Adab, Akhlak,dan Nasihat

Lelucon Para Pelawak


Celaka bagi orang yang berbicara kepada orang lain lalu dia berdusta agar suatu kaum tertawa dengannya, celaka baginya, celaka baginya”.

Hadits diatas adalah peringatan bagi para pelawak dan orang-orang yang berdusta agar membuat orang lain tertawa. Tidak dipungkiri lagi, sebuah acara lawak di televisi menempati rating tertinggi di hati para pemirsa/penonton. Bahkan tak jarang untuk membuat penonton tertawa, para pelawak melakukan aksi-aksi konyol yang merendahkan harga diri mereka sendiri dan bahkan kata-kata kotor terlontar dari lidah mereka dan itupun terjadi diantara sesame pelawak. Anehnya, mereka bangga ucapan seperti itu dengan tujuan untuk memikat penonton dan juga uang tentunya.

Sudah selayaknya bagi kita yang gemar menonton acara tersebut atau kita sendiri yang suka berbuat dusta dan kekonyolan agar orang lain tertawa mengetahui akibat buruk dari lawak (bercanda berlebihan). Sehingga kita tidak dimasukkan ke dalam hadits diatas.

Di antara keburukan lawak adalah:

Pertama: Menimbulkan kedustaan. Dan ini adalah keburukan yang paling besar. Dan sungguh Allah Ta’ala telah melarang berlaku dusta di dalam banyak ayat Al-Qur’an.

 “…maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”.  (QS. Al-Hajj: 30).

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammmad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Hendaklah kalian berbuat jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa kepada surga, dan seorang hamba senantiasa berbuat jujur dan menjaga dirinya untuk berlaku jujur sehingga dirinya ditulis di sisi Allah subhana hu wata’alla sebagai orang yang jujur, dan jauhilah perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada dosa dan dosa itu mengarahkan kepada neraka, dan seseorang senantiasa berbuat dusta dan berusaha berbuat dusta sehingga ditulis sebagai pendusta di sisi Allah”. Shahih Bukhari 4/409 no: 6094 dan shahih Muslim 4/2013 no: 2607

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Samurah bin Jundub dalam sebuah hadits yang panjang dan di dalam hadits tersebut disebutkan tentang mimipi Nabi Muhammmad shallallahu alaihi wa sallam dan beliau bersabda,Aku didatangi pada malam ini oleh  dua orang lalu mereka berdua memabawaku pergi, mereka berdua berkata kepadaku mari pergi , maka aku pergi bersama mereka berdua…… lalu kami mendatangi seorang lelaki yang sedang tidur terlentang sementara di sampingnya seorang lelaki berdiri dengan membawa rantai besi berduri lalu ia memotong-motong salah satu bagian dari wajahnya hingga tengkupnya lalu memotong hidungnya hingga tengkupnya serta memotong kedua matanya sehingga sampai pada kepala bagian belakang, kemudian dia berpindah pada bagian wajah lain dia berbuat terhadap wajahnya seperti apa yang diperbuat pada bagian wajah yang pertama, dan ketika ia belum selesai melakukannya pada bagian wajah yang satunya kecuali bagian wajah yang lain telah kembali seperti semula, kemudian dia mengulangi apa yang dilakukan sebelumnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Aku bertanya: Subhanallah apakah ini? Kedua lelaki itu berkata: Adapun lelaki yang engkau datangi dalam keadaan memotong-motong rahangnya sehingga sampai pada kepala bagian belakang dan memotong hidungnya sehingga sampai pada kepala bagian belakang serta memotong matanya sehingga sampai pada kepala bagian belakang, dialah seorang lelaki yang keluar dari rumahnya lalu dia berbohong dengan suatu kebohongan yang menyebar ke segala penjuru”. Shahih Bukhari 3/310-311 no: 7047

Kalau lawak ini hanya untuk sekedar bercanda, sesungguhnya telah datang dari Nabi Muhammmad shallallahu alaihi wa sallam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abi Umamah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Aku menjamin sebuah rumah di dalam surga bagi orang yang meninggalkan debat sekalipun dia benar, dan menjamin sebuah rumah di pertengahan surga bagi orang yang meninggalkan dusta sekalipun dia bercanda, dan menjamin sebuah rumah di tingkat yang tertinggi di dalam surga bagi orang yang akhlaknya baik”. Sunan Abu Dawud: 4/253 no: 4800

Dan larangan ini berlaku jika dia tidak mengandung kata-kata kotor atau menyebarkan kekejian atau menyebarkan kemungkaran, atau berpanjang lebar dalam menceritakan kejelekan keburukan orang lain. Dan jika dia termasuk bagian ini maka sungguh dia termasuk dalam perbuatan yang diharamkan, sebagaimana disebutkan di dalam hadits sebelumnya.

Imam Ahmad Rahimahullah berkata, “Dusta tidak boleh dilakukan baik dengan sungguh-sungguh atau bergurau. Al-Zahabi berkata, “Seorang muslim diberikan semua bagian akhlak  kecuali khianat dan dusta.

Kedua: Di antara keburukan lelucon ini adalah bahwa sebagian lelucon mengandung pelecehan terhadap agama Allah Subhanahu wata’ala, atau orang-orang yang beriman. Hal ini bisa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja“. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat -Nya dan Rasul -Nya kamu selalu berolok-olok?. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS. Al-Taubah: 65-66).

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata, “Memperolok-olok Allah Subhanahu wata’ala,, ayat-ayat -Nya, Rasul -Nya adalah kekafiran yang mengeluarkan seseorang dari keimanan”. Al-Fatawa: 7/273

Ketiga: Perbuatan ini bisa membawa kepada mengejek dan meremehkan orang lain.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammmad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka dia tidak boleh menzaliminya, mengecewakannya, menghinanya, takwa itu di sini (dan beliau menunjuk ke arah dadanya tiga kali) cukuplah bagi seseorang suatu keburukan karena dia menghina saudaranya yang muslim, setiap orang muslim atas muslim yang lain diharamkan darahnya, hartanya dan kehormatannya”. HR. Muslim: 4/1986 no: 2564

Keempat: Perbuatan ini akan mengakibatkan menyia-nyiakan waktu. Dan waktu ini adalah salah satu perkara yang akan dipertanggung jawabkan oleh seorang hamba pada hari kiamat kelak. Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari Abi Barzah Al-Aslamy radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammmad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidak akan melangkah dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga dia akan ditanya oleh Allah tentang empat perkara tentang umurnya di manakah dia habiskan, tentang ilmunya apa yang diperbuat dengannya, tentang hartanya dari manakah dia dapatkan dan ke mana disalurkan”. Al-Turmudzi: 4/612 no: 2417

Kelima: Sebagian lelucon ini mengandung kata-kata kotor dan ungkapan lisan yang tidak senonoh. Perbuatan ini tidak pantas bagi orang yang beriman baik mengucapkannya atau mendengarnya.

apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya.( QS. Al-Furqon: 72)

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiallahu anhu berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bukanlah orang yang berkata  kotor dan berbuat kotor dan beliau bersabda, Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya”. Shahih Bukhari 2/518 no: 3559 dan Shahih Muslim 4/181 no: 2321

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

2 thoughts on “Lelucon Para Pelawak

  1. Syukron, terima kasih akhi. Sungguh pekerjaan dan kebiasaan menyaksikan tontonan ini tidak dirasakan sebagai sebuah perbuatan sia-sia atau dosa. Bahkan saya sendiri kadang masih melakukannya. Terima kasih telah mengingatkan.

    Dan semoga harapan kita memang lahir TV yang bisa memberikan hiburan buat umat, tapi tidak dengan melanggar syar’i.

    Sekali lagi terima kasih.

    Posted by lukman nulhakiem | Rabu, September 21, 2011, 3:05 pm

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: