Iman, Jeritan Hati, Keluarga Bahagia, Taman Orang Jatuh Cinta, Tazkiyatun Nufus

Kenikmatan yang Menipu


Barangsiapa yang berpikir dalam-dalam dan seksama tentang akhir kehidupan dunia, ia akan senantiasa waspada. Barangsiapa yang yakin akan betapa panjangnya jalan yang akan ditempuh, maka ia akan menyiapkan bekal sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu, namun ia melupakannya dan betapa anehnya mereka yang mengetahui bahaya sesuatu, namun ia juga menutup mata!

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

”Kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (QS Al-Ahzab [33] : 37)

Anda tahu bahwa anda dikalahkan oleh hawa nafsu anda, dan anda tahu bahwa anda tak sanggup menaklukkannya. Alangkah anehnya jika anda merasa gembira dengan ketertipuan anda dan larut dalam kealpaan terhadap hal yang tersembunyi di dalam diri anda. Anda terperdaya oleh kesehatan anda, namun anda lupa betapa dekat penyakit dengan diri anda.

Telah anda saksikan dengan mata kepala anda sendiri tempat pembaringan akhir anda dan telah ditampakkan kehadapan anda ranjang-ranjang kematian oleh orang-orang yang ada di sekitar anda. Sungguh anda telah tenggelam dan hanyut dalam kelezatan-kelezatan duniawi, hingga anda melupakan kehancuran diri anda sendiri.

Engkau laksana tiada mendengar kabar mereka yang telah lalu

Tidak pula engkau melihat waktu

memperlakukan teman-temanmu

Jika engkau tak sadar bahwa itulah rumah-rumah

mereka yang abadi

Kubur-kubur mereka lenyap diterpa angin

yang menderu

Betapa banyaknya, anda melihat, para penghuni yang tak pernah memasuki rumahnya sendiri, sebelum mereka dipaksa memasukinya!

Betapa banyak pemilik singgasana yang terusir oleh musuh-musuh yang kemudian menguasai istananya.

Wahai siapa saja yang detik-detik kehidupannya terus melaju, betapa anehnya mereka, seperti manusia yang tak tahu dan tak mengerti apa-apa.

Bagaimana bisa matanya lelap terpejam

Padahal ia tak tahu kemana akan kembali

Sumber: Syaidul Khatir, (Indonesia) oleh Ibnu al-Jauzy

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

2 thoughts on “Kenikmatan yang Menipu

  1. Sepertinya aku pernah baca punya ibn Jauzi juga, tapi beda judul kitab. Judulnya Bahrud dumu’

    Alhamdulillha, walau secuil telah di terjemah, soalnya, bahasa beliau terlalu susah bagi aku yang baru baru belajar…

    Jazakumulloh..

    Posted by Ihfazhillah | Selasa, Juni 14, 2011, 2:23 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: