Konsultasi, rumah tangga

Suamiku Tidak Mencinta..Bag 1


Assalamu’alaikum warahmatullah.

Aku  hanya  bisa  menangis  ketika  suamiku  bilang  sebenarnya  tidak  pernah punya rasa cinta kepadaku. Aku wanita yang bersedia dinikahi karena kesepakatan orang tua. Memasuki mahligai pernikahan pun aku tanpa bekal cinta. Tapi aku tidak pernah mengutarakannya pada siapapun. Kini suamiku yang memulai. Bagaimana saya harus bersikap. Sungguh aku bingung tiada tara. Haruskah aku meminta cerai? Kasihan anakku, darah dagingku. Aku minta advis!

Wassalamu’alaikum warahmatullah.

N di K

 Wassalamu’alaikum

Sebelumnya  saya  ikut  prihatin dengan kasus saudari. Semoga Anda diberi  kesabaran  yang  lebih  dari Allah U. Saya juga begitu prihatin, betapa  kasus  semacam  ini  tidak sedikit  terjadi.  Suami  merasa  tidak mencintai  istri,  istri  tidak  mencintai suami  atau  bahkan  kedua  belah pihak  sama-sama  tidak  mencintai.

Bukan  menikah  tanpa  cinta  yang saya sayangkan. Toh mereka sudah melangkah  dengan  alasan  ingin

menyenangkan pihak lain, biasanya orang tua. Tapi kenapa itu diungkapkan  kepada  pasangannya  dengan sikap menyakitkan?! Kenapa itu dijadikan senjata saat marah membara? Kenapa  tidak  disampaikan  kepada orang  tua,  tanpa  mengurangi  rasa hormat  kepada  beliau,  “Pak,  saya tidak ingin sakit dan disakiti dalam pernikahan tanpa cinta. Saya takut nanti tidak bisa mencintainya!’ Saya pikir ini lebih jantan. Toh semua sudah berlalu, tak perlu disesali. Hanya sabar  pokok  solusinya.  Bukankah sifat mukmin yang baik adalah sabar atau syukur?

Ada ayat yang menarik untuk kita bahas,  terutama  buat  suami  yang tidak bisa mencintai istri atau siapapun. Pertama adalah surat al-Baqarah ayat 216, bisa disimak dalam rubrik Akhlak. Kedua adalah,

“…Dan  bergaullah  dengan  mereka secara  patut.  Kemudian  jika  kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai  sesuatu,  padahal  A­llah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Al-Nisa’:19)

Rasulullah e juga berpesan,“Janganlah  seorang  pria  beriman membenci wanita beriman, bisa jadi ia tidak menyukai sebagian sifatnya namun suka dengan sifat lainnya.”( Shahih Muslim (1486)).

Allah  menjadikan  ‘mu’asyarah bil ma’ruf’ (bergaul secara baik) sebagai kewajiban bagi pria, walaupun mungkin ia benci (apalagi ‘sekadar’ tidak cinta) kepada istrinya. Ia mestinya  yakin  dengan  keghaiban  dan keluasan ilmu Allah yang sempurna. Dengan demikian orang tidak akan mudah tunduk pada gejolak emosi semata.  Perkawinan  yang  mantap dan terhormat pun akan lebih nyata terwujud, insyaallah. Meskipun benci ia mesti sadar bahwa tetap ada kebaikan di dalamnya asal dapat menahan emosi dan bertekad untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Di akhir ayat tersebut Allah menghubungkan  jiwa  dengan-Nya,  menentramkan  jiwa dari amarah, dan menyiramkan  air  pada  api  benci.  Manusia pun akan mampu mengembalikan  jiwanya  pada  ketenangan, sehingga hubungan suami istri bukan seperti bulu dalam hembusan angin, tidak menentu.

Perkawinan  adalah  ikatan  suci yang  menggetarkan  Arys  Allah, dirajut dengan tali yang kuat menghubungkan  hati  seorang  mukmin dengan Allah. Islam pun memandang rumah  adalah  sumber  ketenangan, keamanan, keselamatan, dan hubungan suami istri penuh cinta dan kasih sayang. Rumah tangga dibangun di atas  perjanjian  kebebasan  di  atas saling  memenuhi,  mengasihi,  dan mencintai.

Pesan dalam ayat kedua tersebut agar suami menjadi tenang tentang ikatan perkawinannya. Tidak mudah memvonis sesuatu yang hanya berlandaskan pada gejolak emosi sesaat. Dengan  memegang  erat  tali  ikatan maka perkawinan tidak akan mudah retak karena ledakan emosi. Hal ini  amat  terasa  manfaatnya  dalam menjaga pondasi kemanusiaan. Juga bagi pengendalian emosi agar tidak mudah melayang ke sana ke mari.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: