Fiqih Ibadah, TataCara Sholat Rasululloh

Sujud Sahwi Bila Ragu dan Lupa..Bag 2


Kasus 3

Seseorang lupa melakukan taysahud awal atau kewajiban lainnya dalam shalat, ia harus sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika ingat belum membaca taysahud awal atau kewajiban lainnya itu sebelum berubah posisinya, maka hendaklah ia tunaikan taysahud awal atau kewajiban lainnya tersebut. Hal demikian menjadi tidak mengapa baginya. Jika ia ingat setelah perubahan posisi namun belum sampai pada posisi berikutnya, hendaklah kembali ke posisi semula untuk menunaikan taysahud awal atau kewajiban lainnya tersebut.

Contoh:

Seseorang lupa taysahud awal hingga langsung berdiri ke rekaat ketiga dengan sempurna. Ia tidak perlu kembali duduk, namun sebelum salam wajib melakukan sujud sahwi.

Catatan:

# Bila seseorang duduk taysahud tetapi lupa membaca doa taysahud, kemudian ingat sebelum berdiri, maka harus membaca doa taysahud kemudian menyempurnakan shalatnya tanpa sujud sahwi.

# Seseorang berdiri sebelum tasyahud, sebelum sempurna berdirinya kemudian ingat. Ia harus kembali duduk dan bertaysahud kemudian menyempurnakan shalatnya tanpa sujud sahwi

Tambahan:

Kebanyakan ahli ulama ahli fikih menyatakan bahwa orang semacam ini harus tetap sujud sahwi dikarenakan telah menambah satu gerakan yakni bangkit ketika hendak berdiri ke rekaat ketiga. Wallahu a`lam.

Kasus 4

Seseorang ragu dalam shalatnya apakah sudah 2 rekaat atau 3 rekaat, sementara ia tidak mampu mengingat mana yang benar 2 atau 3. Ia harus menganggapnya dengan keyakinan pada jumlah yang terkecil. Sehingga disempurnakan shalat dengan patokan baru melakukan 2 rekaat kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam.

Contoh:

Seseorang melaksanakan shalat Zhuhur, kemudian muncul keraguan apakah masih berada di rekaat kedua atau sudah ketiga. Karena tidak mampu menentukan yang paling benar di antara dua bilangan tersebut hingga harus dipilih yang dua rekaat (jumlah terkecil). Ia sempurnakan sisanya, lalu sujud sahwi dua kali baru kemudian salam.

Kasus 5

Seseorang merasa ragu ketika tengah shalat, apakah telah dua atau sudah tiga rekaat. Ternyata ia mampu menentukan yang paling benar. Dari keyakinannya itu dilakukan apa yang mestinya dilakukan kemudian salam. Setelah itu ia sujud sahwi dua kali dan kembali salam.

Contoh:

Seseorang melaksanakan shalat Zhuhur. Menginjak pada rekaat kedua menjadi ragu apakah betul sudah dua rekaat atau tiga rekaat. Setelah diingat-ingat kemudian timbul keyakinan yang kuat bahwa ia berada pada rekaat ketiga. Shalatnya harus dibangun di atas keyakinannya itu (rekaat ketiga), lalu ia sempurnakan shalatnya hingga salam. Kemudian sujud sahwi dua kali untuk selanjutnya kembali salam.

Catatan:

# Apabila keraguan kembali muncul setelah ia menyelesaikan shalat, tidak perlu dihiraukan.

# Apabila sering ragu, maka keraguannya itu tidak dianggap atau tidak perlu dipedulikan, karena hanyalah was-was dari setan. Demikian beberapa kaidah dan contoh kasus cara melakukan sujud sahwi, baik sebelum salam maupun setelah salam. Semoga memberikan manfaat. Wallahu a’lam bishshawab.!

Digubah secara bebas dari Rasa-il fi al-Wudhu’ wa al-Ghusli wa al-Shalahkarya Syaikh Muhammad bin Shalihal-’Utsaimin.

Catatan:

a Sunan al-Tirmidzi kitab Al-Shalah bab Ma Ja-a fi Sajdatai al-Sahwi Qabla al-Taslim (391)

b Shahih Muslim kitab Al-Masajid wa Mawadhi’u al-Shalah bab Al-Sahwu fi

Sumber: Majalah al-Fatawa 03/07

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: