An-Nisaa'

Serial “Wahai Saudariku Mana Jilbabmu?” (Inilah Faktanya, Belum Sadarkah?! 2)


Kita katakan kepada mereka, jalan manakah lebih aman dan tenang? Jalan kesucian dan kehormatan dengan mengenakan busana muslimah? Ataukah jalan kerusakan dan kesesatan serta penolakan terhadap syari’at Allah dengan mengabaikan pakaian muslimah?

Kita juga katakan kepada mereka jika kalian menolak jilbab dengan tuduhan keterbelakangan dan kemunduran padahal ia adalah pelindung kaum wanita dari berbagai macam gangguan ketika keluar rumah dan melakukan bepergian jauh, lalu apa yang kalian katakan kepada para petugas pemadam kebakaran yang memakai masker dan topi pelindung ketika mereka memadamkan api, bukankah itu semua untuk melindungi mereka dari kobaran api dan kepulan asap?

Apa yang kalian katakan ketika para pekerja pabrik kimia diharuskan untuk memakai masker pengaman dan pakaian khusus yang menutup seluruh anggota badan mereka, bukankah itu semua untuk melindungi mereka dari ancaman zat kimia yang membahayakan?

Juga apa yang kalian katakan ketika para tentara yang mengoperasikan alat tempur seperti tank dan peluncur roket diharuskan memakai topi khusus tentara? Bukankah itu semua untuk melindungi kepala dan muka dari bahaya? Demikian juga helm yang wajib dikenakan oleh para pengendara sepeda motor bahkan bagi yang melanggarnya diharuskan untuk membayar denda? Juga para pekerja di ruang laboratorium dan rumah sakit spesialis penyakit menular yang diharuskan untuk memakai pakaian pengaman terutama bagian muka untuk melindungi mereka agar tidak tertular penyakit dari para pasien?

Demikian juga para pekerja di bagian radiologi dan tempat-tempat berbahaya lainnya seperti sumur pengeboran minyak, peleburan besi, semuanya diharuskan untuk memakai pakaian pelindung untuk menjaga mereka dari berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkan dari gas maupun zat berbahaya tersebut. Semua sarana pengaman tersebut harus dikenakan ketika mereka hendak melakukan aktifitas mereka untuk mengantisipasi adanya bahaya yang mungkin timbul, itu semua sebenarnya tercakup dalam makna jilbab (hijab), karena hijab dalam bahasa arab artinya: pelindung, penahan dan pengaman dari bahaya jasmani maupun rohani dan semua alat pelindung diatas dipakai oleh kaum lelaki ditempat-tempat kerja mereka namun itu semua tidak dikatakan sebagai bentuk keterbelakangan maupun kemunduran, bahkan sebaliknya ia merupakan tanda kemajuan dan modernisasi serta kesadaran akan pentingnya keselamatan dan usaha prefentif untuk menghindari dan mengurangi kecelakaan pada masyarakat juga menanggulangi bahaya penyebaran penyakit serta usaha untuk membangun masyarakat yang sehat.

Setelah ini semua kita katakan kepada mereka yang menolak jilbab, kenapa kalian menerima semua sarana pelindung ini dan mengharuskan para pekerja untuk memakainya bahkan memberikan sangsi kepada yang melanggarnya? Bukankah itu bertujuan untuk menghindari bahaya dan membentuk masyarakat yang sejahtera? Kenapa kalian menolak jilbab dan mengajak orang untuk meninggalkannya serta meneriakan tuduhan bahwa itu merupakan simbol keterbelakangan dan kemunduran padahal jilbab adalah sarana terbaik untuk menjaga kaum  wanita dari bahaya dan gangguan jasmani maupun rohani, sebagaimana yang di firmankan oleh Allah subhanahu wata’ala.

 “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. … ” (QS. Al Ahzab: 53)

Betapa banyak hati yang menjadi rusak, rumah tangga yang berantakan, suami istri yang bercerai dan anak-anak yang menjadi gelandangan dikarenakan mereka meninggalkan jilbab, ada orang yang tergila-gila kepada seorang wanita setelah melihat bagian-bagian tubuhnya yang menggoda, sehingga rumah tangganya berantakan istri dan anak-anaknya diterlantarkan, dalam sebuah berita yang disinyalir oleh salah satu surat kabar menyatakan bahwa ada seorang lelaki yang dihukum gara-gara mengusir istri dan lima anak perempuannya dari tumahnya kemudian ia tinggal bersama kekasihnya dirumah tersebut.

Betapa banyak kasus penculikan perempuan yang kemudian tidak diketahui keberadaanya akibat perbuatannya yang memamerkan auratnya dan tidak mengenakan busana muslimah, ada juga yang terbunuh dan dibuang dipinggir jalan atau di pesisir pantai setelah diperkosa dan direnggut kehormatannya dan masih banyak lagi kasus kriminal yang saya tidak mampu menghitung dan mendatanya, itu semua disebabkan karena mereka meninggalkan pakaian muslimah (jilbab) dan memamerkan kemolekan tubuh mereka, padahal Allah subhanahu wata’ala telah berfirman:

“Barangsiapa yang berpaling dari mengingat Rabb (Tuhan) nya niscaya ia akan mendapatkan siksaan yang berat” (QS. Al Jin: 17)

Banyak bencana yang timbul di masyarakat karena mereka berpaling dari ajaran Allah, seperti terjadinya berbagai macam perselisihan antara suami istri, khianat dan pelecehan seksual serta sulitnya mengendalikan kaum wanita serta tersebarnya berbagai macam penyakit seksual dan penyakit-penyakit jasmani maupun rohani akibat dari diabaikannya jilbab dan keluarnya kaum wanita dengan kedaan semi telanjang didepan kaum lelaki dan inilah hasil dari propaganda kebebasan yang selalu mereka gembar-gemborkan.

Ini menunjukan bahwa jilbab adalah merupakan salah satu sarana prefentif untuk menjaga kehormatan wanita ketika mereka keluar rumah dan melewati kaum lelaki atau ketika mereka berada di lingkungan kaum pria yang ada di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, pasar, pengadilan atau bank bahkan ketika mereka menunaikan ibadah haji dan umrahpun ketika berada ditengah-tengah kaum pria mereka berkewajiban untuk memakai jilbab dan hijab (penutup muka).

Ibu kaum mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu’anha Menceritakan ketika beliau bersama para shahabiyah pada saat menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah, mereka menutupkan kerudung ke wajah mereka ketika ada sekelompok lelaki yang melewati mereka dan ketika rombongan itu telah berlalu, mereka membuka kembali penutup muka mereka. Beliau berkata , “Ketika ada sekelompok kaum pria yang berpasasan dengan kami ketika kami sedang berihram bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam maka kami menutup muka-muka kami dengan kerudung yang diturunkan dari kepala kami dan apabila mereka telah berlalu, kami membuka kembali wajah-wajah kami”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Disinilah nampak hikmah dari tujuan diwajibkannya jilbab sebagaimana dalam firman-Nya: ” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.(QS. Al Ahzab: 59)

Kemudian kita katakan kepada para saudari kita kaum muslimah, inilah kemuliaan dan kebahagiaan yang dijamin oleh agama Islam jika kalian berpegang teguh dengannya. Ingatlah selalu untuk berpegang teguh dengan agamamu karena itulah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, kenakanlah selalu pakaian muslimah dan hati-hatilah terhadap para dai kesesatan dan kebatilan yang ingin mengeluarkan kalian dari rumah kemuliaan dan kebahagiaan ke jurang kenistaan dan kehinaan sehingga kalian tidak akan memiliki harga diri lagi, kita tidak pernah dengar ada srigala yang jujur dan amanah serta memiliki hati nurani yang baik.

Lihatlah wanita-wanita yang mengikuti ajakan mereka untuk memuaskan hawa nafsu dan keinginan mereka, mereka tidak mendapatkan kecuali kenistaan dan penderitaan serta penyesalan, bahkan sebagian dari mereka ada yang memilih untuk bunuh diri padahal mereka telah menjadi orang terkenal dibidangnya, kita memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan ini- dan itu semua tidak lain adalah akibat pamer aurat dan pakaian seksy  yang mereka kenakan dan mengikuti ajakan setan dengan alasan kebebasan berbuat, padahal Allah subhanahu wata’ala telah berfirman:

 “ Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Al Hajj :18)

Dan juga firman-Nya:

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzab :36)

Allah juga berfirman tentang orang-orang yang mentaati  dan meniti jalan-Nya:

Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS. Al Ahzab :71)

Juga firman-Nya: “maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al Baqarah :38)

Dan dalam ayat lain disebutkan: ” Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. 3:132)

 Semoga Allah memberikan taufiq dan petunjuk ke jalan yang lurus. Amiin,,,

About Admin

di dunia yang penuh dengan syubhat dan fitnah, ana menjadi orang yang terasing. semula ana berasal dari pulai terasing yaitu pulau madura dan sekarang berada di bumi yang penuh fitnah dan syubhat

Diskusi

Belum ada komentar.

Berkomentarlah dengan sopan dan beradab. Komentar yang tidak beradab maka akan dihapus. no Bashing...!!!. Syukron

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: