Fiqih Ibadah, TataCara Sholat Rasululloh

Sujud Sahwi Bila Ragu dan Lupa..Bag 1


Manusia adalah makhluk yang punya sifat lupa. Bukan hanya utang yang sering dilupakan, gerakan dalam sholat pun kita sering terlupa. Kadang lupa jumlah rokaat, lupa belum sujud kedua langsung berdiri, lupa tasyahud dan lain-lain. Karena hal-hal semacam itu muncullah keraguan. Rasa ragu itu bisa muncul ketika masih shalat, namun juga tidak jarang datangnya setelah selesai shalat. Tentu sudah banyak yang tahu bahwa sebagai ‘penambal’ dari ragu dan lupa tersebut dituntunkan oleh Rasulullah untuk melakukan sujud sahwi.

BEDA PENDAPAT

Meskipun sudah tahu tentang sujud sahwi tidak jarang prakteknya masih bingung. Apalagi ada perbedaan pendapat dalam menentukan kapan dilakukan sujud sahwi. Sebagian berpendapat bahwa sujud sahwi hanya dilakukan sebelum salam, pendapat ulama Madinah dan Imam Syafi’i, misalnya. Sebagian lagi berpandangan hanya dilakukan setelah salam, seperti perkataan ulama Kufah dan Imam Sufyan al-Tsauri. Yang jelas ada hadits yang justru menunjukkan cara keduanya. Ada yang dilakukan sebelum salam ada pula yang dilaksanakan setelah selesai salam.

“Dari Muhammad bin Ibrahim bahwasanya Abu Hurairah dan Abdullah bin al-Sa-ib al-Qari melakukan dua sujud sahwi sebelum salam.”(a)

 Berkata Abu Isa (al-Tirmidzi), “Hadits Ibnu Buhainah ini hasan sahih.”

 “Dari Abdullah bahwasanya Rasulullah melakukan dua sujud sahwi setelah salam dan berbicara.”(b)

 CONTOH KASUS

Kasus 1

Ketika tengah shalat seseorang terlupa, sehingga kelebihan 1 kali rukuk, 1 kali sujud, 1 kali berdiri atau 1 kali duduk. Orang tersebut harus meneruskan shalatnya sampai salam. Kemudian melakukan sujud sahwi dua kali, lalu kembali salam.

Contoh:

Apabila seseorang melaksanakan shalat Zhuhur, kemudian dia berdiri untuk rekaat kelima. Sejurus kemudian ia ingat atau diingatkan orang lain, maka harus kembali duduk tanpa takbir, lalu membaca taysahud akhir dan salam. Setelah itu sujud sahwi dua kali lalu kembali salam.

Catatan: Bila orang tersebut menyadari adanya kelebihan tadi setelah selesai shalat, maka tetap harus sujud sahwi dan kembali salam.

 Kasus 2

Seseorang telah melakukan salam. Setelah itu segera ingat atau diingatkan ternyata shalatnya belum sempurna karena terlupa. Bisa dipatok teringatnya itu kira-kira sama lamanya dengan waktu dari takbir hingga salam. Orang semacam ini harus menggenapkan kekurangan shalatnya yang tertinggal kemudian salam. Setelah itu sujud sahwi dua kali kemudian kembali salam.

Contoh:

Seseorang shalat Zhuhur, karena lupa sehingga pada rekaat ketika langsung tasyahud dan salam. Tiba-tiba kemudian ia ingat ataupun diingatkan orang lain. Dia harus menyempurnakan rekaat keempat kemudian salam. Setelah itu sujud sahwi dua kali kemudian kembali salam.

Catatan: Bila orang tersebut sadar akan kekurangan rekaatnya tersebut dalam jangka waktu yang lama, maka ia harus mengulang shalatnya dari awal.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: