An-Nisaa'

Serial “Wahai Saudariku Mana Jilbabmu?” (Rumahmu Surgamu)


Sungguh saat melihatmu berada di tempat ini saya benar-benar merasa sakit, kamu bekerja di tengah laki-laki, dan yang menyebabkan saya merasa sakit bahwa ikhtilath (bergabung laki-laki dan wanita) ini sangat berbahaya bagimu, agama dan akhlakmu…

Janganlah engkau segera berpaling dari nasehatku, dan mengira bahwa saya terlalu berlebihan dalam merasa sakit. Maka sesungguhnya bersamaku ada dalil-dalil yang merupakan penjelasan memuaskan bagi ucapan saya. Ingatlah, sesungguhnya tidak ada ikatan yang mengikat aku denganmu selain ikatan Islam. Saya tidak memperoleh apapun dari keuntungan duniawi dari kata-kata yang saya goreskan kepadamu dengan huruf-huruf yang keluar dari hati saya, bahkan sesungguhnya ia menghabiskan waktu dan energi serta pikiran saya. Saya berharap anda bisa menghargai pendirian saya terhadapmu. Renungkanlah apa saja yang saya ucapkan beberapa kali, dan anda akan mendapatkan di dalamnya sebuah nasehat yang tulus untukmu.

Saudariku yang mulia…Sesungguhnya wanita terzalimi dalam ikhtilathnya dengan laki-laki tanpa disertai mahramnya, karena sesungguhnya umumnya pandangan laki-laki kepadanya tidak terlepas dari pandangan syahwat, dan siapa yang mengira tidak demikian maka dia tidak berkata jujur.

Allah menciptakan pada diri laki-laki kecenderungan yang kuat kepada wanita dan menciptakan pada diri wanita kecenderungan kuat kepada laki-laki disertai kelembutan dan kelemahan. Dari sana, maka kedekatan di antara keduanya di luar batas yang disyari’atkan, ia sangat berbahaya. Syetan menggoyangkan tabiat dalam kondisi ini. Dan biasanya yang menanggung kerugian dalam masalah ini adalah wanita, karena laki-laki tidak memikul dampak negatif problem ini sebagaimana wanita.

Ikhtilath terkadang bisa membawa kepada tersobeknya kehormatan dan dampak negatifnya seperti hamil, karena inilah syari’at mengharamkannya, dan dalil-dalil dalam masalah ini sangat banyak, saya akan menyebutkan sebagian darinya.

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. an-Nuur:30)

Allah menyuruh laki-laki menahan pandangannya dari wanita, maka apabila wanita bekerja di samping laki-laki, bagaimana mungkin ia bisa menahan pandangannya?

Semua tubuh wanita adalah aurat, sebagaimana yang disebutkan dalam atsar maka tidak boleh memandang kepadanya. dan Rasulullah bersabda:

Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan pertama kepada pandangan kedua, maka sesungguhnya bagimu yang pertama dan bukan untukmu yang kedua.” HR. at-Tirmidzi

Maka pandangan kebetulan (tidak disengaja) dimaafkan, yaitu pandangan pertama. Berbeda dengan yang kedua, maka sesungguhnya ia diharamkan, karena dilakukan dengan kesengajaan. Disebutkan dalam atsar:

Zinah kedua mata adalah memandang, zinah kedua telinga adalah mendengar, zinah lisan adalah berkata, zinah tangan adalah melangkah, dan zinah kaki adalah melangkah.” HR. Muslim.

Memandang adalah zinah karena ia menikmati pandangan kepada keindahan wanita dan hal itu membawa kepada bergantungnya hati dengannya, dan dari sana terjadilah perbuatan keji. Dan tidak diragukan lagi bahwa memandang sangat terjadi dalam bergabung dua lawan jenis.

Aku tidak meninggalkan satu fitnah sesudahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain dari wanita.” (HR. al-Bukhari)

Beliau menggambarkan wanita sebagai fitnah bagi laki-laki, maka bagaimanakah digabungkan di antara yang menfitnah (wanita) dan yang terfitnah (laki-laki) berada dalam satu tempat.

Sesungguhnya tatkala Rasulullah  membangun masjid, beliau menjadikan pintu khusus untuk wanita dan bersabda: ‘Jikalau kita membiarkan pintu ini untuk wanita.” HR. Abu Daud. Maka Umar melarang masuk dari pintu wanita. Maka apabila ada larangan bercampur dalam pintu maka hal dilarang dalam kantor tentu lebih utama.

Dan Rasulullah menyuruh wanita agar berjalan di tepi jalan, jangan di tengahnya hingga tidak bercampur dengan laki-laki. Dan Rasulullah apabila mengucap salam dari shalatnya, beliau tetap berada di tempatnya menghadap kiblat dan jamaah laki-laki yang bersamanya hingga para wanita berpaling dan masuk ke rumah mereka, kemudian beliau berpaling (pulang) dan berpaling orang-orang yang bersamanya, sehingga pandangan laki-laki tidak tertuju kepada mereka.

Semua nash ini dan dalil-dalil lainnya menjelaskan haramnya ikhtilath dan haram wanita bekerja di samping laki-laki, dan semua ulama sepakat atas hal ini, tanpa ada perbedaan pendapat.

Sesungguhnya wanita disuruh agar selalu berada di dalam rumah, apakah kamu mengetahui hal itu?…sehingga ia menjadi sasaran pandangan laki-laki dan ikhtilath dengan mereka…

Sudah diketahui bahwa terkoyaknya kehormatan, hancurnya rumah tangga, dan hilangnya masa depan remaja putri secara khusus adalah akibah dari ikhtilath…

Dan jika engkau ingin mengetahui hakikat ikhtilath dan pengaruhnya maka bacalah problem ikhtilath di Barat, sehingga mulai ada ajakan untuk meninggalkan ikhtilath dalam belajar. Maka didirikannya beberapa universitas dan sekolah yang berdiri di atas pemisahan di antara dua lawan jenis di Amerika dan yang lainnya. Mereka tidaklah melakukan hal itu kecuali setelah merasakan pahit dan pedihnya karena banyaknya kerusakan akhlak. Bukankah kita harus mengambil pelajaran dari realita ini?…

Bukan suatu kesalahan besar bahwa kita –kaum muslimin- mengulangi kesalahan yang telah terjadi di Barat, sedangkan mereka sekarang mengharapkan bisa berlepas diri darinya.

Iklan

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: