Sahabat dan Ulama, Tazkiyatun Nufus

Kekhawatiran Para Salaf


Sesungguhnya dunia ini telah pergi dan akhirat telah tiba. Setiap wanita yang mempunyai banyak anak, hendaknya menjadikan mereka anak-anak akhirat, dan janganlah menjadikan sebagai anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah hari amal dan bukan perhitungan. Sedangkan besok adalah hari perhitungan tanpa amal.

*****

Abubakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu’anhu

Beliau berkata, “Aku menginginkan diriku seperti sehelai rambut dibelah orang Mukmin.” Riwayat ini disebutkan oleh Imam Ahmad.

Diriwayatkan pula tentang Abu Bakar ash-Shiddiq memegang lidahnya lalu berkata, “Inilah yang menyeretku ke tempat yang berbahaya. Lalu Abu bakar menangis seraya melanjutkan:

“Menangislah, kalau tidak menangis, pura-pura menangislah.” Lalu ia berdiri shalat. Ia seperti sebuah tiang: tak bergerak karena takut kepada Allah. Saat membawa seekor burung, ia berkata “Tiada diburu dari seekor binatang buruan, dan tiada dipotong dari sebuah pohon kecuali hilang dengan tasbih.” Ketika mendekati saat-saat kematian, la berkata kepada Aisyah,

“Wahai puteriku, sesungguhnya aku terkena harta orang-orang Islam dengan pakaian ini dan susu ini serta budak ini. Maka, cepat-cepatlah pergi kepada Umar ibn Khathab.”

Umar manjawab, “Demi Allah, aku ingin sekiranya aku menjadi pohon ini, yang dimakan dan dipangkas daunnya.”

Qatadah berkata, “Telah sampai kepadaku kabar bahwa Abu bakar berkata, ‘Seandainya aku menjadi sayuran hijau dan aku dimakan binatang….'”

Umar ibn Khathab Radhiyallahu’anhu

Demikian juga Umar ibn Khathab. Sahabat setia rasul ini telah membaca surat at-Thur. Ketika sampai pada ayat, “Sesungguhnya siksa Tuhanmu pasti terjadi”, ia menangis tersedu-sedu hingga jatuh sakit dan banyak orang menengoknya.

Umar berkata kepada puteranya saat menghadapi kematian, “Letakkanlah pipiku di atas tanah. Barangkali Allah menaruh belas kasih kepadaku.”

Lalu berkata lagi, “Celakalah kalau Allah tidak mengampuni aku.”

Bila berwirid di tengah malam dan melewati suatu ayat, anak Khathab ini merasa takut lalu tinggal di rumah berhari-hari. Pada wajahnya tampak ada dua garis hitam karena menangis. Demikian berdasar penuturan Ibnu Jauzi.

Ibnu Abbas berkata kepada Umar, “Allah menjadikan kota dan negeri-negeri di bawahmu, menjadikanmu menaklukkan negeri-negeri tersebut. Allah berbuat baik kepadamu.” Mendengar hiburan tersebut, Umar masih saja merasa cemas, “Aku menginginkan selamat, bukan pahala maupun dosa.”

Ali ibn Abu Thalib Radhiyallahu’anhu

Inilah Ali ibn Abi Thalib Radhiyallahu’anhu dengan tangisan dan kekhawatirannya. Rasa takut yang ada padanya disebabkan dua hal, yaitu panjang angan dan hawa nafsu yang diperturutkan.

Keponakan Nabi ini merenungi hakekat. Lalu berkata, “Panjang angan akan menjadikan seseorang lupa akan akhirat, sementara hawa nafsu yang diperturutkan akan menghalangi orang dari kebenaran. Sesungguhnya dunia ini telah pergi dan akhirat telah tiba. Setiap wanita yang mempunyai banyak anak, hendaknya menjadikan mereka anak-anak akhirat, dan janganlah menjadikan sebagai anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah hari amal dan bukan perhitungan. Sedangkan besok adalah hari perhitungan tanpa amal.”

Utsman ibn Affan Radhiyallahu’anhu

Ketika berdiri di atas kuburan, Utsman lbn Affan Radhiyallahu’anhu menangis hingga basahlah jenggotnya. Seandainya berada di antara surga dan neraka, aku tidak tahu yang mana diantara kedua tempat itu yang dierintahkan untukku. Kalaulah bisa, aku memilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana aku nanti.”

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: