An-Nisaa', Fatwa Ulama, Fiqih Ibadah, Seputar Wanita, Tata cara wudhu' Rasululloh

Apakah Menyentuh Wanita Terlarang dan Membatalkan Wudhu’??


Pertanyaan:
Bersentuhan kulit dengan lawan jenis seringkali tak dapat dihindari. Apakah bersentuhan dengan lawan jenis itu membatalkan wudhu, dan bagaimanakah hukum nya?

Jawab:
Menyentuh wanita yang ajnabiyah (bukan mahram dan bukan isteri) adalah satu hal yang haram. Thabrani meriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh salah seorang di antara kalian kepalanya ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tidak halal dia sentuh.”

Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap manusia tercatat mendapatkan bagian dari zina yang pasti dia alami. Zinanya mata adalah memandang, Zina telinga adalah mendengar, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan. Hatilah yang menginginkan dan berangan-angan, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan angan-angan tersebut.”

Berdasarkan keterangan di atas jelaslah bahwa menyentuh perempuan ajnabiyyah tanpa adanya kondisi yang mendesak adalah satu hal yang tidak diperbolehkan. Akan tetapi bila dalam kondisi yang mendesak, misalnya ketika hanya ada seorang dokter laki-laki atau dokter perempuan, padahal pasiennya berbeda jenis kelamin, maka dalam hal ini sentuhan diperbolehkan dengan tetap memenuhi kewaspadaan penuh agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berkenaan dengan berwudhu, maka pendapat yang benar adalah tidak membatalkann wudhu. Adapun ayat Allah lamastumunnisa yang dimaksud menyentuh adalah hubungan suami isteri sebagaimana penjelasan Ibnu Abbas.

Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sedangkan Aisyah tidur melintang di hadapan Nabi, apabila Nabi hendak sujud beliau menyubit kedua kaki Aisyah terlebih dahulu. Hadits ini menunjukkan bahwa wudhu Nabi tidaklah batal disebabkan bersentuhan dengan wanita.

Orang-orang yang berpendapat bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu karena berdalil dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ashabus Sunan (baca: Empat Kitab Sunan) dari Muadz bin Jabal. Ada seorang menghadap Nabi sshallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya aku telah mencium seorang wanita.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya terdiam sehingga Allah menurunkan firman-Nya yang artinya: “Sungguh perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS Huud: 114) Setelah turun ayat tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada orang tadi,” Berdirilah! Lantas berwudhu dan shalatlah dua rakaat!

Terdapat dua sanggahan berkenaan dengan dalil ini.
Pertama, hadits ini tidak shahih karena dalam hadits tersebut ada seorang yang bernama Abdurrahman bin Abi Laila dan beliau ini tidak pernah mendengar hadits dari Muadz bin Jabal (artinya sanadnya munqathi’/terputus)
Kedua, Andai hadits di atas shahih, hadits di atas tidak menunjukkan kalau menyentuh wanita itu membatalkan wudhu, karena dimungkinkan orang tersebut memang belum berwudhu (sehingga perlu berwudhu sebelum melaksanakan shalat dua rakaat)”

(Lihat Ijabatus Sail ‘ala ahamil Masa’il Karya Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’I hal 32-33 cetakan Darul Haramain Kairo)

Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

5 thoughts on “Apakah Menyentuh Wanita Terlarang dan Membatalkan Wudhu’??

  1. Bagus blognya sob.
    Postingannya juga bermanfaat.
    Terus berkarya ya, berbagi itu Indah🙂

    Ditunggu kunjungan baliknya ya sob, jangan lupa tinggalin jejak di postingan saya ya.🙂

    Posted by Adam Kurniawan | Selasa, Mei 31, 2011, 11:18 am
  2. assalamu alaikum..
    maaf ustadz, menyentuh wanita yang muhrim tidak batal wudhu, bagaimana kalau bukan muhrim…??

    Posted by hafidz | Jumat, Juni 3, 2011, 3:45 pm
  3. wa’alaykumussalaam..afwan saya bukan ustadz..

    Artikel di atas sudah jelas. Menyentuh wanita bukan mahrom saat berwudhu’ tidak membatalkan wudhunya. wallaahua’lam

    Posted by Abu Sahlan | Jumat, Juni 3, 2011, 4:14 pm
  4. Ass.wr.wb,
    Ustadz, sy mau nanya….misalkan sesorang pria harus menjalani terapi atau pengobatan,misalkan kerokan/pijat.kebetulan yg ada hanya tukang kerok/pijat wanita yg sdh cukup tua… Apakah setelah pijat/kerokan diwajibkan mandi atau cukup berwudlu sebelum melakukan shalat?

    Terimakasih, wass.wr.wb

    Posted by suryo | Sabtu, Juli 9, 2011, 8:51 pm
    • afwan baru balas kemaren libur jadi ga OL. sebelumnya afwan salamnya jangan disingkat ya..karena salam adalah doa.

      untuk pertanyaan antum: ana sarankan gunakan jasa tukang pijat pria. karena berdasarkan fatwa syeikh binz baz berikut:

      “Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya secara mutlak, baik wanita tersebut masih muda ataukah sudah tua renta, baik lelaki yang berjabat tangan tesebut masih muda ataukah sudah tua, karena berjabat tangan ini bisa menimbulkan fitnah. Juga tidak dibedakan apakah jabat tangan ini ada pembatasnya atau tidak, hal ini dikarenakan keumuman dalil (larangan jabat tangan), juga untuk mencegah timbulnya fitnah”. [Fatawa Islamiyah 3/76 disusun Muahmmad bin Abdul Aziz Al Musnid].

      wallaahua’lam..

      adapun adab pijat dengan sesama pria juga wajib diperhatikan, misalkan aurat yang tidak boleh dilihat, bisa menahan syahwat atau tidak. dll..wallaahua’lam.

      jika kurang puas antum bisa bertanya ke muslim.or.id

      afwan terakhir: ana bukan ustadz dan tidak layak disebut sebagai ustadz.syukron

      Posted by Abu 'Abbas | Senin, Juli 11, 2011, 9:53 am

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: