Tazkiyatun Nufus

Ketika Sweet 17 Jatuh Cinta


Cinta adalah suatu hal yang produktif dan kebencian adalah suatu hal yang  semu.  Cinta  adalah  penerang  dan  benci  adalah  kegelapan.  Cinta membangun  kepribadian  dan  kebencian  perusaknya.  Cinta  membuka semua  pintu  hati  yang  tertutup  dan  kebencian  menutup  pintu  hati  yang terbuka.  Cinta  mampu  menggetarkan  gunung  dan  bukit-bukit,  sedang kebencian  menghentikan  semua  langkah.  Cinta  mampu  menghidupkan semua hati yang mati sedang kebencian mematikan semua hati yang hidup.

Cinta  memiliki  energi  dan  kekuatan  yang  sangat  besar  dan  mampu menumbuhkan  banyak  kapabilitas.  Ia  mampu  bersinar  lebih  terang  dari sinar  mentari,  lebih  benderang  dari  segala  cahaya  yang  ada,  lebih  cepat merasuk   ke   dalam   hati   daripada   kecepatan   cahaya   dan   lebih   besar kekuatannya dari atom.

Tapi, bagaimanakah jadinya tatkala cinta diposisikan pada tempat yang sangat buruk. Sehingga banyak dari mereka mengatasnamakan cinta dengan penampilannya yang palsu. Banyak pihak menganggap bahwa melampiaskan hawa nafsu adalah bagian terindah dari cinta.

Kita lihat di zaman yang penuh fitnah syahwat, tak sedikit para pemuda dan pemudi mengekspresikan cinta mereka dengan ungkapan sweet seventeen. Sebuah istilah bagi para pemuda pemudi yang saling mengungkapkan rasa cintanya.  Sehingga tidak menjadi hal tabu lagi ketika kita melihat siswa-siswi sekolahan saling bergandengan tangan, saling mengecupkan kening, atau hanya sekedar jalan bareng.

Sebaliknya, sebagian dari mereka mengolok-olok dan mencemooh orang yang berusaha keluar dari lingkaran hawa nafsu tersebut; “kata-kata kuper pun ikut disematkan kepadanya”. Seperti biasa, mereka mengatakan itulah cinta atau dikenal dengan “Pacaran”. Padahal itu hanyalah hawa nafsu dan syahwat yang dilekatkan/dibungkus dengan label “Cinta”.

Orangtua pun tak lepas dari peranan ini.  Banyak orangtua memberikan kebebasan untuk anaknya dalam berpacaran asalkan sudah berumur 17 tahun; “Kamu boleh pacaran kalo sudah 17 tahun”: kalimat tersebut sering kita dengar dari para orangtua yang tidak tahu bahaya dari pacaran. Ketika ada sebagian orangtua yang melarang anaknya untuk tidak pacaran, maka sang anak pun berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan restu orangtuanya; “Kan biar lebih semangat mom, teman aku aja nilainya bagus karena pacaran”; atau ada yang memilih diam-diam/ sembunyi-sembunyi (Backstreet).

Kenyataannya!!! Mereka justru semakin terjerumus ke dalam hawa nafsu atas label “cinta”. Betapa banyak kita saksikan, para wanitanya rela pasangannya mencicipi kehormatannya dengan label “cinta”. Betapa banyak para anak membangkang pada orangtua dengan label “cinta”. Puncaknya!!! Sebagian pasangan membunuh pasangannya lantaran cemburu atau diputus karenanya, itupun akibat label “cinta”. Atau tindakan aborsi lantaran belum siap hamil atau pasangannya tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya yang berlabelkan “cinta”.

Bagaimana cinta yang sesungguhnya!!! Mencintai Alloh dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada seluruh makhluk. Melaksanakan apa yang Alloh perintahkan dan Alloh larang baik dalam Al-qur’an ataupun melaui lisan Rasul-Nya. Cinta sejati akan melahirkan rasa takut akan murka Alloh akibat maksiat dan berharap yang sangat untuk mendapatkan keridhoan-Nya, berharap surga-Nya, dan berharap melihat wajah-Nya. Kecintaan anda ini akan melahirkan keimanan tinggi dan iman adalah tiket  untuk  bisa  mencapai  Surga  Firdaus.

Alloh telah berfirman:

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat di atas mengajak kita untuk menempatkan posisi cinta yang sesungguhnya. Cinta yang suci yang tidak terkotori oleh nafsu dan syahwat. Cinta yang mengajak kepada kebahagiaan hakiki. Inilah label cinta sesungguhnya. Oleh karena itu, maka kita harus mengikuti Rasululloh dalam memahami cinta yang hakiki.

Berikut sabda Rasululloh tentang hawa nafsu yang berlabel cinta

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. (HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami.

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu’ah Al Manahi Asy Syari’ah 2/102]

“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)

”Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

“…zina kedua matanya adalah memandang….” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i))

“Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

Mungkin dalil-dalil diatas tidak diketahui oleh para remaja (sweet 17), akan tetapi orangtua wajib mengetahui dan mengajarkan kepada anak-anaknya. Kalaupun mereka tidak mengetahui dikarenakan dangkalnya ilmu agama, maka secara fitrah dan hati kecil para orangtua akan menyadari bahaya pacaran dan pergaulan didalamnya.

Kami   memohon   kepada   Allah   semoga uraian    dalam    artikel    sederhana    ini    menjadi pembuka   hati   yang   terkunci,   menggetarkan perasaan     yang     tertidur,     sehingga     bisa mengembalikan  segenap  pria dan wanita secara umum dan siswa-siswi berseragam yang  belum menempati cinta pada posisi yang sebenarnya yang telah diperintahkan Allah Ta’ala serta para orangtua dalam mendidik para anaknya.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: