An-Nisaa'

Serial “Wahai Saudariku Mana Jilbabmu?” (Propaganda Penyeru Kebebasan 2)


Ketika sebagian kaum muslimah mulai tertipu oleh propaganda mereka sehingga mereka keluar rumah tidak mengenakan pakaian muslimah, ternyata musuh-musuh islam tidak berhenti hanya sampai disitu tapi mereka terus melancarkan serangannya hingga mereka benar-benar keluar rumah dengan memamerkan auratnya dengan pakaian yang sudah mereka rancang. Kemudian menyuruh mereka untuk memakai pakaian yang minim dipantai-pantai, panggung bahkan di jalalanan sehingga mereka keluar dengan penampilan serba minim dan hampir telanjang serta dijadikan sebagai ajang tontonan dan pemuas nafsu bejad dengan selogan bahwa itu adalah bagian dari modernisasi dan kemajuan, bagi yang menyaksikan pemandangan itu ia akan teringat pernyataan seorang penyair yang berbunyi:

Telah dicabut rasa malu dari jiwa-jiwa, sehingga engkau  tidak dapati lagi jiwa-jiwa yang memiliki rasa malu dan menginginkannya …

Tidak hanya itu bahkan sampai-sampai mereka berani mencium wanita ditempat umum dan terbuka seperti di jalan-jalan, taman dan kendaraan umum dengan anggapan bahwa itu adalah bagian dari kemajuan dan modernisasi serta kebebasan. Dan sesungguhnya inilah yang mereka inginkan dari para wanita.

Itulah metode dan teori setan dalam menyesatkan dan menyebarkan kerusakan dimuka bumi ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. (QS. Al A’raf :27)

Inilah yang mereka peroleh dari peradaban barat yang penuh dengan penyakit dan kebobrokan yang merusak akhlak dan perilaku kaum muslimin, bahkan hampir-hampir mereka membinasakan keluarga-keluarga kaum muslimin dan menelantarkan kaum wanita, seorang orientalis menuturkan dalam sebuah suratnya [ kita harus memfokuskan perhatian kita kepada para wanita – dari kalangan kaum muslimin-, bilamana mereka mau tunduk kepada kita niscaya kita akan bisa menang dan merealisasikan apa yang kita inginkan ] .

Mereka menjadikan kaum wanita sebagai barang murahan untuk memuaskan hawa nafsu mereka dan sebenarnya bukanlah jilbab yang menjadi target mereka, akan tetapi ketika mereka mempropagandakan untuk melepaskannya dari kaum muslimat sebenarnya mereka bertujuan untuk meruntuhkan rumah tangga kaum muslimin dan menelantarkan umat islam kemudian mereka menjadikan jilbab sebagai sarana untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

Hal ini karena kaum muslimin sudah sepakat akan  wajibnya  jilbab dimana al qur’an dan sunnah telah menjelaskan hal tersebut, diantaranya disebutkan dalam firman Allah yang berbunyi:

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab:59)

Saya sangat heran terhadap sikap seorang wanita yang menolak untuk memakai jilbab tapi dia mau memakai seragam dokter atau perawat yang menjadi profesinya dari pagi hinga sore hari dan dia merasa bangga degannya bahkan ia memakai masker dimukanya karena khawatir tertular penyakit selama berada di lingkungan rumah sakit.

Kita katakan padanya, jika Anda berbangga dengan pakaian dan masker tersebut karena sesuai degan profesi Anda kenapa Anda tidak mau memakai jilbab ketika keluar rumah dan berada ditengah-tengah kaum pria, kenapa Anda tidak berbangga dengan pakaian yang islami? Kemudian jika Anda merasa yakin bahwa masker yang Anda kenakan itu bisa menghalangi Anda dari berbagai virus penyebab penyakit menular kenapa Anda tidak yakin bahwa cadar atau jilbab itu akan menjaga Anda dari berbagai virus dan penyakit moral yang sangat mudah menular? Allah berfirman menjelaskan tentang hikmah diwajibkannya jilbab:

” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS. Al Ahzab: 59).

Dan gangguan itu mulai dari pandangan, senyuman lalu rayuan, jika hal itu berhasil maka bagus, jika tidak maka mereka akan meneruskan ke tahap yang lebih berbahaya yaitu dengan pelecehan, penculikan bahkan pemerkosaan dan hal ini telah diketahui oleh setiap orang.

Apa yang kita saksikan dikoran-koran dan majalah tentang berita kriminal yang terjadi dikalangan masyarakat muslim akibat pergaulan bebas dan meninggalkan pakainan muslimah adalah merupakan bukti kuat akan pentingnya jilbab. Sungguh para wanita sahabat adalah merupakan suri tauladan yang paling bagus dalam melaksanakan ajaran islam dengan penuh kesungguhan dan kepatuhan.

Pernah ada seorang wanita yang datang kepada Rasululah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan berkata: “Ya Rasulullah, sungguh aku terkena penyait ayan dan kadang-kadang pakaianku terbuka, maka berdoalah kepada Allah subhanahu wata’ala untukku, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “jika engkau mau maka bersabarlah dan engkau akan mendapatkan surga atau aku doakan biar engkau sembuh, maka ia berkata: saya akan bersabar akan tetapi pakaian saya sering terbuka, maka doakanlah biar pakaianku tidak terbuka, lalau rasulullah mendoakannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lihat bagaimana wanita sahabat ini sangat menjaga dalam berjilbab agar pakaiannya tidak terbuka padahal dalam kondisi sakit. Kemudian ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang kondisi manusia pada hari kiamat dimana mereka akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tidak berkhitan, ‘Aisyah langsung bertanya, ya Rasulullah jika demikian maka laki-laki dan perempuan akan saling melihat satu sama lain? Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “wahai ‘Aisyah perkara lebih besar dari itu (saling memandang)”, lihatlah bagaimana kekhawatiran ‘Aisyah ra. dalam masalah ini.

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: