Aqidah dan Manhaj

Peristiwa Munculnya Dajjal Bag 1


Kiamat, tidak seorang pun yang mengetahui waktunya kecuali Allah, ia termasuk perkara perkara ghaib di mana Allah menyimpan ilmunya pada diri-Nya, Allah tidak berkehendak membeberkannya kepada seorang pun, tidak kepada malaikat yang dekat dengan-Nya dan tidak pula kepada Nabi yang diutus.

Firman Allah Subhanahu Wata’ala :

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat.” (Luqman: 34).

Firman Allah Subhanahu Wata’ala :

“Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah’.” (Al-Ahzab: 63).

Malaikat Jibril ‘Alaihissalam pernah hadir kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam dengan wujud seorang laki-laki. Dia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam tentang iman, Islam, ihsan dan kapan Kiamat. Tiga pertanyaan yang pertama Rasulullah menjawabnya, tetapi untuk pertanyaan yang keempat Rasulullah menjawab dengan jawaban yang menunjuk-kan bahwa beliau tidak mengetahui, sama halnya dengan Jibril. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam :

“Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.” (Muttafaq alaihi dari Abu Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 47 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2).

Dua orang kepercayaan Allah sekaligus utusannya yang pertama dari penduduk langit, Jibril dan yang kedua dari penduduk bumi, Muhammad Rasulullah sama-sama tidak mengetahui kapan Kiamat tiba. Lalu bagaimana menurut Anda dengan selain keduanya?

Allah memang merahasiakan waktu Kiamat, akan tetapi tidak dengan tanda-tandanya. Dia berkenan menjelaskan, baik secara global di dalam al-Qur`an atau terperinci melalui lisan Rasul-Nya. Para ahli ilmu membagi tanda-tanda Kiamat ini menjadi dua: Tanda-tanda Kiamat shughra dan tanda-tanda Kiamat kubra. Yang pertama adalah tanda-tanda yang terjadi jauh-jauh hari sebelum Kiamat tiba seperti diangkatnya ilmu, merajalelanya kebodohan dan diminumnya khamar dan merebaknya zina seperti yang disabdakan oleh Rasulullah. (Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 70 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 1856).

Adapun tanda-tanda yang kedua, maka ia adalah tanda-tanda yang apabila ia terjadi berarti Kiamat sudah di ambang pintu. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2037) dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari, Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya kiamat akan tidak tiba sehingga kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda, lalu beliau menyebutkan: Asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa putra Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, tiga pembenaman (di timur, di barat dan jazirah Arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman menggiring manusia ke Mahsyar mereka.”

Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar, sehingga salah satu permohonan Nabi kepada Allah di dalam shalat adalah perlindungan diri darinya. Dari Aisyah, bahwa Rasulullah berdoa di dalam shalat :.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari dosa dan hutang.” (Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 447; dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 306).

Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda :

“Tidak ada makhluk dengan fitnah terbesar sejak Allah menciptakan Adam sampai Hari Kiamat melebihi Dajjal.” (HR. Muslim dari Imran bin Hushain. Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2058).

Dajjal secara etimologi berarti penipu ulung dan pembual besar. Secara istilah dia adalah seorang laki-laki pembual, pengaku dirinya tuhan yang keluar di akhir zaman.  Adapun sebagian ciri-cirinya adalah Mata kanannya cacat tertutup kulit tebal (oleh karenanya dia disebut dengan al-Masih yang berarti orang yang dihapus yaitu matanya). Matanya seperti anggur terapung, di antara keduanya tertulis “kafir” yang bisa dibaca setiap Mukmin atau orang yang membenci perbuatannya; baik orang tersebut bisa membaca atau tidak. Dia berambut sangat keriting, kulitnya merah, berbadan tinggi besar (mirip dengan Abdul Uzza bin Qathan bin Amr al-Khuza’i), mandul tidak beranak. Dia keluar dari sebuah jalan di antara Syam dan Irak. Hidup di bumi selama empat puluh hari berbuat kerusakan.

Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan dan satu hari seperti seminggu dan hari-hari lain seperti hari-hari biasa. Kecepatannya seperti hujan diterpa angin kencang. Dia mendatangi suatu kaum, dia mengajak mereka, dan mereka beriman kepadanya dan menjawab ajakannya, lalu dia menyuruh langit dan ia menurunkan hujan, dia menyuruh bumi, maka ia menumbuhkan tanaman, maka ternak-ternak mereka makmur, punuknya tinggi, susunya deras dan perutnya kenyang. Sebaliknya, ketika Dajjal mengajak kaum yang lain lalu mereka menolaknya, maka mereka ditimpa kesulitan hidup, harta mereka binasa sehingga mereka tidak memiliki apa pun. Dajjal berkata kepada tanah kosong, “Keluarkan harta yang ada di perutmu”, maka harta itu pun keluar mengikutinya seperti lebah mengikuti ratunya. Dia mampu menghidupkan orang mati, dia membelah seorang pemuda kuat menjadi dua bagian, kedua bagian tersebut dipisah sejauh lemparan anak panah, lalu Dajjal memanggilnya, dan ia pun datang dengan wajah berseri dan tertawa.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: