Aqidah dan Manhaj

Jangan Menjadi Manusia Spons…Bag 1


Di antara adab menuntut ilmu sebagaimana diungkapkan oleh para ulama adalah bahwa seorang penuntut ilmu itu jangan sampai menjadi spons. Maksudnya adalah bahwa penuntut ilmu itu jangan mengambil sembarang ucapan dan informasi apa saja yang masuk ke telinganya, ibarat spons yang menyerap cairan apa saja tanpa pandang bulu. Ada air jernih diserap, ada air teh atau kopi diserap, ada air kotor diserap bahkan cairan beracun pun akan diserap juga. Maka seorang penuntut ilmu -bahkan juga setiap muslim- harus selektif dalam mengambil ucapan dan rujukan, sebagaimana diisyaratkan dalam sejumlah ayat dalam al-Qur`an.
Artinya, orang yang mendengarkan ucapan harus berhati-hati dan hanya mengambil yang baik-baik dari ucapan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim pun hendaknya bersikap demikian, selektif dalam menerima dan mengambil informasi. Jangan gampang menerima ucapan ataupun informasi yang disampaikan oleh sembarang orang, apalagi jika informasi tersebut terkait dengan Agama dan Syari’at, terkait dengan nama baik orang dan masalah-masalah sensitif lainnya. Sebab informasi yang diberikan oleh orang kepada kita sangatlah beragam.

Ada sebagian yang baik, tetapi banyak pula yang tidak baik, bahkan menyesatkan. Ada yang memberikan manfaat, namun tak jarang pula merugikan banyak pihak. Tidak semua orang ketika ia berbicara adalah ikhlas bertujuan untuk memberikan kebaikan dan manfaat kepada kita. Apalagi kalau kita perhatikan kondisi masyarakat di masa ini, banyak orang yang ketika berbicara, mereka tidak memiliki motivasi dan tujuan yang jelas. Masih banyak di antara mereka yang berbicara hanya sekedar untuk memperoleh keuntungan harta, jabatan, kedudukan, popularitas, agar orang tertarik mendengarkan ucapannya, agar orang tertawa, atau hanya sekedar bersandiwara belaka. Tidak peduli apakah yang diucapakan itu benar atau salah, haq atau batil, dusta atau kejujuran, bermanfaat atau merusak, berdosa atau berpahala, yang penting bisa bikin heboh, menarik perhatian dan membuat orang-orang tertawa.

Jangan sampai telinga dan hati kita, kita jadikan keranjang sampah yang menerima apa pun yang dilemparkan orang. Sebab hati kita sangatlah lemah dan rapuh, mudah goyah dan gampang terbolak balik sesuai namanya: الْقَلْبُ (hati) yang berasal dari akar kata قَلَبَ – يَقْلِبُ yang arti dasarnya adalah membolak atau membalik.

Dalam hal makanan saja kita sangat selektif, kita tidak mau menerima sembarang makanan yang ditawarkan orang, karena tentu khawatir badan kita akan sakit. Kita tentu akan menolak makanan yang mangandung zat berbahaya, makanan yang basi dan busuk, makanan yang tidak bermanfaat bahkan merusak badan dan makanan-makanan yang merugikan atau membahayakan tubuh. Kita hanya mau makanan-makanan yang jelas baik, halal, bermanfaat, bergizi dan menyehatkan. Maka tentu kita wajib ekstra hati-hati dan lebih selektif dengan makanan hati kita, santapan ruh kita. Apakah sembarang santapan kita terima? Apakah semua yang ditawar-kan dan diucapkan orang kita ambil? Kita telan bulat-bulat? Kita pegang bahkan kita jadikan keyakinan hidup (akidah)? Kalau ya, maka seperti apakah jadinya hati dan akal kita akhirnya?

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa menge-tahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6).

Sebuah perumpamaan Islami telah memperingatkan kita agar jangan menjadi seperti “hathibul lail” (pencari kayu bakar di kegelapan malam), yang tidak bisa membedakan antara kayu dengan yang lainnya, apa saja yang dia dapat dia ambil, apa saja yang dia pegang dia sangka kayu bakar, bahkan ular sekalipun dianggap sebagai kayu bakar yang ketika dia memegangnya justru menggigitnya dengan bisanya.

Jangan sekali-kali demikian wahai kaum muslimin! Namun hendaknya kita menyikapi dan menerima informasi dengan pandangan yang terang dan jernih, kita lihat dan kita teliti terlebih dahulu, apakah benar atau tidak, apakah haq atau batil, apakah kebaikan atau keburukan. Inilah sikap yang seharusnya kita pegang, jangan sampai kita terpedaya dengan kemasan kata, jangan sampai kita tertipu dengan bungkus semata tanpa melihat apa isi dalamnya.

Kalau demikian, maka kita mungkin akan bertanya-tanya, “Ucapan siapakah yang paling berhak untuk diambil?”

Jawaban untuk pertanyaan di atas sangatlah jelas, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi, yang keduanya merupakan petunjuk jalan, obat penyakit hati, dan santapan ruhani yang paling berman-faat yang dapat membuat hidup hati manusia. Tentu sudah terlalu sering kita mendengarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan senantiasa diulang-ulang oleh para khatib atau penceramah dalam mukaddimahnya,

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ

“Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Muslim).

Inilah ucapan yang paling berhak untuk diambil dan dipegang secara mutlak, inilah yang paling layak untuk didengarkan dan ditaati, dan inilah yang harus dijadikan sumber pengambilan ilmu. Jika seseorang enggan dengan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya dan mengesampingkan keduanya, maka pasti akan menemui kegelapan dalam menempuh jalan hidupnya. Dia pasti akan mengisi hatinya dengan selain keduanya, akan mengalami kekacauan dalam sikap dan pemikirannya, karena tidak mengambil sumber yang jelas dan terang, tetapi mengambil segala macam sumber dan ucapan manusia tanpa kecuali.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: