Aqidah dan Manhaj, Konsultasi

Seputar Ziarah Kubur (2/2)


YANG DILAKUKAN PEZIARAH

Yang hendaknya dilakukan oleh seorang peziarah adalah :

1. Memberi salam kepada penghuni kubur (muslimin) dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

Diantara doa yang diajarkan oleh ‘Rasulullah kepada ummatnya yang berziarah kubur :

“Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudahmudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim 975, Al-Nasai 4/94, Ahmad 5/353, 359, 360.

2. Tidak berjalan di atas kuburan dengan mengenakan sandal. Hal ini berdasarkan hadits Basyir bin Khashashiah :

‘Ketika Rasulullah sedang berjalan, tiba-tiba beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan di antara kubur dengan mengenakan sandal, maka Rasulullah bersabda: ‘Wahai pemilik (yang memakai) sandal celakalah engkau, lepaskanlah sandalmu.” Maka orang itu memandang tatkala ia mengetahui Rasulullah, ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya. Diriwayatkan oleh al-Hakim 1/373 dan dia berkata : ‘Sanadnya sahih”, dan disepakati oleh Al-Dzahabi dan dikuatkan (diakui) oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar (Fathul Bari 3/160).

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar : ‘Hadits ini menunjukkan makruhnya berjalan di antara kuburan dengan sandal” (Fathul Bari 3/160). Berkata Syaikh al-Albani : ‘Hadits ini menunjukkan makruhnya berjalan di atas kuburan dengan memakai sandal. Lihat Ahkamul Janaiz 252).

3. Tidak duduk atau bersandar pada kuburan.

Hal ini berdasarkan hadits Abu Marbad dari Nabi : ‘Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan melakukan shalat p a d a n y a . ” Dikeluarkan o l e h Imam Muslim 2/228.

4. Dibolehkan bagi peziarah untuk mengangkat tangannya ketika berdoa untuk penghuni kubur, berdasarkan hadits ‘Aisyah :

‘’Rasulullah keluar pada suatu malam, maka aku (‘Aisyah) mengutus Barirah untuk membuntuti kemana saja beliau (Rasulullah) pergi, maka Rasulullah mengambil jalan ke arah Baqi’ Al- Garqad kemudian beliau berdiri pada sisi yang terdekat dari Baqi’ lalu beliau mengangkat tangannya, setelah itu beliau pulang, maka kembalilah Barirah kepadaku dan mengabariku (apa yang dilihatnya). Maka pada pagi hari aku bertanya dan berkata :

Wahai Rasulullah keluar kemana engkau semalam ? Beliau berkata : ‘Aku diutus kepada penghuni Baqi’ untuk mendoakan mereka.” Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/92) dan sebelumnya oleh Imam Malik pada kitabnya (Al-Muwatha` (1/239- 240)).

5. Berkata ‘Abdullah Al-Bassam: ‘Tidaklah pantas bagi seseorang yang berada di pekuburan, baik dia bermaksud berziarah atau hanya secara kebetulan untuk berada dalam keadaan bergembira dan senang seakan-akan dia berada pada suatu pesta, seharusnya dia ikut hanyut atau memperlihatkan perasaan ikut hanyut dihadapan keluarga mayat.” (Lihat Taudhihul Ahkam 2/564).

6. Menghadap ke kuburan ketika memberi salam kepada penghuni kubur.

YANG DIHARAMKAN

Disebutkan oleh Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman al-Bassam dalam Kitab Taudhihul Ahkam (2/562-563), bahwa keadaan seorang yang berziarah ada empat jenis, yaitu :

1) Mendoakan para penghuni kubur dengan cara memohon kepada Allah pengampunan dan rahmat bagi para penghuni kubur, dan memohonkan doa khusus bagi yang dia ziarahi dan pengampunan. Mengambil pelajaran dari keadaan orang mati sehingga bisa menjadi peringatan dan nasehat baginya. Inilah bentuk ziarah yang syar’i.

2) Berdoa kepada Allah bagi dirinya sendiri dan bagi orang-orang yang dicintainya dipekuburan atau di dekat sebuah kuburan tertentu dengan keyakinan bahwa berdoa dipekuburan atau pada kuburan seseorang tertentu afdhal (lebih utama) dan lebih mustajab daripada berdoa di mesjid. Dan ini adalah bid’ah munkarah, haram hukumnya.

3) Berdoa kepada Allah dengan mengambil perantara jah (kedudukan) penghuni kubur atau haknya. Seperti dia berkata : ‘Aku memohon pada-Mu wahai Rabbku berikanlah …(sesuatu)… dengan jah (kedudukan) penghuni kuburan ini atau dengan haknya terhadap-Mu, atau dengan kedudukannya disisi-Mu” ; atau yang semisalnya. Dan ini adalah bid’ah muharramah dan haram hukumnya, sebab perbuatan tersebut adalah sarana/jalan yang mengantar kepada kesyirikan kepada Allah.

4) Tidak berdoa kepada Allah, malah berdoa kepada para penghuni kubur atau kepada penghuni kubur tertentu, seperti dia berkata : Wahai wali Allah, Wahai Nabi Allah, Wahai tuanku, cukupilah aku atau berilah aku…(sesuatu)…dan semisalnya. Dan ini adalah syirik Akbar (besar). Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al- Raddu ‘alal Bakri hal.56-57, ketika menyebutkan tingkatan bid’ah yang berhubungan dengan ziarah kubur, kata beliau : ‘Bid’ahnya bertingkat-tingkat :

Tingkatan Pertama (yang paling jauh dari syari’at) : Dia (penziarah) meminta hajatnya pada mayat atau dia beristighotsah (meminta tolong ketika terjepit/susah) padanya sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan orang terhadap kebanyakan penghuni kubur. Dan ini adalah termasuk jenis peribadatan kepada berhala.

Tingkatan Kedua : Dia (penziarah) meyakini bahwa berdoa disisi kuburnya mustajab atau bahwa doa tersebut afdhal (lebih baik) daripada berdoa di mesjid-mesjid dan di rumah-rumah. Dan dia maksudkan ziarah kuburnya untuk hal itu (berdoa di sisi kuburan), atau untuk shalat disisinya atau untuk tujuan meminta hajat-hajatnya padanya.

Tingkatan Ketiga : Dia (penziarah) meminta kepada penghuni kubur agar memintakan (hajat) baginya kepada Allah. Dan ini adalah bid’ah berdasarkan kesepakatan para imam-imam kaum muslimin.

Wallahu a’lamu bish shawwab

Sumber : Majalah Fatawa 3/07

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: