An-Nisaa', Keluarga Bahagia, pasutri, rumah tangga, Taman Orang Jatuh Cinta

Istri yang Membahagiakan Bag 2


Sekali  lagi  wajar,  selama  hal  itu  masih  realistis.  Dan  soal  harapan  dan  ambisi biasanya  istri  selalu  yang  menjadi  motornya.  Dalam  sebuah  ungkapan  dikatakan, “Wanita  menginginkan  suami,  namun  jika  dia  telah  mendapatkannya,  maka  dia menginginkan  segalanya.”  Memang  tidak  semua  wanita,  karena  ini  hanya  sebuah ungkapan  dan  tidak  ada  ungkapan  yang  general.  Namun  dalam  batas-batas  tertentu ada  sisi  kebenarannya,  karena  tidak  jarang  kita  melihat  beberapa  orang  suami  yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.

*****

Realistis dalam menuntut 

Di  hari-hari  pertama  pernikahan,  biasanya  dalam  benak  orang  yang  menjalani tersusun rencana-rencana yang hendak diwujudkan, tertata target-target yang hendak direalisasikan, terlintas harapan-harapan yang hendak dibuktikan. Umum, lumrah dan jamak. Kata orang, hidup ini memang berharap, karena berharap kita bisa tetap eksis hidup dengan berbagai macam siatuasi dan kondisinya. Demikian pula dengan sebuah rumah tangga. Tahun pertama harus memiliki anu. Tahun kedua harus ada ini. Tahun ketiga, keempat dan seterusnya.

Sekali  lagi  wajar,  selama  hal  itu  masih  realistis.  Dan  soal  harapan  dan  ambisi biasanya  istri  selalu  yang  menjadi  motornya.  Dalam  sebuah  ungkapan  dikatakan, “Wanita  menginginkan  suami,  namun  jika  dia  telah  mendapatkannya,  maka  dia menginginkan  segalanya.”  Memang  tidak  semua  wanita,  karena  ini  hanya  sebuah ungkapan  dan  tidak  ada  ungkapan  yang  general.  Namun  dalam  batas-batas  tertentu ada  sisi  kebenarannya,  karena  tidak  jarang  kita  melihat  beberapa  orang  suami  yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.  Maka    alangkah    bijaknya    jika    dalam    menuntut    dan    mencanangkan    target memperhatikan  realita  dan  kapasitas  suami,  jika  sebuah  harapan  sudah  kadung digantung tinggi, lalu ia tidak terwujud, maka kecewanya akan berat, bak orang jatuh dari tempat yang sangat tinggi, tentu sakitnya lebih bukan?

Sebagian  istri  memaksa  suami  menelusuri  jalan-jalan  yang  berduri  dan  berkelok-kelok,  di  mana  dia  tidak  menguasainya,  jika  suami  mengangkat  tangan  tanda  tak mampu  mewujudkan  sebagian  dari  tuntutannya,  maka  istri  berteriak  mengeluh.  Hal ini, sesuai dengan tabiat kehidupan rumah tangga, menyeret kehidupan rumah tangga kepada  jalan  buntu  selanjutnya  yang  muncul  adalah  perselisihan,  jika  ia  menyentuh dasar kehidupan, maka bisa berakibat keruntuhannya.

Seorang  istri  shalihah  selalu  mendahulukan  akalnya,  dia  tidak  membuat  lelah suaminya  dengan  tuntutan-tuntutan  yang  irasional,  tidak  membebaninya  di  luar kemampuannya  dan  tidak  memberatkan  pundaknya  dengan  permintaan-permintaan demi memenuhi keinginan-keinginannya semata.

Salah  satu  contoh  yang  jarang  ditemukan  yang  terjadi  dalam  sejarah  tentang

keteladanan  sebagian  istri  yang  begitu  memperhatikan  keadaan  suami  tanpa  batas walaupun  hal  tersebut  berarti  mengorbankan  kemaslahatannya  sendiri  adalah  apa yang diriwayatkan oleh kitab-kitab ath-Thabaqat tentang Fatimah az-Zahra` pada saat dia dan suaminya Ali bin Abu Thalib mengalami kesulitan hidup yang membuatnya bermalam  selama  tiga  malam  dalam  keadaan  lapar,  pada  saat  Ali  melihatnya  pucat, dia  bertanya,  “Ada  apa  denganmu  wahai  Fatimah?”  Dia  menjawab,  “Telah  tiga malam ini kami tidak memiliki apa pun di rumah.” Ali berkata, “Mengapa kamu diam saja?”  Fatimah  menjawab,  “Pada  malam  pernikahan  bapakku  berkata  kepadaku, ‘Hai Fatimah, kalau Ali pulang membawa sesuatu maka makanlah, kalau tidak maka jangan memintanya.”

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: