Adab, Akhlak,dan Nasihat, Aqidah dan Manhaj, wala' wal bara'

Pertahanan yang Semu (2)


Sesungguhnya ketika anda menunaikan shalat fajar (subuh) secara berjamaah maka anda berada dalam jaminan, perlindungan dan asuhan Allah hingga sore hari. Maka masihkah anda butuh seseorang setelah Allah?! Sesungguhnya ketika anda keluar dari rumah seraya berdoa: “Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, berbuat bodoh atau dibodohi.

Maka dikatakan kepada anda: “kamu telah dicukupi, diberi petunjuk, dijaga dan setan akan menyingkir dan menjauh darimu seraya berkata kepada teman-temannya: “bagaimana halnya kalian terhadap seseorang yang telah dicukupi, diberi petunjuk dan dijaga?” Apa lagi yang anda minta setelah itu wahai saudaraku?! Akankah anda hendak tinggalkan semua ini….lalu mencari perlindungan kepada sandal, kain, tali atau semisalnya?! Yang sudah pasti barang itu tidak menambah anda melainkan kehinaan.

Dengarkanlah peristiwa ini: “Nabi pernah melihat seorang laki-laki di tangannya terdapat gelang dari kuningan, maka beliau bertanya: “Apa ini?” orang itu berkata: “karena ada sakit di tangan (wahinah)” lantas beliau  bersabda : Lepaslah gelang itu, karena ia tidak menambahmu melainkan kelemahan. Seandainya kamu mati sedang gelang itu ada pada dirimu maka anda tidak akan beruntung selamanya Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Imron bin Hushain t. Naz’ (melepas) adalah menarik dengan kuat. Sedang wahinah adalah urat yang diambil dari pundak atau tangan semuanya.

Orang ini mengkhawatirkan dirinya dari penyakit ini maka dia letakkan pertahanan semu tersebut. Lalu nabi terangkan kepadanya bahwa gelang itu tidak bisa memberinya manfaat sedikitpun dalam menyembuhkan, bahkan malah akan menambah  penyakitnya.

Tidakkah anda ketahui bahwa anda merugi berlipat ganda dari apa yang anda lari darinya ketika anda meletakkan pertahanan semu ini? Cukuplah anda jatuh pada kandungan do’a Rasul  dalam sabdanya:Barangsiapa menggantungkan tamimah (jimat) maka semoga Allah tidak akan menyempurnakannya. Dan barangsiapa yang menggantungkan jimat dari barang lautan maka semoga Allah tidak membiarkannya selamat.”Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari ‘Uqbah bin ‘Amir . Doa dari Rasul  ini mereka ingat sepanjang masa. Maka barangsiapa menggantungkan jimat, semoga Allah tidak akan menyempurnakan urusannya.

Lantas, apa manfaat dari jimat  ini?! Dan barangsiapa menggantungkan jimat dari jampi semoga Allah tidak akan membiarkannya selamat, hal ini merupakan akibat dari doa untuk kecelakaan atas orang tersebut dan ia akan selalu merasa gelisah dan takut, gundah dan resah serta lepas dari ketentraman dan ketenangan secara terus menerus takut dari sesuatu yang dia minta terhindar darinya….yaitu ketika dia mengalungkan  pertahanan semu  tersebut. Amat celakalah mereka …

Sesungguhnya orang yang menggantungkan jimat-jimat ini telah memutuskan dari dirinya pintu penjagaan dan perlindungan Allah. Duhai alangkah amat besar kerugiannya ketika dia beralih dari penjagaan Allah kepada penjagaan sehelai kain, tali atau sandal? hanya karena hendak mencari sesuatu yang rendah sebagai ganti dari yang lebih baik!!

Nabi  bersabda: Barangsiapa menggantungkan sesuatu maka ia dipasrahkan kepadanya Diriwayatkan Imam Ahmad dan Turmudzi. Ini belum termasuk kecelakaan besar yang menjerumuskan pada kesyirikan –na’udzubillah– dalam suatu riwayat: Barangsiapa mengalungkan jimat maka ia telah berbuat syirik

Hudzaifah  pernah melihat seorang laki-laki pada tangannya terdapat seutas tali karena sakit demam lalu Hudzaifah memutusnya seraya membaca: Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sesembahan-sesembahan lain) (Yusuf: 106) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.

Hudzaifah  mengancam orang tersebut  dengan berkata: “Seandainya kamu mati sedang barang itu ada pada dirimu, maka aku tidak mau mensholatkanmu” Ini termasuk dari corak syirik besar, dimana jika orangnya meyakini bahwa barang semu inilah yang mendatangkan manfaat ataupun bahaya, atau menolak musibah sebelum terjadi, atau menghilangkan musibah yang sudah terjadi, maka itu merupakan kesyirikan dalam Tauhid Rububiyah!! Dimana jika ia meyakini adanya sekutu bersama Allah dalam hal mencipta dan mengatur. Sekaligus merupakan syirik dalam ibadah dimana ia beribadah kepada barang tersebut. Hatinya bergantung kepadanya dengan menginginkan kebaikan dan mengharapkan manfaat darinya.

Adapun jika orang tersebut meyakini bahwa Allah sajalah yang maha memiliki dan mengatur, memberi manfaat dan madhorot, menolak dan mengangkat (bala’) sedang barang-barang ini sekedar sebab (sarana). Maka inipun merupakan syirik kecil. Hanya saja ia tetap lebih besar dari dosa-dosa besar (kabair). Ia lebih besar dan lebih buruk dosanya daripada minum khomer, zina dan membunuh!! Semua ini bukan termasuk sebab (sarana) yang disyariatkan. Bahkan sekalipun sebab-sebab lumrah yang biasanya memang terbukti bermanfaat bagi manusia dengan cara percobaan seperti obat-obatan misalnya, maka ia  tidak lagi  masuk kedalam kategori penyebab selama diyakini demikian, melainkan hanyalah permainan setan terhadap akal dan agama pelakunya.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: