An-Nisaa', Kisah, Konsultasi, pasutri, remaja, rumah tangga, Taman Orang Jatuh Cinta

Tertarik Pada Setiap Pria..Bag 1


Aku adalah seorang gadis yang memiliki permasalahan besar. Aku tengah tertimpa fitnah, setiap kali aku melihat kepada pria mana saja, terutama yang tampan, maka hanya dengan sekedar melihat, bergetarlah jantungku, dan aku merasa menginginkannya. Terutama saat ada pria mana saja yang berbicara denganku. Aku sendiri alhamdulillah belum pernah terjerumus kepada yang diharamkan, hanya saja aku dulu pernah melihat film porno. Dan saat ini aku sangat mengkhawatirkan diriku sendiri. Hasratku kepada kaum laki-laki senantiasa bertambah. Aku berharap mendapatkan obat pada anda. Aku berharap anda menolong saya, wahai Syaikh.

Hayyakillah, selamat datang di majalah Qiblati.

Sungguh aku sangat berbahagia dengan surat anda ini. Karena aku merasa bahwa anda adalah seorang gadis mukminah, dan pada diri anda terdapat banyak kebaikan. Pada diri anda terdapat kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya -Shalallahu ‘alaihi wa salam-. Sebagaimana tampak, alhamdulillah, bahwa anda tidak menginginkan menjadi orang yang kehausan di balik perkara yang diharamkan. Anda tengah berusaha dengan segenap kemampuan anda untuk tidak terjerumus ke dalam perkara yang hina dan keji. Maka ini adalah sebagai bukti akan kebencian anda terhadap kemaksiatan.

Maka anda alhamdulillah, adalah seorang wanita yang memiliki kemuliaan yang anda tidak sudi terjerumus dalam perkara yang diharamkan tersebut. Demikian pula anda memiliki perasaan takut terhadap Allah -Subhanahu wa ta’ala-. Anda takut Dia melihat anda melakukan apa yang telah Dia larang. Oleh karena itulah anda mendapatkan rasa sakit dalam diri anda setiap kali anda melihat kepada sebagian laki-laki yang memiliki penampilan yang menarik hati anda, yang kemudian anda merasakan sakit dan kesulitan.

Tidak diragukan lagi bahwa anda, seperti halnya gadis-gadis lain, memiliki fitrah, indera dan perasaan yang tertanam di dalam jiwa anda, yang telah diciptakan oleh Allah -Subhanahu wa ta’ala- bagi anda untuk mendapatkannya. Maka perasaan anda berkeinginan untuk menikah, keinginan untuk menjalin hubungan percintaan dan kasih sayang dengannya, demikian pula sebuah hajat manusia yang setiap manusia normal tidak mungkin merasa tidak butuh dari pelampiasannya dengan cara-cara yang syar’i.

Itu tadi adalah permasalahan yang mesti ada pada setiap individu, maka sekarang aku akan berbicara tentang obatnya:

Ini adalah 10 wasiat yang aku berharap anda mempraktekkannya.

Pertama, wajib atas anda untuk meminta pertolongan kepada Rabb-anda, mengangkat kedua tangan anda seraya berdo’a kepada Allah untuk menyegerakan menikah dengan seorang laki-laki shalih bagi anda. Karena permintaan anda kepada Allah -Subhanahu wa ta’ala- untuk memberi anda seorang suami yang shalih adalah sebuah permintaan orang yang dipuji oleh Allah -Subhanahu wa ta’ala- dengan pujian agung. Bahkan menjadikannya sebagai do’a khusus para wali-Nya. Mereka adalah Ibadurrahman yang berdo’a kepada Allah:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Maka permintaan anda kepada Allah untuk memberi anda seorang suami yang shalih, dan agar Dia memberikan jalan keluar bagi anda dari kesusahan anda adalah sebuah permintaan yang disyariatkan, dan anda akan diberi pahala karenanya. Selain itu adalah merupakan sebab dengan izin Allah akan keberhasilan anda untuk mendapatkan seorang suami yang shalih. Nabi -Shalallahu ‘alaihi wa salam- telah bersabda:

لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatupun yang lebih mulia bagi Allah selain daripada do’a” (HR. Turmudzi dalam Sunannya, hadits dihasankan oleh al-Albani, Shahih at-Targhib wat-Tarhib (2/127))

Abu Dawud meriwayatkan dari Nabi –Shalallahu alaihi wa salam-:

“Do’a itu adalah ibadah.” Kemudian beliau membaca:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir: 60)

Maka anda dengan do’a anda akan mendapatkan dua keutamaan yang agung; pertama, anda adukan hajat kebutuhan anda kepada Rabb anda agar Dia mengabulkannya bagi anda dengan karunia dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pemurah, yang kemurahannya meliputi segala sesuatu; dan kedua, anda uraikan kesusahan dan kesedihan anda dan anda sandarkan diri kepada Allah -Subhanahu wa ta’ala- untuk  saat diaumenghilangkannya. Ini adalah yang telah diperbuat oleh Ya’qub  berkata:

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٨٦)

“Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)

Juga bergembiralah, Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa salam- telah bersabda:

« مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidak ada seorang muslim yang berdo’a kepada Allah, dengan do’a yang tidak ada di dalam do’a tersebut perbuatan dosa, tidak juga pemutusan tali rahim, kecuali Allah memberikan kepadanya dengan do’a tersebut salah satu dari tiga hal; disegerakan baginya do’anya, atau disimpan oleh Allah untuknya di akhirat, atau Dia palingkan darinya keburukan semisalnya.” Maka para sahabat bertanya: “Kalau demikian, kita memperbanyak do’a?” Maka beliau bersabda: “Allah lebih banyak (rahmat-Nya).” (HR. Ahmad, Shahih at-TArghib wat-TArhib (2/128))

Juga diriwayatkan dari Nabi -Shalallahu ‘alaihi wa salam- bahwa beliau -Shalallahu ‘alaihi wa salam- bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِى إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ

“Sesungguhnya Rabb kalian adalah Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya, saat dia mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian dia menarik keduanya dalam keadaan hampa.” (HR, Abu Dawud, Turmudzi, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib (2/128))

Maka bersandarlah kepada Allah -Subhanahu wa ta’ala-.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: