Adab, Akhlak,dan Nasihat, birrul walidain

Wahai Anakku…Bag 2


Adapun contoh orang-orang yang berbuat baik kepada orang tua antara lain; cerita tiga orang yang terjebak dalam gua, di antara mereka  ada  yang  mengatakan:  “Tidak  ada  cara  yang  mampu menyelamatkan  kalian  kecuali  bertawassul  dengan  amal  shalih kalian.  Seorang  di  antara  mereka  berdo’a:  “Ya  Allah  saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur.  Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan  minum  sebelum  mereka.  Akhirnya  saya  menunggu  sambil memegang  susu  hingga  mereka  berdua  ter-bangun,  sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lalu meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan  ikhlas  karena  mencari  wajahMu,  maka  hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeser dari mulut gua.

Masih  banyak  contoh-contoh  lain  tentang  orang-orang  yang berbakti  kepada  orang  tua  baik  di  masa  lampau  maupun sekarang   yang   tidak   mungkin   kita   ceritakan   seluruhnya, kebaikan  tersebut  mereka  per-sembahkan  kepada  orang  tua sebagai  balasan  atas  jasa-jasa,  perhatian  dan  pemeliharaan mereka dan sebagai bukti pengakuan tulus dan akhlak mulia. Ini semua  mengharuskan  kepada  setiap  anak  untuk  mengingat kebaikan  yang  selalu  mengalir  tak  ada  hentinya  hingga  akhir hayat.

Sebagian orang-orang shalih sebelum berangkat kerja ada yang menyempatkan  diri  singgah  ke  rumah  orang  tuanya  sambil mencium  tangannya  untuk  meminta  restu  dan  menanyakan keadaan  serta  kesehatan  mereka.  Lalu  berangkat  ke  tempat kerja. Sikap mulia dan terpuji ini, sangat baik jika dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat.

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hu-rairah bahwa dia berkata  bahwasanya  Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wasallam bersabda:

“Celakalah, celakalah”. Beliau ditanya: “Siapa wahai Rasulullah? Beliau  shallallahu  ‘alaihi  wasallam  bersabda:  “Seseorang  yang mendapati orang tuanya, dan salah satu atau keduanya berusia lanjut, kemudian tidak masuk Surga”.

Dari   Abdullah   bin   Umar   berkata   bahwasanya   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tiga orang tidak masuk Surga dan tidak dilihat Allah pada hari Kiamat;  Orang  yang  durhaka  kepada  orang  tua,  wanita  yang menyerupai laki-laki dan dayyuts. (HR. Ahmad)

Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan zhalim besar dan sikap tidak tahu diri.  Rasulullah yang mengajari umat manusia etika dan tata krama mengetahui  kedudukan  dan  fungsi  seorang  ibu  dan  bapak kemudian  memberikan  petunjuk  kepada  setiap  orang  mukmin agar menjadi umat yang bertanggung jawab.  Di antara bentuk birrul walidain setelah orang tuanya meninggal adalah dengan menyambung hubung-an kerabat dengan teman dan sahabat orang tuanya.

Dari Abdullah bin Umar berkata sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya  perbuatan  yang  terbaik  adalah  menyambung hubungan  kerabat  dengan  sahabat  orang  tuanya”.  (Shahihul Jami’, Al-Albani)

Bukti cinta dan berbakti kepada orang tua adalah menghormati dan menjaga hubungan persahabatan orang tua dengan teman-temannya.   Pada    saat   seseorang   mempererat   hubungan persahabatan dengan teman bapaknya, merupakan bukti dalam berbakti  kepada  orang  tua  dan  pertanda  hasil  baik  pendidikan orang tua kepada anak.

Imam Muslim dalam kitab shahihnya menyebutkan tentang bab keutamaan   menyambung   hubungan   persahabatan   dengan teman-teman  bapak  atau  ibu.  Karena  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya  perbuatan  yang  terbaik  adalah  menyambung hubungan persahabatan dengan sahabat orang tuanya”.  Dan  juga  hadits  tentang  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi   wasallam   dalam   menghormati   teman-teman Khadijah setelah wafatnya.

Para ulama mengatakan bahwa al-birr bermakna menyambung silaturrahim, menyayangi dan berbuat kebaikan serta menjaga persahabatan. Seluruhnya terma-suk bagian inti kebaikan.

Sumber: Silaturrahim –Menyambung Kekerabatan ( Syaikh Khalid ar-Rasyid)

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: