Aqidah dan Manhaj, Fatwa Ulama

Rumahpun Bikin Sial..!!!


Siapa mau sial? Rezeki seret, sering sakit atau hal-hal lain yang membuat hidup terasa sempit tentu tidak diharapkan oleh manusia normal. Ternyata kesialan pun bisa “disebabkan” oleh hal-hal di sekitar kita. Bisa jadi rumah yang kita tempati mendatangkan rasa sial. Mungkin juga kendaraan yang kita pakai sering mengalami kecelakaan. Tidak mustahil istri kita pun menjadi sumber kesialan.

 Islam Ajarkan Feng Shui?

 Betulkah Islam memutlakkan kesialan tersebut pada dzat rumah itu? Kalau begitu samakah dengan ajaran Feng Shui yang dikenal dalam kultur Cina. Dalam ajaran Cina segala sesuatu dianggap bisa mendatangkan bahaya atau memberikan manfaat. Rumah tertentu kadang dianggap membawa keuntungan dalam kondisi lain dianggap mendatangkan kesialan. Feng Shui rumah bisa ditentukan oleh jumlah rumah, letak pintu, arah muka rumah dan semisalnya. Pemahaman demikian tentu tidak sesuai dengan akidah Islam. Makhluk tidaklah bisa memberikan manfaat dan madharat. Segala sesuatunya ada dalam kuasa Allah. Kesialan karena rumah merupakan hikmah yang diberikan oleh Allah agar manusia melakukan hal yang lebih baik.

Berikut fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. “Bisa jadi sejumlah tempat tinggal, kendaraan, atau istri dianggap mendatangkan sial. Dengan hikmah-Nya Allah jadikan kesialan itu menyertai ketiga hal tersebut. Mungkin berupa mara bahaya atau tidak ada manfaat yang didapatkan. Bila mendapati hal semacam ini tidak mengapa rumah tersebut dijual, kemudian pindah ke rumah lain. Semoga Allah  memberikan kebaikan setelah menghuni rumah barunya.

Diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda, Sumber kesialan ada pada tiga hal: wanita, kuda, dan rumah.’

Jadi memang sebagian kendaraan, wanita (istri), dan rumah terkadang mengandung kesialan. Jika seseorang mengalami hal seperti itu hendaklah sadar bahwa semuanya terjadi karena takdir Allah. Dia menakdirkan hal itu dengan hikmah-Nya, agar orang tersebut pindah ke tempat lain. Wallahu a‘lam.”

Berdasar penjelasan ini sungguh berbeda kesialan pada ketiga hal tersebut dari kesialan berdasar akidah Feng Shui. Kesialan dalam akidah Islam tidak semata-mata disandarkan pada rumah itu sendiri, sementara dalam prinsip Feng Shui didasarkan pada tathayur.

Bukan Sebuah Pertentangan

Dalam kajian akidah Islam lebih khusus terkait bidang tauhid diajarkan tentang larangan merasa sial didasarkan pada sesuatu (tasyaum). Perilaku demikian dikelompokkan dalam jenis dosa syirik kecil. Berarti terjadi pertentangan dengan uraian di atas tadi. Kesan yang tertangkap memang ada pertentangan antara larangan merasa sial dengan hadits kesialan pada 3 hal.

“Sumber kesialan ada pada tiga hal: wanita, kuda dan rumah.” Sejatinya tidak ada pertentangan.

Berikut adalah penjelasan Syaikh Utsaimin tentang hal ini. Tasya-um adalah perasaan (bisa juga keyakinan) akan tertimpa suatu yang buruk disebabkan oleh sesuatu yang dilihat, didengar, atau karena waktu/musim. Merasa akan menjadi sial jika menikah pada bulan Syawal, misalnya. Ini biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Seakan-akan mendengar suara yang bertentangan dengan yang ingin dilakukan, sehingga akan sial jika tetap melakukan. Seseorang melihat seekor burung yang terbang ke arah kiri, kemudian muncul perasaan akan sial dengan perbuatannya saat itu. (Kedua hal ini merupakan bentuk tasya-um.)

Tasya-um tidak dibolehkan karena akan menumbuhkan sikap buruk sangka kepada Allah, akibatnya pelakunya enggan melakukan hal-hal yang sebenarnya akan mendatangkan kebaikan baginya. Berbagai urusannya pun diliputi oleh rasa bimbang. Hal ini bisa berkembang menjadi munculnya sikap was-was yang pada akhirnya menimbulkan penyakit jiwa. Oleh karena itu Nabi melarangnya.

Ada beberapa hadits,

“Sumber kesialan ada pada tiga hal: kuda, wanita, dan rumah”

Hadits ini mempunyai dua lafal,

lafal pertama:

Sumber kesialan hanya terdapat pada tiga hal: …”

lafal kedua:

Jika kesialan itu terdapat pada sesuatu, maka terdapat pada tiga hal: …”

Maksud Rasulullah dalam hadits tersebut adalah bahwa ketiga hal itu terkadang mengandung kesialan. Contohnya, kadang seseorang merasa sempit, goncang hatinya, dan merasa sakit sejak

pertama tinggal di tempat barunya. Kadang ada juga yang baru membeli sebuah kendaraan, mobil, misalnya, kemudian sering mengalami musibah. Sebagian orang kemudian menjual barang-barang tersebut karena merasa sial.

Pada wanita demikian pula. Terkadang seseorang menikahi wanita yang ternyata tukang ngomel dan senang berkata-kata kotor sehingga sering membuatnya sedih atau risau. Inilah kesialan yang disebutkan terdapat dalam tiga hal di atas sebagaimana dikatakan Rasulullah Itu bukanlah perasaan mendapat kesialan yang terlarang, bukan hal yang tidak punya dasar sama sekali. Hal ini tidak menimbulkan kerusakan-kerusakan bagi pelakunya sebagaimana yang telah kami jelaskan.”

Jelaslah hadits-hadits di atas tidaklah membenarkan keyakinan Feng Shui seperti yang diajarkan

budaya Cina. Kesialan tersebut dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya. Kesialan yang dimaksud pun bukan semata-mata mutlak disebabkan oleh dzat rumah, kendaraan, atau istri. Semuanya merupakan hikmah yang Allah ciptakan demi kebaikan manusia itu sendiri. Bebeda dengan kesialan Feng Shui yang didasarkan pada keyakinan syirik sehingga cara-cara yang dilakukan untuk “membuang” kesialan pun sarat dengan kesyirikan. Kesialan pada ketiga hal tersebut, menurut akidah Islam, bisa dihindari dengan menjual barang, mencerai istri, atau bisa juga dengan ruqyah. Ruwatan yang diyakini oleh sebagian orang bisa menolak bala dan membuang sial tidak perlu dilakukan, karena hanya akan semakin membenamkan kaum muslimin dalam lumpur kesyirikan yang semakin kental.

Catatan

1 Muslim hadits no. 4128.

2 Fatawa Ulama al-Bilad al-Haram hal.1003-1004.

3 Bukhari hadits no. 2646.

4 Liqa’ al-Maftuh ma‘a Fadhilah asy-Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin 51-60 hal. 196-197

Sumber: Fatawa Vol 2/10-Agustus 2006/Rajab 1427

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

One thought on “Rumahpun Bikin Sial..!!!

  1. Sebagai seorang Moslem, janganlah mencari pedoman alin selain adari Alqur’an dan Hadist

    Posted by bans sol | Jumat, Desember 26, 2014, 1:32 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: