Konsultasi, rumah tangga

Suamiku Tidak Mencinta..Bag 2


Umar  bin  al-Khaththab  pernah menyampaikan perkataan yang agung  saat  ada  lelaki  yang  ingin menceraikan istrinya dengan alasan tidak cinta.

“Celaka  kamu!  Benar-benarkah kamu mendirikan perkawinan hanya berdasar  cinta?  Di  manakah  letak jiwa  kepemimpinan  dan  tanggung jawabmu sebagai lelaki?!”

Cinta… adalah sepatah kata yang cukup  menggelikan  dan  murahan, jika yang dimaksud sekadar gejolak rasa sesaat dan tidak stabil. Kata ini sering dipakai sebagai alasan untuk memisahkan  suami  istri,  menghancurkan  kehidupan  rumah  tangga; tidak  jarang  menjadi  alasan  pengkhianatan seseorang atas yang lain. Alasan klasik dan murahan yang di masa sekarang banyak menjadi alasan pengkhianatan  suami  atas  istrinya atau sebaliknya!

Ada hal terpenting dalam hidup ini, bukan sekadar cinta monyet yang mudah  berpindah.  Gejolak  dalam jiwa  manusia  yang  kerdil  ternyata bisa berdampak begitu besar. Mereka yang selalu mengatasnamakan cinta rendah  hampir  pasti  tidak  pernah membayangkan  bahwa  hidup ini ada harga diri, kehormatan, keindahan,  dan  aneka  kemungkinan  lain.

Sepertinya mereka jauh dari Allah, begitu jauh terjerat dalam pola hidup jahiliyah.  Allah  telah  berfirman untuk  orang-orang  mukmin  agar berbuat  baik  dan  tidak  mengatasnamakan cinta kalau sekadar untuk merusak  kehidupan.  Akidah  iman satu-satunya yang mampu melepaskan jiwa, semangat, dan mengubah tingkat kebinatangan menjadi kemanusiaan yang lebih manusiawi.

Diriwayatkan  ada  seorang  lelaki yang ingin mengadukan tentang perilaku  istrinya  yang  tidak  baik. Lelaki  itu  menuju  rumah  Amirul Mukminin  Umar  bin  al-Khaththab.  Setiba  di  depan  pintu  rumah Umar lelaki itu tertegun, demi mendengar istri Umar tengah memarahi suaminya.  Tidak  ada  sama  sekali jawaban atau sanggahan dari Umar yang dikenal keras itu. Mengetahui hal yang demikian lelaki itu berniat segera  pulang.  Dalam  hatinya  ia berkata, “Jika Umar yang dikenal kuat, keras, bahkan sebagai amirul mukminin saja bertindak demikian, bagaimana pula dengan saya?! Sebelum jauh, tiba-tiba Umar telah memanggilnya, ditanya keperluannya.

“Wahai  Amirul  Mukminin!  Aku datang sebenarnya ingin mengadukan kejelekan dan keberanian istriku. Tetapi begitu aku mendengar istrimu melakukan hal yang sama, aku berpikir kalau amirul mikminin saja begitu bagaiaman pula dengan saya?!”

“Wahai  temanku’,  kata  Umar, ‘saya menahan diri darinya karena mengingat hak yang telah ia tunaikan. Ia memasak, membuatkan kue, mencucikan pakaian, menyusui anak saya  yang  sebenarnya  bukan  kewajibannya. Saya diam saja karena memang saya yang salah!”

“Demikian  pula  yang  dilakukan istri saya,”“ lelaki itu menimpali.

 “Bersabarlah  wahai  saudaraku, karena yang demikian itu tidak akan berjalan lama,” nasihat Umar.

Rasulullah  telah  berpesan kepada kita,

“Berpesanlah  dengan  kebaikan  kepada para istri. Wanita itu diciptakan dari  tulang  rusuk  dan  yang  paling bengkok  dari  tulang  rusuk  adalah bagian paling atas. Bila engkau paksa meluruskannya,  akan  patah,  dan bila engkau biarkan akan selamanya bengkok.  Karena  itu  berpesanlah berupa  kebaikan  terhadap  para istri.” [Shahih  al-Bukhari                (3153) dan Shahih  Muslim (1468)].

Suami istri memang tidak boleh mengabaikan  hal-hal  yang  tidak disenangi oleh pasangannya. Tetapi juga  diingatkan  agar  para  suami tidak  berlebihan  dalam  mengatasi persoalan yang timbul. Masing-masing  harus  mampu  menempatkan diri  secara  cermat  dan  pas.  Jika  ia merasa punya sifat jelek, harus menampakkan sifat lain yang baik.

Bercerai? Kenapa harus bercerai coba  dulu  nasihat  Umar  di  muka. Bukankah  Anda  kini  dicintai  anak Anda,  sebagaimana  ia  mencintai ayahnya…

Wallahu a’lam.

 Sumber: Majalah al-Fatawa 03/07

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: