Novel Siluet Cinta dalam Kabut (Manuskrip)

Episode 2: “Sang Kumbang Malam”


Setiap suami istri yang membangun biduk rumah tangga pasti menginginkan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Seperti halnya Arman dan istrinya, Irma. Walaupun mereka belum dikarunia keturunan, mereka tetap bersabar dan yakin akan janji Rabbnya. Tak henti-hentinya Arman bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan istrinya. Siang malam dia bekerja tanpa lelah, namun tak pernah lupa terhadap Rabbnya. Jika ada waktu kosong atau hari libur, Arman mengajak istrinya untuk hadir di majelis ilmu. Begitu juga Irma. Dia berusaha menjadi istri yang sholihah, taat terhadap suaminya. Setiap pulang kerja, Irma selalu membuatkan minuman untuknya, memijat kakinya dikala lelah. Menghiburnya dan membantunya ketika ada pekerjaan kantor yang belum terselesaikan. Begitulah kehidupan mereka sehari-hari. Sungguh pasangan suami istri idaman.

Hingga tiba saatnya sebuah prahara melanda rumah tangga mereka. Bak nakhoda yang membawa penumpang mengarungi lautan samudra dan menjaga penumpang dari amukan badai. Dahsyatnya badai, halilintar bergemuruh, gelombang pasang surut tak pernah berhenti. Bisa jadi akibat keteledoran dan tidak sigapnya nakhoda membuat kapal karam hingga nakhoda dan seluruh penumpangnya tenggelam di lautan. Tak ada yang menyangka..

Semua Berawal dari Facebook…

Virus facebook melanda para pengguna internet. Tua muda, kaya miskin, pria wanita atau bahkan anak kecil pun terkena wabah facebook. Kenapa jutaan manusia tertarik dengan facebook? Karena facebook bisa dijadikan tempat sharing (chatting), reuni, tambah teman atau bahkan permainan online.

Kita bisa saksikan akibat demam facebook ini. Seorang suami atau istri bercerai karena perselingkuhan salah satu di antara mereka. Perbuatan terlarang seperti berzina, pembunuhan, dan pemerkosaan hamper menghiasi layar kaca. Seorang ibu membiarkan anaknya kelaparan akibat keasyikan chatting. Para pelajar bolos juga keasyikan nge-game. Begitu juga para pegawai. Pekerjaan kantor jadi terbengkalai karena sudah terjangkit virus facebook.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan facebook. Semua tergantung para penggunanya. Sebagai ajang pertemanan, perjodohan, tempat diskusi (sharing), berbagi ilmu (dakwah) dan pengalaman), atau bahkan kejahatan.

Seperti halnya Arman..

Arman berharap dengan adanya facebook dia bisa mendakwahi teman-teman lamanya tentang agama islam. Sebuah niat yang tulus. Dengan sedikit ilmu yang dimiliki Arman, dia bisa berbagi dengan teman-temannya. Mengajaknya berdiskusi atau sekedar menyapa temannya.

Sayangnya, saking kecanduan facebook dia melupakan tugas dan kewajibannya di kantor. Dia sibukkan dirinya dengan chatting dan update status. Sampai suatu saat, dia berkenalan dengan seorang pemuda yang ternyata sama-sama satu almamater. Awalnya hanya sekedar chatting. Tak ada perkataan yang keluar dari lisan  pemuda tersebut melainkan kebaikan. Arman pun berpikir, siapa tahu pemuda itu bisa diajak mengenal agama islam lebih jauh. Akhirnya, Arman saling tukar nomer Handphone dan mengajak bertemu pemuda tadi.

Awal perjumpaan…

Pertemuan Arman dan pemuda itu tidak banyak membicarakan masalah agama. Namun lebih kepada pengalaman pribadi pemuda itu.

Gw bukan pria baik seperti yang lho kenal.” Kata pemuda tersebut

‘Maksud antum (anda)..?” Tanya Arman

lho jangan kaget. Gw adalah kumbang malam yang mencari mangsa demi memuaskan nafsu gw.”

“ana (saya) ga’ paham dengan perkataan antum. Maksud kumbang malam..???” Tanya Arman dengan penasaran

lho tahu kupu-kupu malam ? maka gw adalah kumbang malamnya.”

“jadi antum melakukan perbuatan haram dengan berzina?”. Arman semakin penasaran dengan raut muka dan dahinya yang mengkerut.

yoi, bro..” ucap pemuda tersebut dengan santainya.

Arman pun menatap lekat-lekat wajah pemuda tersebut yang baru dikenalnya. Sangat jauh kata-kata yang terucap di facebook dengan apa yang baru ia dengar. Ibarat memutar arah sejauh 180 derajat, arah kebaikan dengan arah keburukan. Batin Arman bergejolak, pikirannya diselimuti dengan pertanyaan yang rumit untuk ia ungkapkan. Ia berharap bisa memperbaiki teman barunya ini.

Pertemuan kembali berlanjut…

Pertemuan mereka bukanlah akhir dari pertemanan. Arman tetap menjalin komunikasi dengannya. Sampai akhirnya setan merasuki pikiran Arman. Rupanya pertemuan pertama membuat Arman semakin penasaran dengan dunia malam itu. Dia ingin mengetahui lebih jauh tentang pengalaman temannya. Pertemuan pun kembali diatur. Arman mengajak temannya untuk menginap di rumahnya sekalian  ada teman ngobrol karena istrinya pulang kampung.

gw ingin mencoba masuk ke dunia lho. Sekaliii aja. Gw  ingin merasakan seperti apa yang lho rasakan.” Ujar Arman

Arman mengubah cara berbicaranya. Dia berusaha menyesuaikan diri dengan cara berbicara kawannya itu.

gw saranin lho jangan coba-coba masuk ke dunia gw. Gw liat lho pemuda baik-baik dan taat beragama. Mendingan lho hidup di jalan lho yang sekarang. Lho jangan berada di daerah abu-abu. Kalo mau bejat, bejat aja sekalian.kalo mau baik, baik aja sekalian. Jangan setengah-setengah.” Saran pemuda itu

“berarti lho bejat dong..” canda Arman sembari ketawa

“Hmmm..gw orangnya emang baik..hahaha..” timpal sang pemuda itu

“tapi lho muslim kan, lho masih sholat kan..?.”

“Gila lho..gini-gini gw masih sholat tau..” Itu saran gw tadi, tapi itu semua tergantung lho..gw ga’ mau aja lho terjerumus kayak gw. Kalo lho udah masuk, lho bakalan sulit untuk keluar.

“kalo lho nyadar, kenapa lho ga nyoba untuk keluar?”

gw dah nyoba dengan sekuat tenaga tapi tetep aja susah. Gw pengen berhenti kalo gw dah nikah. Apa lho lebih milih berzina daripada menikah yang jelas-jelas sudah halal?!”tegas sang pemuda

Teman baru Arman tidak tahu kalau sebenarnya Arman sudah menikah karena Arman tidak pernah bercerita. Dia lebih memilih diam atau kata tepatnya dia berbohong. Arman mengaku kalau dia masih bujang. Dia berani berbohong karena tidak mau istrinya menjadi korban fitnah. Dia tidak mau temannya ini menganggap bahwa Arman berbuat zina karena istrinya, istri yang sangat dicintainya.

Entah kenapa Arman memilih diam dan tidak menasihati maksiat yang dilakukan kawannya itu. Bukankah tujuan awalnya adalah untuk memperbaiki kesalahan kawannya. Padahal ada sebuah hadits yang insyaalloh bermanfaat untuk temannya itu.

Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya’la)

Arman tidak menasihati temannya malah berbuat dosa dengan berdusta. Kebohongan yang sudah Arman lakukan tentunya berseberangan dengan ilmu yang sudah ia terima selama ini. Dia bahkan lebih memilih hawa nafsunya ketimbang akal pikirannya yang sehat. Setan telah mengaburkan pandangannya dan mengubah akal pikirannya dengan hawa nafsunya. Sehingga dia tidak bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang halal dan mana yang haram. Pada akhirnya, dia mengikuti jejak teman barunya berburu di malam hari menjadi kumbang. Dia tidak hanya selingkuh tapi melakukan perbuatan zina yang telah dilarang oleh Alloh. Padahal dia tahu konsekwensi hukuman bagi pria yang sudah menikah tapi berzina.

Firman Alloh Subhanahu waTa’ala:

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera,…(QS. An-Nuur:2)

Hadits:

“Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga alasan: orang yang telah kawin melakukan zina, orang yang membunuh jiwa (orang muslim) dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Biasanya pulang dari kerja ia langsung ke rumah menemui istri yang sangat dicintainya. Tapi, dengan keadaannya yang sekarang dia jadi telat pulang. Sang istri pun bertanya kenapa belakangan ini selalu terlambat pulang ke rumah. Tanpa basa-basi dan dengan alasan yang masuk akal Arman mengatakan bahwa ia harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang belum selesai. Padahal penyebabnya adalah facebook yang digemarinya.

Tak ada kecurigaan sang istri terhadap Arman. Karena sang istri senantiasa berprasangka baik terhadap suaminya tatkala terlambat pulang kerja. Irma tidak pernah menanyakan lagi kenapa terlambat. Karena bagi Irma sudah cukup alasan yang pertama.

Kesibukan Arman dengan dunia barunya tetap tidak membuatnya lupa beribadah. Sholat dan mengaji masih merupakan aktivitas sehari-hari Arman. Ibarat dua dunia. Di satu sisi Arman berada di dunia yang diselimuti dengan cahaya keimanan, istri yang sholihah, taat pada suami, qonaah dan senantiasa melayani kewajibannya sebagai seorang istri. Tapi disisi lain, dia seolah-olah berada di dunia yang diselimuti kegelapan, jurang yang sangat dalam. Dia tersesat dalam kegelapan sehingga buta dengan apa yang ada disekelilingnya. Lupa akan jalan yang sudah ia tempuh dan ia bangun bersama istrinya.

Episode Selanjutnya “Air Mata Istriku”

(Manuskrip “Siluet Cinta dalam Kabut”)

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

One thought on “Episode 2: “Sang Kumbang Malam”

  1. Kalau cuma sms-an apa itu termasuk zina ?

    Posted by Pulau Tidung | Kamis, Juni 7, 2012, 9:22 am

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: