Aqidah dan Manhaj, Konsultasi

Seputar Ziarah Kubur (1/2)


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Ziarah kubur adalah fenomena umun di Indonesia. Sering terlihat orang-orang ramai melakukan ziarah kubur, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

1. Bagaimana cara ziarah kubur yang benar?

2. Apakah ziarah kubur itu mempunyai manfaat?

3. Apakah ada hal-hal yang terlarang sehubungan dengan ziarah kubur tersebut?

Terima kasih atas jawabannya, Jazakumullahu khairan, Wassalamu‘alaikum.

Nu’man (Jakarta)

Jawaban:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara Nu’man, ziarah kubur disyariatkan dalam agama berdasarkan hadits-hadits Rasulullah dan ijma’ (kesepakatan). Dalil-dalil dari hadits ‘Rasulullah  tentang disyariatkannya ziarah kubur diantaranya:

Hadits Buraidah bin Al-Hushaib dari ‘Rasulullah  beliau bersabda : “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim (3/65 dan 6/82) dan oleh Imam Abu Daud (2/72 dan 131)

Adapun ijma’ disebutkan oleh: Al-‘Abdari sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab (5/285). Syariat tentang ziarah kubur disunahkan bagi laki-laki. Adapun bagi wanita hukumnya mubah (boleh), makruh, bahkan haram bagi sebagian wanita. Perbedaan hukum antara laki-laki dan wanita dalam masalah ziarah kubur ini disebabkan oleh adanya hadits yang menunjukkan larangan ziarah kubur bagi wanita :

‘Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah melaknat wanita-wanita peziarah kubur.” Hadits ini diriwayatkan Ibnu Hibban di dalam Shahih‑nya sebagaimana dalam Al-Ihsan no.3178.

Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, ‘Wanita seperti laki-laki dalam hal disunnahkannya ziarah kubur. Kemudian beliau menyebutkan empat alasan yang sangat kuat dalam menunjukkan hal tersebut di atas. Setelah itu beliau berkata: ‘Akan tetapi tidak dibolehkan bagi mereka (para wanita) untuk memperbanyak ziarah kubur dan bolak-balik ke kuburan sebab hal ini akan membawa mereka untuk melakukan penyelisihan terhadap syariat seperti meraung, memamerkan perhiasan/kecantikan, menjadikan kuburan sebagai tempat tamasya dan menghabiskan waktu dengan obrolan kosong (tidak berguna), sebagaimana terlihatnya hal tersebut dewasa ini pada sebagian negri-negri Islam. Periksa Kitab Ahkamul Janaiz karya Syaikh al-Albani 229-237.

FAEDAH ZIARAH KUBUR

a. Bagi peziarah

Faidah yang bisa dipetik orang yang berziarah kubur, antara lain :

1. Memberikan nasehat bagi dirinya.

2. Mengingatkannya kepada kematian, balasan dan hari kiamat.

3. Menambahkan kebaikan baginya.

4. Mengambil pelajaran.

5. Melunakkan (melembutkan) hati.

6. Menjadikannya zuhud terhadap dunia dan tamak terhadap kebaikan hari akhirat.

Semua hal tersebut di atas ditunjukkan oleh hadits-hadits Nabi : ‘Sesungguhnya aku pernah melarang kalian dari berziarah kubur maka (sekarang) ziarahilah kubur sebab ziarah itu akan mengingatkan kalian terhadap hari akhirat dan akan menambah kebaikan pada diri kalian.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari hadits Buraidah bin al-Hushaib (5/350, 355, 356 dan 361).

b. Bagi penghuni kubur

Penghuni kubur akan mendapatkan manfaat dari ziarah kubur dengan adanya salam yang ditujukan padanya yang isinya adalah permohonan keselamatan baginya, permohonan ampunan dan rahmat baginya. Semua hal ini hanya bisa didapatkan oleh seorang muslim. (Disebutkan oleh Syaikh al-Albani dalam Ahkamul Janaiz : 239).

Berkata Ibnul Qoyyim :

‘Pasal : Tentang Petunjuk Nabi dalam ziarah kubur : Adalah beliau jika menziarahi kubur para shahabatnya beliau menziarahinya untuk mendoakan mereka dan memintakan rahmat dan pengampunan bagi mereka. Inilah bentuk ziarah yang disunnahkan bagi ummatnya dan beliau syari’atkan untuk mereka dan memerintahkan mereka jika menziarahi kuburan untuk mengatakan:

Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orangorang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.” (Disebutkan dalam Kitab Zadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim).

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: