Kisah

Suamiku Bertaubat di Mekkah


Suamiku adalah seorang perokok berat. Aku baru mengetahui hal itu setelah kami menikah. Aku berusaha menasehatinya agar berhenti merokok. Namun dia enggan mendengar nasehatku karena aku tahu dia memang seorang perokok berat yang sudah merokok sejak lama.

Bagi orang seperti dia berhenti merokok secara tiba-tiba tentu menjadi persoalan pelik seperti yang pernah dia katakan kepadaku. Aku akhirnya memutuskan untuk membantunya berhenti merokok secara sedikit demi sedikit.

Tibalah Ramadhan. Di bulan puasa, suamiku biasanya merokok sebelum adzan subuh dan setelah itu dia berpuasa seperti biasa, sampai tiba saat berbuka. Sebuah rentang waktu yang sebenarnya cukup bagi mereka yang ingin berhenti merokok.

Dalam pekan pertama, suamiku biasanya menghabiskan tiga batang rokok setiap sehabis magrib. Aku terus memintanya untuk mengurangi jumlah itu. Alhamdulillah dia menurutiku, karena dia memang bertekad untuk berhenti merokok.

Pada pekan kedua, suamiku berusaha menyibukkan diri dengan shalat, beribadah, atau mengerjakan pekerjaan lainnya sehingga dia cukup menghisap dua batang rokok saja.

Sampai di pekan ke tiga rokok yang dihisap suamiku sesudah magrib hanya tinggal satu batang saja, sisa waktunya dia gunakan untuk beribadah, mengerjakan pekerjaan lain, atau duduk-duduk bersama keluarga.

Pada pekan terakhir Ramadhan, kami sekeluarga pergi ke Mekah untuk Umrah. Setelah kami melaksanakan manasik Umrah kami shalat magrib dan berbuka. Suamiku mengeluarkan sebatang rokok dan berniat untuk menghisapnya, aku berkata padanya, “Kalau ayah memiliki tekad bulat, maka mumpung kita sedang berada di Mekah, tempat paling suci di bumi. Dan aku tahu demi Allah, ayah adalah orang yang shalat dan ibadahnya baik, mengapa ayah tidak membuang saja semua rokok yang tersisa setelah ayah berusaha meninggalkannya sedikit demi sedikit? Dengan kemauan yang kuat insya Allah ayah akan dapat berhenti merokok sama sekali.

Mendengar ucapanku suamiku hanya tersenyum, dia mengurungkan niatnya merokok. Sungguh, akhirnya kebahagianku sempurna, ketika suamiku tercinta dengan ijin dan pertolongan Allah Subhanahu waTa’ala, dapat menghentikan kebiasaannya

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: