan kepribadian-kepribadian   sehingga   dengannya   dia   bisa   mengemban   tugas   dan memerankan    perannya    sebaik    mungkin,    dengan    itu    maka    kondisi    yang membahagiakan dan situasi yang menentramkan di dalam rumah akan terwujud.

Mengetahui skala prioritas 

Dunia  memang  luas  dan  lapang,  namun  tidak  dengan  kehidupan,  yang  akhir  ini, selapang dan seluas apa pun tetap terbatas, ada tembok-tembok yang membatasi, ada rambu-rambu  yang  mengekang,  namun  pada  saat  yang  sama  tuntutan  dan  hajat kehidupan terus datang silih berganti seakan tidak akan pernah berhenti, kondisi ini mau tidak mau, berkonsekuensi kepada sikap memilah skala prioritas, mendahulukan yang lebih penting kemudian yang penting dan seterusnya.

Sebagai  ikon  dalam  rumah  tangga,  istri  tentu  mengetahui  benar  keterbatasan  rumah tangga  di  berbagai  sisi  kehidupan,  keterbatasan  finansial  dan  ekonomi  misalnya, sebesar apapun penghasilan suami plus penghasilan istri (jika istri bekerja), tetap ada atap  yang  membatasi,  ada  ruang  yang  menyekat,  tetap  ada  hal-hal  yang  tidak terjangkau oleh uang hasil usaha mereka berdua, ditambah dengan jiwa manusia yang tidak    pernah    berhenti    berkeinginan,    keadaannya    selalu    berkata,    “Adakah tambahan?”, maka sebagai istri yang membahagiakan, dia harus mengetahui dengan baik  prinsip  dasar  ini,  mendahulukan  perkara  yang  tingkat  urgensinya  tertinggi kemudian setelahnya dan seterusnya.

Keterbatasan  dalam  hubungan  di  antara  suami  dan  istri,  mungkin  karena  latar belakang  keduanya  yang  berbeda,  tingkat  pendidikan  yang  berbeda,  keluarga  yang berbeda,  tabiat  dan  watak  yang  berbeda,  hobi  dan  kesenangan  yang  berbeda,  waktu yang  tersedia  untuk  berdua  minim,  semua  itu  membuat  hubungan  suami  istri  serba terbatas, namun hal ini bukan penghalang yang berarti, selama istri memahami kaidah prioritas ini.

Istri yang baik adalah wanita yang mengetahui tatanan prioritas dengan baik, dalam tataran hubungan suami istri, secara emosinal dan fisik, dalam tatanan rumah tangga, secara formalitas dan etika, ia menempati deretan nomor wahid.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: