pasutri, rumah tangga, Taman Orang Jatuh Cinta

Mesra Di tengah Kesibukan


Yakni kesibukan dalam menunaikan segenap tugas dan tanggung jawab tidak menghalanginya untuk bersikap hangat dan mesra terhadap istrinya. Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam adalah teladan utama dalam hal ini. Ditengah kesibukan mengemban tugas dan tanggung jawab yang begitu berat, beliau selalu menciptakan kebahagiaan bagi istri, memberikan suasana segar dan suka cita dengan lemah lembut dan penuh kemesraan. Dalam berbagai kondisi, beliau adalah sebaik-baik suami yang selalu menciptakan suasana mesra baik ketika bepergian, di rumah, menjelang tidur, saat menyantap hidangan dan bahkan ketika mandi. ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha mengisahkan:

“Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam pada suatu ketika, pernah membaca Al-Qur’an, sementara kepala beliau ada dipangkuanku dan pada saat itu aku sedang haidh.” (HR. Al-Bukhari/7549 dan muslim/246)

Suasana dimeja makan juga bisa digunakan untuk menunjukkan rasa kasih sayang. Demikian juga Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam saat menyantap hidangan dengan istrinya. Ia mengambilkan makanan, menyuapkannya dan demikian sebaliknya. Ia meminumkan air dengan gelas di tempat mana istrinya minum. Demikian pula sang istri, ia berbuat yang sama.

‘Aisyah Radhiyallaahu’anha berkata:

“Suatu saat ketika saya haidh saya minum dengan gelas Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam kemudian beliau pada (bagian gelas) tempat saya meletakkan mulut. Ketika saya haidh dan tubuh saya berkeringat, saya memberikan gelas kepada Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam dan beliau meminum dari tempat mana saya meminum. (HR. Muslim)

Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam juga kadang mandi dalam satu bak mandi dengan istri, mendahului mengambil air dan istri pun terkadang mendahuluinya. Beliau menyiramkan air ke tubuh istrinya demikian pula sang istri bergantian, saling menggosok badan dengan tangannya, dan demikian seterusnya dalam rangka mewujudkan rumah tangganya.

‘Aisyah Radhiyallaahu’anha berkata: Saya mandi dengan Rasululloh Shallallaahu’alaihi wasallaam dalam satu bak mandi. Kami saling menggosokkan badan dengan tangan. Ia mendahului saya, hingga saya katakan,”Tinggalkan untukku, tinggalkan untukku.”

Selanjutnya ia berkata, “keduanya dalam keadaan junub.”(Muttafaqun ‘alaihi)

Demikianlah beliau adalah sosok panutan bagi setiap suami idaman.

Sumber: Surat Terbuka untuk Para Suami (Abu Ihsan al-Atsari dan Ummu Ihsan)

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: