Adab, Akhlak,dan Nasihat

Nikmat Manalagi yang Kamu Dustakan


Jalan hidup yang kita tempuh memang berat. Kalau kita boleh memilih, rasanya kita tidak akan memilih jalan hidup ini; meninggalkan orangtua, anak dan suami/istri tercinta, sanak saudara, teman karib, dan kampung halaman yang tersimpan segala kenangan yang indah di dalamnya. Belum lagi berbagai problem yang kita hadapi dalam pekerjaan kita.

Namun dengan takdir Alloh, kita berada disini, untuk masa depan yang lebih baik sebagaimana yang kita cita-citakan. Seberat apapun hidup ini, tetaplah jangan lupa kita bersyukur kepada Alloh Ta’ala. Bagaimana pun juga kita amati, kita hayati kehidupan kita ini…, akan kita dapatkan bahwa nikmat Alloh Ta’ala, karunia-Nya, dan kebaikan-kebaikan-Nya yang berlimpah, tak pernah berhenti kita rasakan.

Tubuh kita yang sehat, lengkap dengan panca inderanya, lezatnya makanan yang dapat kita rasakan, nyenyaknya tidur yang dapat kita lalui, udara segar yang dapat kita hirup serta kecukupan sandang pangan dan kebutuhan hidup lainnya, sungguh merupakan kenikmatan yang tiada tara.

Cobalah kita bandingkan dengan mereka yang kini berbaring tak berdaya di rumah sakit, orang-orang cacat, mereka yang tertimpa bencana, yang berada di negeri yang sedang berkecamuk perang, yang serba kekurangan dan dihantui rasa takut, serta berbagai kepedihan yang dialami oleh banyak manusia  disekeliling kita..jangan lupakan do’a kita untuk mereka..

“Allohumma farrij humumahum wa naffis kurubaatihim” (Ya Alloh singkirkan dan sudahi kepedihan dan nestapa mereka).

Maka akan kita dapatkan bahwa apa yang kita alami jauh lebih beruntung dari mereka, bahwa kita tidak hanya hidup dengan satu dan dua nikmat Alloh, tapi di atas ‘lautan’ nikmat Alloh yang tak bertepi.

Bahkan seandainya saja di hari ini badan kita sehat, diri kita merasa aman, dan kita memiliki bekal makan yang cukup, itu sudah merupakan kenikmatan yang sangat besar. Kekasih kita; Rasululloh Shollallaahu ‘alaihi wasallam telah mengajak kita merenungi masalh ini;

“Siapa yang dipagi harinya mendapatkan keamanan dalam dirinya, sehat badannya, padanya tersedia makanan untuk hari itu, maka dia telah diberikan dunia dari semua sisinya.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu dalam surat ar-Rohman, sebanyak tiga puluh satu kali berulang-ulang Alloh Ta’ala mengingatkan kepada kita;

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Saudaraku, jika kita selalu mengingat nikmat Alloh, maka dada kita akan terasa lapang, hidup terasa nikmat dan pikiran pun menjadi tenang. Karena diri kita merasa bahwa hidup kita telah banyak mendapat fasilitas dan kebaikan dari Alloh Ta’ala. Kondisi tersebut akan memudahkan kita menata langkah-langkah kehidupan ini dengan mantap, penuh kesadaran serta tidak mudah goyah.

Tentu berbeda jika yang kita ingat hanya kesulitan-kesulitan hidup kita saja serta nestapa dan berbagai problem yang kita hadapi, maka tentu saja hidup akan terasa sempit, dada kian sesak dan pikiranpun akan semakin suntuk..

Marilah kita coba lagi, mengingat-ingat nikmat Alloh yang teramat banyak pada kita..

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: