Fiqih Ibadah, TataCara Sholat Rasululloh

Sholat Tak Harus Di awal Waktu..Bag 1


Beliau  tidak  menjawab  dengan “shalat di awal waktu”, karena shalat ada yang sunahnya disegerakan dan ada  pula  yang  diakhirkan.  Shalat Isya,  misalnya,  pelaksanaannya  disunahkan  untuk  diakhirkan  sampai 1/3  malam. Bila  para  wanita  di  rumah  bertanya  mana  yang  lebih  utama, apakah  shalat  Isya  setelah  adzan atau  mengakhirkannya  sampai  1/3 malam?  Jawabnya  lebih  utama mengakhirkannya   sampai   1/3 malam.

*****

Sudah  sewajarnya  seorang muslim ingin mendapat sesuatu   yang   paling   utama, termasuk dalam masalah shalat. Di samping  memenuhi  syarat,  rukun, wajib,  dan  sunah  shalat,  perlu diperhatikan  kapan  waktu  utama untuk  melaksanakan  shalat.

Waktu Shalat yang Utama

Ada  rentang  waktu  tertentu untuk  bisa  melakukan  shalat  tertentu. Di antara waktu tersebut ada waktu  yang  paling  utama  untuk melakukan  shalat.  Bagaimana  menemukan  waktu  shalat  yang  paling utama? Berikut jawaban dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, dalam  kumpulan  fatwanya.

“Paling  sempurna  adalah  bila shalat  dikerjakan  sesuai  dengan waktu yang dituntut syariat. Nabi pernah menjawab pertanyaan salah seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah, “Shalat  pada  waktunya.”  (Al-Bukhari no. 504 dan Muslim no. 85 dari  Abdullah  bin  Mas‘ud)

Beliau  tidak  menjawab  dengan “shalat di awal waktu”, karena shalat ada yang sunahnya disegerakan dan ada  pula  yang  diakhirkan.  Shalat Isya,  misalnya,  pelaksanaannya  disunahkan  untuk  diakhirkan  sampai 1/3  malam. Bila  para  wanita  di  rumah  bertanya  mana  yang  lebih  utama, apakah  shalat  Isya  setelah  adzan atau  mengakhirkannya  sampai  1/3 malam?  Jawabnya  lebih  utama mengakhirkannya   sampai   1/3 malam.

Nabi pada suatu malam terlambat mendatangi jamaah Isya, para  sahabat  berkata,  “Wahai Rasulullah  anak-anak  dan  para wanita  telah  tidur.”  Rasulullah  kemudian  keluar  rumah  untuk shalat Isya bersama mereka, beliau berkata,

“Sebenarnya  sekaranglah  waktu Isya, seandainya aku tidak khawatir memberatkan  umatku.”  (Riwayat

Muslim no. 638 dari Aisyah)

Jadi, bagi wanita yang shalat di rumahnya lebih utama untuk mengakhirkan shalat Isya. Demikian  pula halnya,  jika  laki-laki  tengah  dalam perjalanan.  Lebih  baik  melaksanakan  shalat  Isya  di  awal  waktu  atau mengakhirkannya?  Lebih  baik mengakhirkan,  kecuali  jika  malah memberatkan.

Untuk  jenis  shalat  selain  Isya’ lebih  utama  menyegerakannya, kecuali  ada  sebab  tertentu.  Udara panas  yang  menyengat,  misalnya. Shalat   Zhuhur   yang   mulanya dilaksanakan  di  awal  siang  pun diakhirkan  menunggu  cuaca  teduh hingga  mungkin  mendekati  waktu Ashr. Sebagaimana sabda Nabi ,

“Jika cuaca panas menyengat, maka shalatlah ketika teduh, karena panas yang menyengat itu merupakan uap neraka  Jahannam.”  (Riwayat  al-Bukhari  no.  510  dan  Muslim  no.615  dari  Abu  Hurairah)

Riwayat  lain  menceritakan  bahwa ketika Nabi  dalam  perjalanan, Bilal bergegas ingin mengumandangkan  adzan  (saat  sudah  masuk Zhuhur).  Nabi (mencegahnya dan)  berkata,  “Tunggu  sampai teduh!”  (Beberapa  saat)  kemudian Bilal berdiri lagi hendak mengumandangkan  adzan.  Nabi   (kembali mencegahnya  seraya)  berkata, “Tunggulah  sampai  teduh.”  (Beberapa saat) kemudian Bilal berdiri lagi hendak  mengumandangkan  adzan, Rasulullah pun mengizinkannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu  Hurairah)

Juga  termasuk  alasan  untuk mengakhirkan  shalat  adalah  bila menyegerakannya  justru  shalat secara  berjamaah  tidak  dapat dilaksanakan.  Mengakhirkan  shalat dalam kondisi demikian justru lebih utama.  Misalnya  seseorang  yang memasuki  waktu  shalat  saat dalam  perjalanan.  Bila  dia  mengakhirkan  shalatnya  akan  bisa  ikut berjamaah  saat  tiba  di  tempatnya. Apakah sebaiknya dia shalat sendiri ketika  waktu  shalat  telah  tiba  atau mengakhirkannya  agar  bisa  shalat berjamaah? Tentu lebih utama baginya  untuk  mengakhirkannya  agar bisa shalat berjamaah. Bahkan bisa jadi wajib mengakhirkannya karena (tuntutan syariat) yang menekankan untuk  shalat  berjamaah.”

[Majmu   Fatawa   Wa   Rasail Fadhilah  asy-Syaikh  Muhammad bin Shalih al-Utsaimin XII/212-214]

Shalat  Sebelum  Waktunya

Kasus  lain  kadang,  bahkan sering,  terjadi  orang  mengerjakan shalat  sebelum  waktunya.  Karena menentukan  waktu  adzan  dengan jadwal  yang  disusun  berdasarkan rumus  prediksi  waktu,  sering  orang melakukan  shalat  sebelum  waktunya.  Melakukan  shalat  Zhuhur sebelum  tergelincirnya  (zawal) matahari,  misalnya,  atau  shalat Shubuh  sebelum  fajar  shadiq  tiba.

Bagaimana  status  shalat  yang dilakukan  sebelum  waktunya?  Dari kitab  yang  sama  akan  diperoleh jawabannya.

“Shalat yang dilakukan sebelum masuk waktunya belum bisa menggugurkan  faridhah  (kewajiban). Allah  berfirman, “Sesungguhnya  shalat  itu  adalah kewajiban  yang  ditentukan  waktunya  atas  orang-orang  yang  beriman.”  (An-Nisa:103)

Nabi  pun  telah  menjelaskan waktu-waktu tersebut seperti dalam sabdanya, “Waktu zhuhur jika tergelincir  matahari,…dst.”

Jadi  orang  yang  melaksanakan shalat  sebelum  waktunya  tidak menggugurkan  kewajibannya  melaksanakan faridhah (ibadah wajib). Adapun shalat yang telah dikerjakan (di  luar  waktu  tersebut)  akan  dihitung  sebagai  nafilah  (ibadah tambahan).  Pelakunya  akan  mendapatkan  pahala  karena  telah mengerjakannya,  tetapi  tetap  berkewajiban  mengulangi  shalat  tersebut  setelah  masuk  waktunya.”

[Majmu   Fatawa   Wa   Rasail Fadhilah  asy-Syaikh  Muhammad bin  Shalih  al-Utsaimin  XII/215]

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

3 thoughts on “Sholat Tak Harus Di awal Waktu..Bag 1

  1. kALAU UNTUK WANITA SHALAT ISYA DI 1/3 MALAM NGAK MASALAH PAK USTAD TETAPI BAGI LELAKI WAJIB DI AWAL WAKTU BEGITU AZAN TERDENGAR LANGSUNG KE MESJID UNTUK SHALAT BERJAMAAH…

    Posted by H.M.YUSUF.SITEPU | Rabu, Juni 6, 2012, 9:46 am
  2. Bila mengakhirkan sholat isya karena nonton tv atau yang lain apa itu sunah pak ustadz, bukanya sholat diawal waktu dan brjama ah di masjid itu lebih utama

    Posted by sugianto | Kamis, Januari 3, 2013, 4:33 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: